Sabtu, 10 April 2021

Jari Mister Indra

Ada apa dengan Jari Mister Indra?

Judul yang saya tuliskan penuh dengan makna, cieeee...😁. Tiga kata yang membuka dunia menulis. Tiga kata yang mengantarkan saya menjadi blogger. Tiga kata yang setiap hari saya kunjungi.

Awal kisah

Semua bermula saat mengetahui ada kegiatan menulis. Kegiatan yang dilakukan dengan cara bergabung ke grup wa. Setelah mencari informasi kesana-kemari mencari alamat, loch kok jadi lirik lagu. Akhirnya bergabung juga ke grup menulis pada bulan Juli 2020.

Peraturan pertama dalam grup tersebut harus memiliki blog. Hmm... blog ya, sebenarnya saya sudah pernah memiliki blog, namun entah dimana keberadaannya sekarang. Peraturan tersebut saya coba penuhi dengan cara membuat blog baru. Tiadk terlalu sulit untuk membuat blog, karena banyak sekali tutorial yang bertebaran di dunia maya.

Yeeey.... akhirnya berhasil membuat blog. Blog tersebut saya beri alamat di https://indrawahyuddin239.blogspot.com/. Setelah blog jadi, mulailah saya berselancar di dunia maya. Satu persatu narasumber memberikan materi. Hari demi hari terlewati. Sampai jumlah tulisan bertambah banyak. 

Brand!

14 September 2020, yaaa saya yakin itu tanggalnya. Tanggal dimana seorang motivator dengan empat orang anak tanpa gadget menjadi narasumber. Materi yang dibawakan beliau bertemakan BRAND, sengaja saya tuliskan dengan huruf kapital biar terfokus,

Beliau memaparkan bahwa penulis blog juga harus memiliki brand. Seperti apa BRAND? Bagaimana membuatnya? BRAND dan Branding apakah sama? Tujuan brand untuk apa? semua pertanyaan itu bisa sobat Lage dapatkan pada tulisan saya yang berjudul INI BRANDING KU! MANA BRANDINGMU?

Bertransformasi

Dari pemaparan bapak empat anak tanpa gadget tersebut saya mulai berfikir tentang brand. Kira-kira apa yaaa brand yang ingin saya fokuskan? Apakah fokus ke dunia pendidikan atau fokus ke dunia teknologi. Dua hal tersebut sedikit-sedikit saya bisa pahami. Jika memang berfokus ke pendidikan dan teknologi, lalu apa nama alamat blognya? apakah https://indrawahyuddin239.blogspot.com/ cocok untuk tema tersebut.

Mulailah saya memformulasikan nama alamat blog yang keceh. Mulai terpikirkan menggunakan kata pena di depan kata indra, namun nanti seperti alamat blog Mr. Bams. Terbesit menambahkan kata labs dibelakang nama indra, namun saya tidak mengajar di Labschool seperti Omjay. 

Pada akhirnya kata yang saya ambil adalah jari. Ya jari! Jari yang manusia miliki. Jari yang ada lima di tangan kanan dan lima di tangan kiri. Jari yang biasa kita kenal dengan sebutan jempol, telunjuk, tengah, manis dan kelingking. Kata itu yang saya letakkan di depan kata Indra.

Ibu saya pernah memberi tahu, jika memberi nama anak kalau bisa terdiri dari tiga kata. Alasannya adalah agar saat membuat passport tidak perlu menambahkan nam orangtua. Atas dasar itu akhirnya saya mencari kata ketiga untuk menemani Jari Indra.

Tidak memerlukan waktu lama, saya akhirnya menambahkan kata Mister diantara kata Jari Indra. Jadilah nama blog sederhana yang saya miliki adalah jarimisterindra.

