Tampilkan postingan dengan label cerbung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerbung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Januari 2021

TOC Cinta Juna Season 2

AISEI.... yaa AISEI!! Gara-gara AISEI TOC cerita bersambung Cinta Juna Season 2 bisa tersusun hingga episode ke-15. Entah ceritanya bagus atau tidak, yang saya tahu menulis cerita ini mengalir saja. Tidak tahu endingnya seperti apa dan bagaimana menamatkan ceritanya. 

Apa yang menyebabkan cerita ini sulit mencapai ending. Alasannya lebih dari satu, yaitu Cerita ini tidak diawali dengan TOC, kemudian tidak ada Alur yang jelas dan banyaknya tokoh dadakan di dalam cerita. Hal tersebut yang membuat Saya bingung untuk mengakhirinya.

Hehehehehe.... Tertawa dulu saya! (Ternyata banyak keleruu-nya Saya)

Berdasarkan fakta tersebut, akhirnya cerita Cinta Juna saya Stop dulu. Saya akan perbaiki proses penulisannya, tentunya agar penulisannya lebih baik lagi. Namun sebelum saya benar-benar Stop sementara. Saya akan susun cerita Cinta Juna yang saya buat untuk para pembaca setia blog sederhana ini.

        Season 1 Cinta Juna

        Season 2 Cinta Juna :

  1. Episode 1 : Melanjutkan
  2. Episode 2 : Ingatan Juna
  3. Episode 3 : Memandang Cinta
  4. Episode 4 : Dumai
  5. Episode 5 : Teringat Bunda
  6. Episode 6 : Dinner
  7. Episode 7 : Sosok Ardi
  8. Episode 8 : Kembali ke Belakang
  9. Episode 9 : Juna - Ardi
  10. Episode 10 : Kecurigaan Cinta
  11. Episode 11 : Mentari
  12. Episode 12 : Ridwan
  13. Episode 13 : Senyum Juna Kembali
  14. Episode 14 : Teringat ucapan Om Shandy
  15. Episode 15 : Cinta yang Penasaran
Total sudah 25 cerita tentang Cinta Juna, tidak terasa sudah banyak juga yaa... hehehehehee. Rinciannya Season 1 ada 10 cerita, Season 2 ada 15 cerita, Bisa kali dijadiin buku nih. Hehehehe.

Sekali lagi terima kasih AISEI yang sudah menginspirasi banyak peserta, terutama saya! Semoga diusia yang ke-2 AISEI semakin KEREN, sesuai dengan 4 pilar AISEI yaitu Learning (Pendidik Belajar), Sharing (Pendidik Berbagi), Inspiring (Pendidik Menginspirasi), dan Writing (Pendidik Menulis).

#JAn23AISEIWritingChallenge

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren

Kamis, 21 Januari 2021

Cinta Juna : Cinta yang Penasaran

Sepanjang perjalanan setelah selesai beristirahat. Mulut Cinta tidak bisa berhenti bertanya kepada Juna. Banyak pertanyaan yang diutarakan Cinta, hanya sekedar ingin tahu apa yang sedang dipikirkan Juna. Tidak biasanya Juna memasang muka suntuk selama itu, bahkan sampai mengacuhkan Cinta saat di rumah makan tadi.

Selasa, 19 Januari 2021

Cinta Juna : Teringat ucapan Om Shandy

Apakah yang dikatakan Om Shandy itu benar? 

Apakah sebenarnya Ardi tau yang sebenarnya?

Apakah Ridwan benar-benar mirip dengannya?

Apakah perjalanan ini merupakan ujung dari banyak tanya yang ada?

Apakah Ayah sebenarnya tahu tentang ini?

Apakah perjalanan ini Ayah yang merancangnya ?

Lalu bagaimana Cinta?

Siapa Cinta?



Pikiran Juna terbang ke belakang. Membayangkan banyak tanya yang terus berantai tanpa adanya sebuah kesimpulan yang pasti. Semakin Juna memikirkan semakin banyak pula tanya baru yang bermunculan, menambah daftar tanya yang sudah disusun di kepala.

