Senin, 26 Januari 2026

Emas dan Perak untuk Sekolah! Selamat Atas Prestasi Luar Biasa Tim Pencak Silat SDN Cipulir 05

JAKARTA – Senyum bahagia dan rasa bangga tengah menyelimuti keluarga besar SDN Cipulir 05. Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh siswa-siswi terbaik kita dalam ajang bela diri Universitas Budi Luhur Championship yang diselenggarakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, di Universitas Budi Luhur. Perhelatan bergengsi ini pun terasa semakin istimewa karena mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Selatan, serta Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Sinergi dari berbagai pihak ini menjadi panggung yang luar biasa bagi para atlet muda untuk menunjukkan bakat dan sportivitas mereka di tingkat yang lebih luas.

Daftar Juara Kebanggaan Sekolah

Keberhasilan ini diawali oleh penampilan luar biasa dari Juna Sakha Alfaqih, yang dengan performa meyakinkannya membuktikan bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati proses hingga ia sukses mengukuhkan diri sebagai yang terbaik dan meraih Medali Emas.

Semangat juang juga ditunjukkan oleh Ashalina Aisha Staczi Riyani, yang tampil penuh keberanian dan disiplin tinggi sebagai pengingat bahwa keteguhan hati adalah kunci untuk membawa pulang Medali Perak.

Tak ketinggalan, Mochammad Gibran pun memberikan pelajaran berharga tentang arti pantang menyerah melalui perjuangan sengitnya hingga detik terakhir demi menyumbangkan Medali Perak bagi sekolah. Ketiga pendekar muda ini telah membuktikan bahwa dengan tekad yang kuat, setiap rintangan di arena bisa diubah menjadi prestasi yang membanggakan.

Kolaborasi Pelatih dan Manajemen Ekskul

Kesuksesan ini merupakan buah dari pembinaan yang matang. Kak Rifqi, selaku pelatih, menjadi sosok penting yang mengasah fisik dan teknik para siswa setiap minggunya. Di bawah arahan beliau, para siswa tidak hanya belajar cara bertanding, tetapi juga tentang sportivitas dan disiplin diri.

Dukungan operasional dan koordinasi yang apik juga datang dari Ibu Nunung selaku Penanggung Jawab Ekskul Pencak Silat. Beliau memastikan bahwa setiap kegiatan ekstrakurikuler berjalan dengan standar yang baik, sehingga bakat-bakat terpendam siswa dapat tersalurkan ke jalur prestasi yang tepat.

Dukungan Luar Biasa dari Orang Tua

Satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam kesuksesan ini adalah peran orang tua. Pihak sekolah menyadari bahwa di balik anak yang berprestasi, ada orang tua yang luar biasa hebatnya. Dukungan moral, tenaga, hingga waktu yang dikorbankan orang tua untuk mengantar jemput latihan dan mendampingi langsung di lokasi pertandingan adalah energi terbesar bagi anak-anak.

Sorakan semangat dari para orang tua di pinggir gelanggang menjadi tambahan tenaga bagi Juna, Ashalina, dan Gibran saat mereka mulai merasa lelah. Sinergi antara dukungan rumah dan pembinaan di sekolah inilah yang menciptakan mental juara pada diri siswa.

Apresiasi dari Kepala Sekolah

Kepala SDN Cipulir 05, Ibu Hartiningsih, menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kerja sama semua pihak yang terlibat. Beliau mengungkapkan rasa bangganya melihat sinergi yang harmonis antara pihak sekolah, pelatih, dan para orang tua yang telah memercayakan putra-putrinya untuk dibina di lingkungan SDN Cipulir 05. Menurut beliau, kemenangan ini bukan hanya milik para atlet, melainkan hasil dari dukungan kolektif yang kuat, membuktikan bahwa kolaborasi yang baik antara rumah dan sekolah akan selalu membuahkan hasil yang manis bagi perkembangan bakat siswa.

Menuju Prestasi yang Lebih Tinggi

Prestasi di Universitas Budi Luhur Championship ini diharapkan menjadi batu loncatan untuk tantangan yang lebih besar di masa depan. Semoga semangat juang ini menular kepada seluruh siswa SDN Cipulir 05 lainnya untuk terus berprestasi, baik dalam bidang olahraga, seni, maupun akademik.