Arti sebuah nama

Seperti yang saya sebutkan di awal. Jari Mister Indra terdiri dari tiga kata. Jari, Mister dan Indra. Masing-masing kata memiliki artinya masing-masing. Mau tau gak artinya apa? Sebenarnya tidak terlalu penting sih, bagaimana mau tau yaahhh? (sedikit nada memaksa)

  1. Jari! Banyak arti, banyak makna, banyak istilah, banyak manfaat yang bisa kita ambil dari jari. Bisa jadi jari merupakan anggota tubuh yang sangat dekat dengan kita. Dekat disini artinya sering kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari. Berdasarkan hal itulah, saya menggunakan kata jari pada alamat blog saya. Harapannya semoga blog ini bisa dekat dengan pembaca setianya. 

  2. Mister! Mister dalam bahasa inggris artinya bukan Bapak. Arti Mister dalam bahasa inggris adalah Tuan. Hmm... apakah Tuan dan Bapak memiliki arti yang sama? Terus teranga saya tidak tahu.

    Penggunakan kata Mister sebagai salah satu kata pada alamat blog pastinya memiliki arti tersendiri. Delapan tahun saya menjadi seorang guru di sekolah swasta, Sekolah KeenKids namanya. Di sekolah tersebut seorang guru laki-laki dipanggil dengan sebutan Mister, walaupun saya tidak terlalu fasih dalam berbahasa inggris tetap saja saya dipanggil Mister. (terkadang jadi minder sendiri saya...)

  3. Indra! Masa iya kata Indra perlu saya jelaskan. Hmm... serius nih perlu dijelaskan. Baiklah kalau begitu, saya akan menjelaskan kata Indra dengan singkat, padat dan jelas serta dalam tempo sesingkat-singkatnya. Indra adalah nama saya (titik). 😉

Nah... itulah sebuah proses blog sederhana ini bertumbuh. Semua bermula dari titik nol, kemudian bertumbuh sedikit demi sedikit. Banyak tulisan yang berserakan dengan tema acak-acakkan di blog sederhana ini. Besar harapan suatu saat tulisan-tulisan tersebut bermanfaat bagi pengunnjung blog jarimisterindra.

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You

Jumat, 09 April 2021

Indrakeren punya profil

"Indra, sekarang giliran kamu" panggil Pak Guru. Indra bangkit dari duduknya, kemudian berjalan ke depan kelas. 

"Sudah siap Ndra?" tanya Pak Guru. Indra hanya meggangguk dan mulai mengeluarkan suara emasnya (heheheeh... dikira mau nyanyi kali)

"baiklah teman-teman seperjuangan, perkenalkan nama saya Muhammad Indra Wahyuddin" udah tau, teriak teman satu kelas berbarengan.

"Heii... heiii... dengarkan teman kamu sedang bicara" ucap Pak Guru menghentikan sorakan siswa di kelas.

Indra pun melanjutkan perkenalan dirinya di Sekolah baru tersebut. Muhammad Indra Wahyuddin atau bisa dipanggil Indra. Indra merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Terlahir dari pasangan orangtua yang baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung.

Indra lahir di Jakarta 35 tahun silam. Tepatnya tanggal 23 September 1985. Masa balita Indra dihabiskan bersama Kakek dan Neneknya di Ciputat, Tangerang Selatan, karena Bapak dan Ibu Indra harus mencari nafkah bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Saat berusia 6 tahun Indra bersama keluarga melakukan hijrah. Pindah rumah ke Komplek Ciledug Indah II, Kota Tangerang. Hingga saat ini rumah masa kecil Indra masih berdiri kokoh dan terawat.

Masa Sekolah, Indra dihabiskan di Ciledug, mulai dari pendidikan dasar di SDN Pondok Bahar 4, Ciledug. Setamatya dari sekolah dasar, Indra melanjukan ke sekolah favorit yaitu SLTP N 3 Tangerang (pinter juga kan Si Indra, heheheeh). 

Masa SMA, Indra sekolah di SMU Budi Mulia Ciledug atau biasa disebut BMC. Indra tidak dapat masuk SMU Negeri karena saat kelas 3 SLTP ketahuan berbohong. Seharusnya ikut pemantapan materi, eehhhhh.... malah main PS. Akhirnya penyesalan datangnya belakangan, hal tersebut akan diingat sebagai pelajaran. Bahwasanya yang bersungguh-sungguh adalah yang akan berhasil.