Cinta Juna : Senyum Juna Kembali

Perjalan Dumai - Jambi yang memakan waktu 12 jam perlajanan, membuat supir bus memutuskan untuk memarkir busnya di salah satu rumah makan. Cinta yang berusaha membuka obrolan dengan Juna merasa agak takut untuk memulainya. Semenjak pembicaraan semalam ketika bus Medan Jaya baru meluncur dari RM Bunda Kanduang, Juna memang tidak mengucapkan sepatah katapun. 



"Kenapa sih... biasa aja mukanya, gak usah kaya orang bingung" ledek Juna

Cinta Juna : Ridwan

DUMAI - Rumah sederhana diujung gang menambah sunyi suasana malam menjelang subuh. Ardi berjalan menelusuri jalan setapak untuk sampai ke rumah sederhana tersebut. Tidak ada angkutan kota menuju ke lokasi tersebut, apalagi saat langit masih sangat gelap seperti sekarang ini.

"Assalamu'alaikum...." Ucap ardi berkali-kali sambil mengetuk pintu yang terbuat dari kaya tersebut.



Cukup lama Ardi menunggu di luar. Entah sudah berapa kali tangannya mengetuk pintu agar orang yang ada di dalamnya segera membuka. Namun semakin sering pintu diketuk, semakin tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya.

Cinta Juna : Mentari

JAWA TENGAH - Mentari pagi yang terik tidak mengalihkan Mentari untuk terus menjemurkan tubuhnya dipinggir kolam renang. Seakan-akan membiarkan tubuh putih mulusnya terpapar sinar mentari yang menyilaukan. Kulit kecoklatan memang menjadi idaman mentari, karena bosan dipanggil bule oleh teman-teman sekolahnya.



Kecantikan Mentari memang sudah diakui di sekolahnya. Banyak teman laki-laki yang menaruh hati kepadanya. Namun Mentari tidak mengindahkan semua perkataan teman laki-lakinya. Setiap ajakan untuk menjalani hubungan selayaknya remaja pada umumnya, Mentari selalu menolaknya dengan cara yang baik dan sopan.  Penolakan tersebut juga dapat diterima oeh setiap teman laki-laki yang mencoba mendekatinya.

Cinta Juna : Kecurigaan Cinta

Peristiwa terakhir dalam pertemuan Kak Ardi menimbulkan curiga dibenak Cinta. Cinta ingin bertanya ke Juna, namun sosok yang sudah dikenalnya lebih dari 17 tahun sedang tidak mood sepertinya. Juna terus memasang muka masam semenjak menaiki bus medan jaya kembali. Duduk dipojok dekat jendela dan memalingkan wajahnya ke arah luar, itu yang dilakukan Juna semenjak tadi.



"Kak..." Panggil Cinta

Cinta Juna : Juna - Ardi

Juna tersadarkan dengan bayangan dimasa lalu. Bayangan saat pertama kali berjumpa dengan sosok Ardi. Moment ketika tangannya ditarik paksa oleh Ardi merupakan moment yang paling diingatnya. Namun sebutan nama Ridwan menjadi tanya terbesar dalam benaknya. Siapa Ridwan? Apakah Ridwan sangat mirip dengannya?, sampai-sampai Ardi menariknya hingga begitu kuat.



Kak..! “ Suara Cinta menghentikan lamunan Juna.

Duduk Kak…!” Pinta Cinta kepada Kak Ardi yang sedari tadi berdiri dibelakang kursi Kak Juna.

Rabu, 13 Januari 2021

Cinta Juna : Kembali ke Belakang

Cerita Sebelumnya

Kedai bakso Pak Herman di dekat sekolah.

Juna yang sedang antri menunggu giliran tiba-tiba ditarik. Tangan Juna ditarik oleh pria yang tidak dikenalnya. Pria tersebut terus menarik Juna, walaupun Juna tak mengenalnya. Beberapa kali Juna menahan tangannya agar tidak ditarik pria tersebut. Namun semakin Juna menahan, semaki kuat pria tersebut menarik Juna.



"Ngapain sihh, lama banget!" bentak pria tersebut kepada Juna.

Juna yang tidak mengenalnya, semakin berusaha melepaskan diri. Namun sulit karena pria tersebut lebih besar dari padanya. 