Selamat kepada para pemenang! Teruslah membumi, teruslah berlatih, dan jadilah inspirasi bagi sesama.

#menulislagi
#salamkenal
#salamliterasi
#salamindrakeren
#dotai
#saLai

see you tomorrow 😉

📄 Jurus Rahasia: Daftar Riwayat Hidup itu apa sih?

  "Hai anak anak kelas 6 yang super duper kece! Pernah dengar kata 'Daftar Riwayat Hidup'? Jangan langsung bayangkan daftar belanjaan ibu ya, ini beda! Atau mungkin kalian pikir ini semacam catatan harian rahasia? Wah, kalau itu sih 'diary', bukan ini! Hari ini kita akan bongkar tuntas, apa itu sebenarnya Daftar Riwayat Hidup. Siap-siap, karena ini akan jadi petualangan seru yang bikin kalian makin pinter dan siap jadi calon bos masa depan! Yuk, kita mulai!"


 🧐 Apa Sih DRH Itu? (Pengertian)

Bayangkan kamu punya "Biodata Level Pro". Daftar Riwayat Hidup itu bukan surat cinta, apalagi daftar utang di kantin! Ini adalah dokumen sakti yang isinya semua info jujur tentang siapa kamu, apa saja yang sudah kamu lakukan, dan sehebat apa kamu sebenarnya. Pokoknya, semua ditulis berdasarkan fakta, bukan hasil mengarang indah ya!

🎯 Kenapa Kita Harus Tulis DRH? (Tujuan)

Tujuannya simpel: Biar orang lain nggak salah kenal! Pas kamu mau daftar jadi ketua OSIS, ikut lomba, atau (nanti kalau sudah besar) melamar kerja, kamu butuh DRH supaya orang langsung bilang, "Wah, anak ini keren banget, kita pilih dia aja!" Ini cara kamu "pamer" prestasi dengan sopan dan elegan.

🧰 Isi "Kotak Rahasia" DRH (Komponen Utama)

Di dalam DRH, ada 5 hal wajib yang harus nongol:

  1. Siapa Kamu? (Identitas Diri) Nama lengkap (jangan nama samaran di game!), umur, rumah di mana, lahirnya kapan, dan nomor HP yang bisa dihubungi. Jangan kasih nomor mantan, eh, maksudnya jangan kasih info palsu ya!
  2. Pernah Belajar di Mana? (Riwayat Pendidikan) Sebutkan sekolah kamu. Mulai dari TK yang penuh kenangan coret-coret tembok, sampai SD tempat kamu jadi penguasa kelas 6 sekarang.
  3. Sibuk Apa Saja? (Pengalaman Organisasi) Pernah jadi anggota Pramuka? Ikut klub catur? Atau jadi panitia lomba makan kerupuk? Tulis di sini! Ini bukti kalau kamu bukan cuma kaum rebahan yang hobi scrol TikTok.
  4. Piala Mana Piala? (Prestasi) Pernah juara 1 lomba lari (dari kenyataan)? Atau juara mewarnai tingkat kecamatan? Semua penghargaan yang pernah kamu dapet, pajang di sini biar DRH kamu makin berkilau! ✨
  5. Kamu Bisa Apa? (Keterampilan) Di sini tempatnya pamer skill. Jago bahasa Inggris? Bisa main gitar sambil merem? Atau jago edit video jedag-jedug? Masukkan semua kemahiranmu di sini!

 "Nah, itu dia tadi rangkuman lengkap tentang Daftar Riwayat Hidup! Gampang banget kan? Sekarang kalian sudah tahu, kalau Daftar Riwayat Hidup itu bukan cuma buat orang dewasa yang mau kerja, tapi juga penting banget buat kita untuk memperkenalkan diri dengan keren!

Ingat ya, setiap pengalaman, setiap prestasi, bahkan hobi kalian yang suka main game itu, bisa jadi bagian penting dari cerita hidup kalian. Siapa tahu, nanti kalian jadi atlet e-sport profesional, terus di Daftar Riwayat Hidupnya ditulis: 'Pernah memenangkan turnamen Mobile Legends tingkat RT!' Keren kan?

Jadi, jangan pernah malas belajar ya! Belajar itu ibarat menabung ilmu. Semakin banyak ilmu yang kalian punya, semakin tebal 'Daftar Riwayat Hidup' kalian di masa depan. Ibaratnya, kalau belajar itu kayak makan brokoli, rasanya mungkin agak aneh di awal, tapi nanti bikin kalian kuat dan sehat... otaknya! Haha!