Tamat SMU tahun 2003, Indra melanjutkan ke perguruan tinggi. Tidak banyak memilih Indra memutuskan untuk kuliah di UIN Jakarta. Indra mengambil jurusan Teknik Informatika. Hampir 6 tahun waktu yang dibutuhkan Indra untuk menamatkan kuliahnya. Kuliah yang molor bukan berarti dikerjakan dengan main-main, hal itu bisa terjadi karena, Indra mencoba untuk kuliah sambil bekerja pada semester-semester akhir kuliahnya saat itu.

Waktu kuliah yang 6 tahun bukan menjadi halangan Indra mencari pekerjaan. Berbagai jenis pekerjaan pernah dikerjakannya, mulai menjadi Guru Les hingga menjadi Guru beneran seperti sekarang ini.

Pada tahun 2015, Indra mempersunting wanita pilihannya yang bernama Mia Zikriani. Pernikahan yang sederhana dan berjalan lancar serta SAH menjadi sepasang suami istri. Dari pernikahannya tersebut, Indra sudah memiliki keturunan. Athar (5 tahun) dan Luana (2 tahun) merupakan buah hatinya dari pernihakannya.

Profesi sebagai Guru SD mengharuskannya untuk kuliah lagi. Kuliah untuk melengkapi syarat administrasi untuk Guru SD agar linier. Maklum waktu itu kuliahnya ambil jurusan IT (S. Kom), untuk mengajar diperlukan S.Pd. SD. Makanya Indra melanjutkan kuliah di STKIP Kusuma Negara pada tahun 2015. Kurang dari 3 tahun, Indra sudah berhasil menyelesaikan kuliahnya.

Saat ini, Indra bertugas di SDN Cipulir 05 Pagi, Jakarta Selatan. Sebelumnya, Indra mengabdi mencari ilmu di SDS KeenKids Keb Lama selama 8 tahun. Alhamdulillah pada tahun 2020 lalu, Indra berhak LULUS menjadi PNS tahun 2019. Oleh sebab itu, temapt tugas Indra sekarang di SD Negeri. (Alhamdulillah)

Seperti orang-orang di Bumi ini, Indra juga memiliki hobby. Tidak seperti kebanyakan manusia Bumi, Indra baru menemukan hobbinya ketika masa pandemi. Berkat seorang kawan, Indra bergabung pada grup WA belajar menulis gelombang 15. 

Dari hobbi menulisnya, Indra sudah berhasil menerbitkan buku yang ber-ISBN. Judul buku yang pertama adalah buku Antologi yang berjudul Ukir Prestasi dan Tebarkan Inspirasi. Buku kedua dan ketiga masih Antologi, buku tersebut berjudul Pahlawan dalam Hidupku dan Patidusa Pujangga Wiyata. 

Buku adalah mahkota seorang penulis akhirnya berhasil didapat. Pada bulan November buku solo pertamanya berhasil dipegangnya. Buku yang berjudul BISA, PASTI BISA MENULIS merupakan buku kumpulan resume dari belajar menulis di WA grup Belajar Menulis bersama Om Jay dan PGRI.

Rezeki menulis datang lagi, kali ini dari Penerbit Andi, Jogya. Penerbit Andi meluluskan buku dengan judul Edutainment untuk diterbitkan melalui penerbit mayor. Alhamdulillah. 

Apalagi yaa...  hmmm! Serius sepertinya hanya itu saja yang bisa saya tuliskan. Tidak berpanjang lebar, jika panjang lebar nanti dikira luas persegi panjang. 

Ohhh... iya mungkin nanti ada yang berkomentar, kok anak sekolah usianya sudah 35 tahun. Saya akan jawab, karena saya sekolah di dunia maya, jadi usia berapa saja boleh belajar. Bukankah untuk belajar tidak mengenal usia, bahkan ada quote yang mengatakan belajarlah sepanjang hayat. "Life Long Learner"

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You

Hari ke-7 P2KPKT2 : Tugas 7_Sekolah Berbudaya Mutu Menuju Era 5.0

Hari ini luar biasa, kenapa luar biasa? karena pembekalan materi P2KPKT2 menarik sekali. Selain materi yang menarik hari ini juga merupakan pelatihan terakhir dari rangkaian materi yang telah diberikan.