"Ayoo.. cepet, Ayah sudah menunggu di mobil" ucap pria tersebut lagi.

Selasa, 05 Januari 2021

Cinta Juna : Sosok Ardi

Suapan demi suapan masuk ke dalam mulut Juna. Juna hanya nurut saja dengan polah Cinta yang menyuapinya. Seperti Ibu yang menyuapi anaknya. 

"Aaa... Aa... yang besar buka mulutnya Nak" Canda Cinta setiap menyuapinya, sambil tersenyum bahagia. 

Keceriaan Cinta membuat Juna ikut bahagia. Jika dipikirkan, cepat sekali perasaan Cinta berubah!

Lambung sudah terisi penuh. Beberapa penumpang sudah kembali menaiki Bus Medan Jaya. Termasuk Juga Cinta Juna yang sudah mulai kepayahan, karena kekenyangan. Entah berapa porsi menu makanan yang mereka lahap. 

"Ayoo.. ta" ajak Juna.

"Gak kuaatt jalaan...." gerutu Cinta manja, sambil menggembungkan pipinya.

"Samaaa..." jawab Juna, sambil duduk kembali.

Sosok pria tegap yang saat itu duduk di sebelah Cinta datang menghampiri Juna serta Cinta. Berdiri tepat di belakang bangku yang Juna duduki.

"Mas Ardi... " sahut Cinta

"Haii... ta" jawab Ardi

Juna yang mendengar sapaan mereka, spontan menolehkan kepalanya menghadap ke arah posisi Ardi berada.

"Halloo... masih ingat saya?" sapa pria yang berdiri di belakang Juna.

" ??? " Juna hanya mengernyitkan dahi, 

"siapa sebenarnya pria ini?" gumam Juna dalam hati.


#Jan05AISEIWritingChallenge

Salam Kenal

Salam Literasi

Salam Indrakeren

Minggu, 03 Januari 2021

Cinta Juna : Dinner

Setelah suasana hati tenang, perasaan Cinta bahagia kembali. Meskipun demikian, Juna tahu apa yang Cinta rasakan sebenarnya. Dibalik senyuman yang diperlihakan tersimpan luka yang mendalam, apalagi jika bukan tentang kata "Bunda". Dengan sikap Cinta yang sekarang, paling tidak sudah bisa membuat Juna tenang. 

Hidangan terhidang, lengkap, banyak. Semua tinggal pilih serta langsung diniknati. Rendang, Gulai, Tunjang, Ayam dengan berbagai olahan tersaji. Belum lagi lauk lainnya, serta sayur pucuk ubi dan gulai nangka sebagai pelengkap yang memancing selera. Sambal hijau tidak boleh lupa. Mata Juna berputar, melirik seakan bingung mau memilih yang mana. Cinta yang melihatnya hanya tertawa dan mengambilkan sepotong tunjang yang Juna paling suka. 

Jumat, 01 Januari 2021

Cinta Juna : Teringat Bunda

Cerita sebelumnya

Juna menoleh, selingak-celinguk mencari sosok cantik yang sedari tadi dalam genggaman. Namun setelah masuk ke dalam restoran sosok cantik tidak ditemukan. Juna mencari sepanjang mata memandang. Sosok cantik tetap tidak ditemukan di setiap sudut restoran.

Juna menatap ke luar restoran, sosok cantik yang ia cari berhasil ditemukan. Diam, sendu dan pucat pasih terlihat dari kejauhan. Juna menghampiri, menembus para penumpang yang berlalu lalang. Cinta melihat Juna dari kejauhan, Cinta berusaha mengusap semua kesedihan. Senyum mengembang Cinta perlihakan, di depan Juna yang selalu perhatian. 


"Kenapa ta" tanya Juna.

Rabu, 30 Desember 2020

Cinta Juna : Dumai

Bus Medan Jaya sampai di daerah Dumai, bus masih melaju dengan kecepatan sedang ditengah gelapnya malam. Cinta yang sudah pindah tempat duduk, menatap Juna yang sedang terlelap tidur disebelahnya. Tergambar ketenangan diwajah Juna ketika seharian dalam perjalanan mengkhawatirkan dirinya. Tanpa Juna sadari saat Cinta duduk bersama Ardi, sesekali Cinta juga melirik ke arah Juna yang sedang mengkhawairkannya. 