Terus semangat menggali potensi diri dan jangan takut untuk mencoba hal-hal baru.

#menulislagi

#salamkenal
#salamliterasi
#salamindrakeren
#dotai
#saLai
see you tomorrow 😊

Selasa, 02 Desember 2025

Empat Pendekar Cilik SDN Cipulir 05 Taklukkan Kejurnas Pencak Silat!

Pencak silat sebagai warisan budaya bangsa tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga nilai-nilai penting seperti disiplin, keberanian, sportivitas, dan rasa hormat. Bagi pelajar, pencak silat dapat membentuk karakter yang kuat sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh serta fokus belajar. Nilai-nilai inilah yang tercermin pada para siswa SDN Cipulir 05 Jakarta Selatan saat mereka tampil dalam ajang Kejuaraan Nasional Pencak Silat II Jakarta.


Gelaran yang berlangsung pada 28–30 November 2025 di Gelanggang Olahraga Ciracas tersebut. Empat siswa SDN Cipulir 05 berhasil mengukir prestasi gemilang dan membawa pulang gelar juara. Mereka adalah Jefri Candra, siswa kelas 6 yang meraih Juara 1 Kelas E Usia Dini 2 Putra (34–36 kg); Zulfah Azzahra, siswa kelas 6 yang meraih Juara 1 Kelas C Usia Dini Putri (30–32 kg); serta Maulana Sigit Maulana siswa kelas 1 dan Syahrul Khairul Umam siswa kelas 2, yang keduanya meraih Juara 1 Kategori Tanding Usia Dini 1 Putra. Keempatnya tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di arena.


Prestasi ini menjadi kebanggaan besar bagi keluarga, guru, serta seluruh warga SDN Cipulir 05. Keberhasilan para siswa menunjukkan bahwa ketika semangat, latihan, dan dukungan berjalan beriringan, hasil luar biasa dapat terwujud. Setiap usaha mereka adalah bukti bahwa potensi anak-anak dapat berkembang luas ketika diberi kesempatan dan ruang untuk tumbuh.




Kisah empat siswa ini mengingatkan bahwa perjalanan menuju keberhasilan selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan tekun dan hati yang kuat. Siapa pun yang menyaksikan pencapaian ini akan merasakan bahwa kerja keras tidak pernah menghianati hasil. Semoga semangat mereka dapat menular, menginspirasi banyak orang untuk terus bergerak maju, berani mencoba hal baru, dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.

#menulislagi
#salamkenal
#salamliterasi
#salamindrakeren
#dotai
#saLai
see you tomorrow 😊

Rabu, 26 November 2025

Anak SD Jadi Pahlawan Bumi! Serunya Ikut Urban Sustainability Education

Program Urban Sustainability Education adalah kegiatan seru yang mengajak anak-anak di Jakarta untuk sayang lingkungan sambil belajar hal-hal baru. Program ini diikuti oleh puluhan ribu siswa dari banyak sekolah. Lewat kegiatan ini, anak-anak diajak seru-seruan menanam tanaman, menjelajah lingkungan sekitar, dan belajar tentang cara menjaga bumi dengan cara yang sederhana tapi bermanfaat.

Bersama Kepala Sekolah

Salah satu kegiatan yang paling seru adalah Urban Farming. Di sini, tiap sekolah mengajak sekitar 30 murid untuk menanam tanaman meskipun lahannya kecil. Mereka memakai alat-alat sederhana seperti galon bekas, sekop kecil, dan alat siram. Asyiknya, anak-anak bisa langsung belajar bagaimana menanam, menyiram, dan merawat tanaman agar tumbuh subur. Ternyata menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil seperti menanam sayuran, lho!




SDN Cipulir 05 juga ikut ambil bagian dalam kegiatan seru ini, dan sejak awal suasananya terasa penuh semangat. Sebanyak 30 siswa kelas 6 turun ke lahan kosong sekolah untuk menanam bayam, terong, dan cabai. Mereka tidak hanya datang untuk menanam, tetapi juga untuk bekerja sama, saling membantu, dan menikmati prosesnya. Pak Ari telah menyiapkan seluruh perlengkapan menanam dengan sangat teliti—mulai dari galon bekas, tanah, alat siram, hingga bibit yang siap tanam—sehingga anak-anak dapat belajar dengan nyaman. Kehadiran Ibu Kepala Sekolah yang memberikan dukungan langsung membuat anak-anak semakin termotivasi, merasa dihargai, dan lebih percaya diri dalam mencoba hal baru.