Materi hari ini dilakukan secara rekaman, karena pemateri hanya memberikan rekamannya kepada para peserta. Kemudian rekaman diputar dengan bantuan Pak Wima Sutega. Alhamdulillah jaringan sanga bersahabat, walaupun agak delay namun tidak mengurangi manfaat ilmu yang diberikan. 

Sekolah Berbudaya Mutu menuju Era 5.0. Apa itu? Saya juga cukup lampat untuk memahaminya. Sedikit yang saya tangkap adalah sekolah berbudaya mutu era 5.0 adalah sekolah yang sudah menerapkan teknologi di dalamnya. Selain itu sekolah juga dapat merangkul peserta didik dari sisi seorang anak pada jaman ini. Jadi sekolah berbudaya mutu menuju era 5.0 merupakan sekolah yang berbasis digital dengan menunjang habit siswa masa kini yang serba instan, bahkan ada istilah informasi dalam genggaman.

Namun walaupun sekolah digital tentunya kompetensi guru juga perlu ditingkatkan. Guru bukan lagi mengajar dengan gaya seperti biasa, dimana guru melakukan keaktifan 80% dibanding siswa. Dalam sekolah berbudaya mutu era 5.0, sekolah memberikan keluasan siswa untuk mengembangkan keingintahuannya. Posisi guru disini adalah yang membuat trek dan menjadi fasilitator dalam pertumbuhan peserta didiknya.

Pokoknya materi hari ini menarik sekali. Untuk lebih jelasnya pengunjung blog sederhana ini bisa melihat materinya di bawah ini.



Materi diatas merupakan materi inti dalam pembelajaran tentang sekolah berbudaya mutu era 5.0. Semoga resume sederhana ini bisa membantu teman-teman sebagai dokumentasi digital. 

Oh iya hampir lupa, selalu diakhir pembelajaran ada penugasan yang harus dikerjakan. Biasanya tugas dikerjakan secara individu, namun kali ini dikerjakan secara kolompok. Lumayan bingung juga tadi untuk mengawali pengerjaan penugasan kelompok, namun pada akhirnya ketegangan berubah dengan sendirinya. 

Tugas : Sekolah Berbudaya Mutu Era 5.0

Dengan selesainya penugasan ini maka selesai juga rangkaian pelatihan kompetensi ini, Besar harapan saya, ilmu yang didapat bisa digunakan sebagai bekal mengajad dimasa yang akan datang. Aamiin.

Terimakasih para narasumber Ibu Ros dan Ibu Susiana, Terimakasih koordinator SD C Kelas Atas Pak Indra dan Pak Zul serta teman-teman seperjuangan di grup SD C Kelas Atas. Semoga kita berjumpa lagi serta sehat selalu semua yaaaa...

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You

Kamis, 08 April 2021

Hi... Hi... Hi...

Mau menulis apa saya bingung sekali. Semoga tulisan yang akan saya tuliskan tidak membosankan. Selamat membaca!



Hidup, Hirup, Hibuk. Apa yang sama dari ketiga kata tersebut. Tidak ada yang sama, artinya beda, yaa kan!

Hidup

Kata pertama Hidup. Pasti tidak asing dengan kata yang satu ini. Contoh nyata tentang arti dari kata tersebut adalah dengan saya menuliskan tulisan ini. Contoh lain ketika pengunjung blog ini membaca tulisan ini. Kedua contoh tersebut membuktikan kalau kita masih Hidup. Apakah ada yang mau menyangkal contoh yang saya berikan, tentu tidak ada kan! Pasti semua setuju dengan contoh yang saya tuliskan.