Kekhawatiran Juna sebenarnya sudah biasa Cinta rasakan. Juna yang selalu memperhatikannya sejak lama, memang selalu dan selalu ingin tahu segala hal tentang dirinya. Namun memang sikap cuek Juna, menurut Cinta sudah selevel dewa, kadang membuat Cinta bete dan ngambek terhadapnya. Belaian lembut dari Cinta di rambut Juna membangunkan tidurnya dan mengakhiri tatapan Cinta terhadapnya.

Senin, 28 Desember 2020

Cinta Juna : Memandang Cinta

Cerita sebelumnya

Cinta masih mengusel-ngusel kepalanya yang baru saja kejedod bangku bus yang tiba-tiba mengerem mendadak. Entah apa yang terjadi, sehingga supir bus menginjak rem secara mendadak. Namun bukan hal tersebut yang dipikirkan Juna, Juna hanya menatap sosok pria berbadan tegap dengan sangat jeli. Tatapan Juna dibalas dengan tatapan dan senyum pria berbadan tegap sambil mengangguk tanda menghormati.



Cinta yang sejak tadi melihat Juna sedang menatap Ardi jadi sedikit tidak enak. Cinta bergegas berdiri dan pindah tempat duduk di samping Juna kembali. Cinta yang sudah berada di dekat Juna, segera menatap dan tersenyum kepadanya. "Kepalanya sakit?" Tanya Juna sambil menyentuh kening Cinta. "sedikit" Jawab Cinta sambil meringis manja.

Ahh... Juna tenang saat ini, karena Cinta sudah berada disebelahnya kembali. Perjalanan dilanjutkan dengan tiada lagi kekhawatiran di hati. Langit malampun semakin meyelimuti. Bus Medan Jaya bergerak tanpa ada tanda ingin berhenti. Mungkin di Dumai nanti akan berhenti, sekedar untuk istirahat dan perut yang akan segera terisi. Sambil memandang Cinta, Juna berbicara dalam hati "Apa yang sedang terjadi?" Juna berimajinasi lagi.


#Dec28AISEIWritingChallenge

Sabtu, 26 Desember 2020

Cinta Juna : Ingatan Juna

Cerita sebelumnya

Juna cemburu!!! yang benar saja. Tidak mungkin! Cinta adalah cinta pertamanya. Suka dan duka telah mereka lewati bersama, bahkan perjalanan yang sedang mereka jalani ini bertujuan untuk mengurai banyak tanya.

Jumat, 25 Desember 2020

Cinta Juna : Melanjutkan


Perjalanan dilanjutkan, Perjalanan panjang Cinta Juna menuju jawaban banyak tanya tentang banyak peristiwa. Bisikan Om Shandy yang yang mengganggu pikiran. Surat dari Ayah yang mengharuskan mereka melangkah. Sosok pria tegap yang duduk di sebelah Cinta, serta Juna yang duduk sendiri dalam perjalanan akan menambah seru kisah mereka.

Medan - Jawa Tengah yang sedang ditempuh terasa membosankan bagi Juna. Namun hal itu tidak berlaku bagi Cinta yang duduk disebelah Pria berbadan tegap yang diketahui bernama Ardi. Sejak pindah tempat duduk dua baris ke belakang dari tempat duduk Juna, Cinta memang duduk disebelah pria berbedan tegap, tepatnya Ardi yang duduk pada bangku kosong yang ada di sebelah Cinta. Awal obrolan ringan yang diutarakan Ardi kepada Cinta yang kurang ditanggapi oleh Cinta sekarang sudah menjadi canda tawa diantara mereka.


Berbeda dengan Juna yang duduk sendiri semenjak Cinta pindah duduk ke belakang. Juna merasa perasaan bersalahnya terhadap Cinta hanya sesaat saja. Ia yakin pada saatnya nanti Cinta akan duduk kembali di sebelahnya. Walaupun Juna merasa sedikit khawatir terhadap Cinta yang sudah bisa ketawa ketiwi dengan sosok berbadan tegap yang baru dikenalnya selam perjalanan. Hmmm... Cinta memang anak yang supel, berbeda dengan Juna yang lebih suka hidup dalam imajinasi liarnya. Jadi sangat wajar sebenarnya jika Cinta bisa langsung akrab dengan orang yang baru dikenalnya, namun perasaan Juna kali ini berbeda. Juna merasa pernah melihat sosok berbadan tegap tersebut!