Sementara itu, setiap momen berharga terekam indah berkat Pak Indra yang mendokumentasikan kegiatan melalui foto dan video. Setiap senyum, tawa, percikan tanah, dan usaha kecil yang dilakukan anak-anak menjadi bukti bahwa belajar tidak selalu harus di dalam kelas; belajar bisa dilakukan sambil bergerak, bermain, dan merawat alam. Melalui pengalaman sederhana ini, siswa diajak untuk menyadari bahwa merawat tanaman sama seperti merawat masa depan—dibutuhkan kesabaran, tanggung jawab, dan kepedulian. Dengan cara ini, mereka bukan hanya menanam sayuran, tetapi juga menanam nilai-nilai baik yang akan mereka bawa hingga dewasa nanti.



Lewat kegiatan ini, diharapkan anak-anak makin cinta lingkungan dan berani mencoba hal baru. Bayangkan saja, satu bibit kecil yang mereka tanam bisa tumbuh menjadi tanaman yang bermanfaat! Itu artinya, hal kecil yang dilakukan sekarang bisa membawa perubahan besar di masa depan. Anak-anak SD hari ini adalah “pahlawan bumi” masa depan. Dengan menanam, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan sekolah, mereka sudah membantu membuat Jakarta jadi lebih hijau, lebih sehat, dan lebih menyenangkan untuk semua.



#menulislagi
#salamkenal
#salamliterasi
#salamindrakeren
#dotai
#saLai
see you tomorrow 😊

Guru Hebat, Indonesia Kuat: Meriahnya Hari Guru Nasional 2025 di SDN Cipulir 05

Suasana halaman SDN Cipulir 05 berubah menjadi lebih semarak setelah upacara bendera selesai. Tanpa panggung besar, seluruh kegiatan dilaksanakan langsung di lapangan sekolah, membuat jarak antara penampil dan penonton terasa lebih dekat dan hangat. Para peserta didik duduk rapi, sebagian berdiri sambil mencari posisi yang lebih jelas, sementara para guru dan orang tua berbaur di sisi lapangan. Keceriaan dan rasa penasaran tampak jelas pada wajah anak–anak yang menunggu giliran tampil, membuat pagi itu terasa hidup dan penuh antusiasme.

Selamat Hari Guru Nasional

Acara dibuka oleh MC, Ibu Novi dan Ibu Isni, yang menyapa hadirin dengan hangat. Doa oleh Pak Wima mengawali kegiatan dengan suasana tenang, disusul sambutan dari Ibu Hartiningsih yang mengingatkan kembali betapa besar peran guru dalam membimbing dan membentuk karakter peserta didik. Setelah sambutan selesai, rangkaian penampilan dimulai dan lapangan pun menjadi ruang penuh cerita dari setiap peserta yang tampil.

Acara dibuka oleh MC dan pembacaan doa

Penampilan pertama datang dari Ekskul BTQ. Hima, yang tampil seorang diri di tengah lapangan, melantunkan surat Al-Zalzalah dengan suara lembut namun jelas. Wajahnya sedikit gugup, tetapi ia terus membaca hingga akhir dengan penuh keteguhan. Tepuk tangan yang mengalun setelahnya menjadi hadiah keberaniannya. Setelah itu, Elora melangkah maju membawakan lagu berjudul From the start, yang dipopulerkan oleh Laufey. Suaranya sempat bergetar di awal, namun perlahan stabil saat melihat teman-temannya memberi dukungan.

Sambutan Kepala Sekolah, BTQ oleh Hima dan Nyanyian dari Elora

Memasuki sesi penampilan kelas rendah, suasana lapangan semakin ramai dan hangat. Kelas 1C yang masih mungil menyanyikan “Hymne Guru” sambil berusaha menjaga barisan. Beberapa anak sesekali saling melirik agar tetap kompak, membuat para guru tersenyum haru. Kelas 1B membawakan “Pagiku Cerahku,” suaranya belum serempak namun penuh semangat. Kelas 2B tampil energik membawakan “Jumbo,” dengan beberapa anak yang menyanyi terlalu cepat—mendahului musik dan mengundang senyum penonton.