Hirup

Kata kedua Hirup. Hmmm... ini juga sepertinya tidak asing di telinga. Walaupun indera pendengaran bertentangan dengan arti kata kedua yang ingin kita bahas. Kata hirup selalu bergandengan dengan indera penciuman yaitu hidung. Hidung berfungsi untuk mengenal bau-bauan yang kita hirup ketika kita hidup. Yaa iyaalah.. jika kita sudah tiada kita tidak bisa melakukan hal tersebut.

Hibuk

Kata ketiga Hibuk. Ahhh ini mulai tersendat, untuk menemukan arti dari kata tersebut saya harus meminta bantuan kepada google. Sebenarnya saya tidak perlu mencari di google, karena beberapa sobat Lage sudah mendapakan arti kata tersebut. Lalu mengapa saya tetap mencari di google, jawabannya sederhana! agar tulisan ini terangkai lebih banyak... heheheh

Kata hibuk memiliki menurut KBBI. hibuk/hi·buk/ Jk a banyak pekerjaan; giat bekerja; sibuk; kehibukan/ke·hi·buk·an/ n perihal hibuk; kesibukan. Jadi bisa disimpulkan kata Hibuk memiliki arti yang sama dengan Sibuk. Semoga pemikiran sederhana saya ini bisa dibenarkan.

Persamaan ketiganya

Lalu apa yang sama dari ketiga kata tersebut. Ada beberapa kesamaan pada ketiga kata tersebut. Kesamaan tersebut akan saya uraikan dalam bentuk pointer. Mengapa harus pointer, jawabannya agar terlihat lebih panjang tulisan saya. heehehe

Kesamaan dari kata Hidup, Hirup dan Hibuk

  1. Diawali dengan huruf H
  2. Huruf kedua merupakan huruf I
  3. Huruf keempat adalah U
  4. Huruf pertama dan kedua jika digabungkan akan menjadi kata sapaan "Hi... Hi... Hi..."
  5. Terdiri dari lima huruf

Itulah kesamaan dari kata Hidup, Hirup dan Hibuk. Semoga tulisan yang tidak jelas ini bisa membuat kita bertambah sedikit (sekali) wawasan dalam berliterasi.

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You

Hari keenam P2KPKT2 : Tugas 6_Coaching

Hari ini saya tidak hadir dalam pelatihan P2KPKT2 hari keenam. Hal tersebut dikarenakan ada pelatihan yang terjadwal secara bersamaan. Harusnya saya melakukan absen saja pada link yang sudah disiapkan. Namun hal itu tidak saya lakukan, kenapa? Lahh wong tidak bisa hadir, masa ikutan absen. 


Alasan saya tidak bisa hadir pada hari keenam dikarenakan ada pembekalan CPNS 2019. Alhamdulillah saya menjadi salah satu nama CPNS yang lulus dari 3.805 orang. Acara tersebut dimulai pukul 8.00 pagi hingga 15.00. Sehingga saya tidak bisa hadir pada P2KPKT2 karena memang berbarengan. Bukannya bisa menggunakan HP? Iya bisa, namun kuota menjadi masalah mendasar atau menjadi alasan saja. heheheheh...

Tiada rotan akarpun jadi. Hal ini bisa saya gunakan sebagai mengejar ketertinggalan. Ibu Puji Suparmi seperti biasa menyempatkan diri untuk mengambil gambar dengan menggunakan screenshoot (Terimakasih Ibu). Sedikit banyak saya bisa mempelajari dari gambar tersebut. Walaupun saya harus akui apa yang saya dapatkan tidak 100%, karena saya yakin apa yang saya pahami tidak sama dengan apa yang disampaikan oleh Ibu Susiana.

Ringkasan materi bisa dilihat pada file pdf di bawah ini.



Terakhir adalah penugasan. Namun mohon maaf, karena saya tidak mengikuti materi hari ini, saya jadi mengalami kesulitan mengerjakannya. Saat ini yang akan saya lakukan adalah mencari tahu tentang tugas tersebut kepada rekan sejawat. Pada akhirnya nanti akan saya tetap kerjakan. Terimakasih

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You