#Dec24AISEIWriingChallenge

Selasa, 22 Desember 2020

TOC Cinta Juna Season 1

AISEI kembali membuat saya bisa menulis satu tema secara konsisten. Sebelumnya Pesan Bapak berhasil saya tuliskan sebanyak 25 postingan. 25 postingan tersebut akhirnya dapat disusun menjadi TOC yang lumayan menarik untuk dikembangkan/diedit agar bisa menjadi tulisan yang sempurna.

Begitu juga dengan Cinta Juna, memang Cinta Juna belum sampai tahap akhir cerita. Namun 10 episode sudah bisa dinikmati para pembaca. 

Dimulai dari Khayalan Juna tentang teknologi, sampai akhirnya bisikan Om Shandy kepada Cinta yang membuat banyak tanya dalam cerita tersebut. Datangnya surat dari Ayah membuat Cinta Juna masuk ke dalam perjalan Medan - Jawa Tengah.

Apa yang akan terjadi dalam perjalanan Cinta Juna dalam usahanya memecahkan banyak tanya dalam pikiran mereka.

Bagi yang tertinggal kisah Cinta Juna, bisa membaca kembali pada tautan di bawah ini : 

  1. Episode 1 - Giliran Juna
  2. Episode 2 - Semangat Cinta
  3. Episode 3 - Cerita Cinta
  4. Episode 4 - Cinta Juna
  5. Episode 5 - Ditinggal Ayah
  6. Episode 6 - Surat dari Ayah
  7. Episode 7 - Bimbang dalam Diam
  8. Episode 8 - Persiapan Perjalanan
  9. Episode 9 - Cinta Cemberut 
  10. Episode 10 - Juna Melirik

Selamat membaca para teman literasi. Semoga menjadi salah satu hiburan diakhir tahun ini. Apakah Cinta Juna sampai di tujuan? Ada apa di dalam perjalanan? Bisakah Cinta Juna bertemu dengan Ayah? Bagaimana kabar Om Shandy? Benarkah alamat yang ada di dalam surat? Nantikan Cinta Juna Season 2 (10 Episode selanjutnya) semua tanya akan segera terjawab!!!

Season 2 sudah mengudara, Klik disini yaa

#Day22AISEIWritingChallenge

Salam Kenal

Salam Literasi

Salam Indrakeren

Juna Melirik

Cerita Sebelumnya


Perjalanan di siang hari sangat menyenangkan. Pemandangan dalam perjalanan sangat memanjakan mata, begitulah yang dirasakan Cinta. Setiap pegunungan dan sungai yang dilewati Bus Medan Jaya sungguh membuat Cinta bahagia. Sesekali Juna memperhatikan Cinta berharap ada balasan senyum manis dari adik tercinta. Namun yang didapat adalah tidak ada sama sekali.

"Pemandangan alam Sumatera memang sangat indah yaa" tegur Pria berbadan tegap yang duduk persis di sebelah Cinta.

Cinta hanya tersenyum saja. Sosok pria berbadan tegap yang duduk di sebelah Cinta terus memperhatikan apa yang Cinta perhatikan. Ingin rasanya Cinta pindah duduk kembali di sebelah Juna, namun rasa kesal terhadap Juna masih mengganjal dihati. Akhirnya Cinta putuskan untuk tetap duduk di kursi yang berjarak dua kursi di depan tempat Juna.

Pria berbadan tegap terus mencoba membuka obrolan dengan Cinta. Namun Cinta selalu menjawabnya dengan singkat. Mungkin karena seringnya pria berbadan tegap tersebut bertanya, akhirnya Cinta mulai terbiasa dengan obrolan yang diciptakan oleh pria berbadan tegap. Sesekali tawa Cinta pecah saat pertanyaan-pertanyaan lucu keluar dari pria berbadan tegap. Tawa Cinta yang terdengar sangat bahagia, membuat Juna melirik sinis penuh rasa penasaran. "Apa yang diobrolkan Cinta dengan Pria berbadan tegap".