Tak lama kemudian, kelas 1A maju dengan penuh percaya diri menyanyikan lagu “Jasamu Guru.” Ada yang bernyanyi terlalu cepat, ada yang sesekali lupa lirik, namun ketulusan suara mereka justru membuat banyak guru tersenyum bangga. Setelah itu, kelas 1D dan 2A tampil dengan penuh usaha; ada yang melangkah lebih maju dari barisan, ada yang sesekali mencari wajah gurunya untuk memastikan gerakannya benar.


Ketika kelas 3 menari, gerakan mereka memang tidak selalu selaras—ada yang terlalu cepat, ada yang tertinggal beberapa detik—namun justru ketidaksempurnaan itulah yang membuat penampilan mereka terasa hangat. Tawa kecil, langkah ragu, dan ekspresi polos mereka membuat seluruh lapangan terhibur sekaligus tersentuh, mengingatkan semua yang hadir bahwa ketulusan anak-anak adalah hadiah paling murni untuk para guru.


Lalu tibalah momen yang membuat seluruh lapangan pecah oleh sorakan: penampilan Teacher Squad. Para guru yang biasanya terlihat tegas di ruang kelas kini tampil ceria dan penuh energi membawakan tarian “Aku Anak Sekolah.” Sorak-sorai siswa menggema; beberapa bahkan berdiri sambil menirukan gerakan gurunya. Ketika salah satu guru terlambat mengikuti irama, tawa pecah bukan karena mengejek, tetapi karena murni bahagia melihat kedekatan yang jarang terlihat. Penampilan singkat itu meninggalkan memori hangat bagi semua yang hadir.


Rangkaian berikutnya menampilkan ekskul-ekskul sekolah. Ekskul PMR membuka sesi ini dengan Tari Tobala Bale. Gerakan mereka yang berenergi memantulkan semangat muda yang ceria; beberapa peserta tampak berusaha menjaga fokus meski sesekali melirik teman di sampingnya untuk memastikan gerakannya tepat.



Ekskul Tari 1 menyusul dengan Tari Kicir-Kicir. Ada momen ketika satu penari hampir kehilangan pegangan selendangnya, lalu cepat-cepat memperbaikinya sambil tersenyum malu—sebuah kejadian kecil yang justru membuat penampilan mereka terasa manis dan menggemaskan. Ekskul Silat kemudian mengambil alih lapangan dengan aura yang berbeda. Gerakan mereka yang tegas dan lincah membuat penonton terpukau; setiap hentakan kaki dan ayunan tangan tampak penuh keyakinan, seolah menunjukkan bahwa keberanian juga tumbuh dari latihan dan kebersamaan.

Begitu tepuk tangan mereda, Ekskul Tari 2 maju dengan Tari Sipatokaan. Mereka bergerak anggun, lembut, dan rapi, membuat suasana terasa lebih tenang dan elegan, kontras dengan energi penampilan sebelumnya.


Sebagai penutup sesi ekskul, Ekskul Pramuka tampil dengan pertunjukan tari yang dipadukan dengan gerakan bendera semaphore. Perpaduan langkah tari dan kibasan bendera yang membentuk kode-kode visual menciptakan pemandangan unik di tengah lapangan. Beberapa peserta tampak fokus mengikuti ritme, sementara yang lain tersenyum ketika benderanya hampir tak selaras. Ketekunan mereka menggabungkan seni tari dan keterampilan semaphore membuat penampilan ini terasa berbeda dan berkesan. Penonton pun menyaksikannya dengan penuh antusias.


Ketika memasuki penampilan kelas tinggi, suasana di lapangan perlahan berubah menjadi lebih emosional. Kelas 6C membuka sesi ini dengan lagu dan puisi “Jasamu Guru.” Suara mereka yang tulus, meski sesekali bergetar, membuat beberapa guru tampak berkaca-kaca.



Usai penampilan itu, kelas 5 maju dengan percaya diri membawa perpaduan nyanyi dan tari. Gerakan mereka sempat tidak kompak di awal, namun momen itu justru membuat mereka saling tersenyum dan pelan-pelan menyelaraskan ritme hingga akhir penampilan.