Cerita Selanjutnya 

#Day20AISEIWritingChallenge

Salam Kenal

Salam Literasi

Salam Indrakeren

Cinta Cemberut

Cerita Sebelumnya


Bus Medan Jaya mulai meninggalkan termina Pematang Siantar. Perjalanan yang harusnya dilakukan pagi hari harus berubah jadwal menjadi siang hari selepas zuhur. Ini semua gara-gara Juna!!! Seandainya Juna tidak mampir terlebih dahulu ke sekolah tentunya perjalanan sudah lumayan jauh meninggalkan kota Medan. 


Sepanjang perjalanan yang baru beberapa kilometer dari kota Medan wajah Cinta selalu ditekuk. Wajah Cinta seperti itu bukan tanpa alasan, kekhawatiran terhadap Ayah tercinta yang entah ada di daerah mana sekarang berada, namun Juna menganggapnya terlalu enteng. Masih sempat-sempatnya Juna mampir ke sekolah hanya untuk mengumpulkan tugas Bahasa Indonesia kepada Pak Indra. Seharusnyakan segera bergegas, berangkat agar sempat sampai tujuan dan bertemu Ayah. 

"De, Maaf" suara Juna memecah kebisuan.

Cinta hanya diam saja dan pindah ke tempat duduk kosong yang ada di dua baris ke belakang dari tempat duduk yang didudukinya. Perjalanan semakin jauh, penumpangpun semakin penuh, karena disetiap agen bus selalu saja ada penumpang yang naik ke Bus Medan Jaya jurusan Jawa Tengah (Semarang). Sampai akhirnya seorang pria berbadan tegap duduk tepat di sebelah Cinta.

#Dec18AISEIWritingClubChellenge


Cerita Selanjutnya


Salam Kenal

Salam Literasi

Salam Indrakeren

Persiapan Perjalanan


Lantunan suara Juna membaca Al Quran membangunkan Cinta tepat sebelum Adzan subuh berkumandang. Suara Juna tidak terlalu bagus, tidak seperti qori yang ada di televisi. Namun karena Juna setiap hari melantunkannya Cinta tidak pernah complaint lagi. Jika ada complaint terhadap suara lantunan suara Juna ketika membaca Al Quran, Juna hanya menjawab santai "ssstttt... kamu tinggal dengar saja dapat pahala" itu selalu jawaban Juna setiap Cinta complaint terhadap suaranya.






Setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah bersama Juna. Cinta langsung bergegas sibuk mempersiapkan banyak hal untuk keberangkatan ke suatu alamat yang dituliskan Ayah pada selembar surat yang diberikan Om Shandy. Segala perlengkapan dibawanya, dimulai dari makanan dan minuman untuk diperjalanan, obat-obatan serta pakaian mulai dimasukkan satu persatu ke dalam sebuah koper berwarna biru beroda dua. Sesekali Cinta melirik Juna yang malah sibuk dengan kertas yang berserakan di meja belajarnya.

"Tenang de, Kk sudah siap kok!!" Celetuk Juna, seakan tahu apa yang Cinta pikirkan.

Dua koper besar sudah siap diangkut ke travel yang sudah di pesan. Perjalanan Kakak beradik akan segera dimulai. Petunjuk perjalanan hanya alamat yang dituliskan pada gawai yang mereka gunakan, semoga tidak tersesat dijalan. Sedih kalau sampai tersesat, karena perjalanan sangat jauh harus mereka tempuh. Perjalanan yang harus mereka tempuh dari Rajamaligas, Sumatera Utara sampai Kampok, Jawa Tengah kira-kira memakan waktu 4 hari perjalanan darat. Setelah semua barang bawaan masuk ke dalam travel, mereka berpamitan kepada Bibi Jar, kemudian berangkat. Bismillah.!!!

"De mampir ke sekolah dulu yaa, mau mengumpulkan tugas!!!" ucap Juna ke Cinta, yang disambut dengan Pipi Gembung Cinta tanda tidak setuju.


#Dec16AISEIWritingChallenge
Salam Literasi
Salam Indrakeren