Kehangatan ini kemudian berlanjut ketika kelas 6A menghadirkan drama musikal “Pelita di Setiap Langkah Kami.” Berbeda dari kelas lainnya, mereka tampil menggunakan audio rekaman yang sudah disiapkan sebelumnya. Tanpa dialog langsung, setiap pemain mengandalkan mimik wajah, gerak tubuh, dan ekspresi yang mengikuti alur suara dari rekaman tersebut. Ada momen ketika seorang pemain sedikit terlambat mengikuti audio atau terlihat bingung sesaat, tetapi detail-detail kecil itu justru membuat penampilan terasa hidup dan manusiawi. Penonton dapat melihat kesungguhan mereka dalam memadukan gerak dan ekspresi, membuat drama itu tampak seperti kolaborasi penuh ketulusan antara latihan dan keberanian tampil di depan publik. Sesekali improvisasi kecil muncul spontan dan menimbulkan tawa hangat, menciptakan kedekatan yang tidak dibuat-buat.

Setelah drama usai, kelas 4B tampil membawakan “Petualangan Sherina.” Meski kostumnya sederhana, ekspresi dan semangat mereka seolah menghidupkan kembali cerita petualangan penuh imajinasi itu. Begitu penampilan selesai, kelas 6D mengambil alih dengan kombinasi menari dan menyanyi. Meskipun kelelahan mulai terlihat, mereka tetap menuntaskan penampilan dengan senyum yang tidak pudar.


Tak lama kemudian, suasana kembali ceria ketika kelas 4A mengajak seluruh penonton bergerak melalui senam “Guruku Tersayang.” Beberapa anak kecil di sekeliling lapangan ikut menirukan gerakannya, membuat suasana semakin hidup.



Sebagai penutup sesi siswa, kelas 6B tampil dengan lagu dan puisi “Terima Kasih Guruku.” Mereka berdiri dalam barisan rapi, namun dari sorot mata mereka tampak jelas bahwa kata-kata itu bukan sekadar hafalan. Pada beberapa bagian suara terdengar pelan, seolah menahan haru, sementara pada bagian lain menguat, seperti ingin menyampaikan rasa terima kasih yang selama ini terpendam. Tepuk tangan panjang yang mengiringi penampilan mereka menutup sesi itu dengan nuansa hangat, bangga, dan penuh rasa syukur.


Menjelang akhir acara, para orang tua murid ikut tampil dan suasana langsung kembali riuh. Sorakan dan tawa pecah saat mereka mulai bergerak mengikuti musik. Ada yang tampak grogi, ada yang justru terlalu semangat, namun semuanya tampil dengan hati. Menjadikan momen sederhana ini terasa sangat berharga bagi semua yang hadir.



Tepat pukul 12.00, acara ditutup oleh MC. Meski matahari semakin terik, senyum para peserta didik, guru, dan orang tua tetap merekah. Hari itu, lapangan SDN Cipulir 05 bukan hanya menjadi lokasi kegiatan, tetapi ruang yang penuh kenangan, kebersamaan, dan penghormatan bagi para pendidik yang telah menyalakan cahaya bagi masa depan anak-anak.

Di balik seluruh rangkaian penampilan hari ini, terpancar satu pesan yang menguatkan: bahwa setiap guru adalah pelita yang tak pernah padam bagi perjalanan anak-anak. Dari tangan merekalah keberanian tumbuh, mimpi menemukan arah, dan karakter mulai terbentuk. Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini bukan sekadar selebrasi, tetapi pengingat bahwa kekuatan pendidikan lahir dari hati yang setia membimbing, bukan dari kemegahan panggung. Dengan semangat “Guru Hebat, Indonesia Kuat,” kita percaya bahwa masa depan bangsa akan tetap kokoh selama masih ada guru yang rela berdiri di garis depan pengetahuan dan kasih sayang. Semoga cahaya pengabdian para guru terus menerangi langkah generasi penerus, dan hari ini menjadi pengingat bahwa mereka tidak pernah berjalan sendirian, ada seluruh keluarga besar pendidikan yang mendukung, menghargai, dan mencintai mereka sepenuh hati.

#menulislagi
#salamkenal
#salamliterasi
#salamindrakeren
#dotai
#saLai
see you tomorrow 😊