Kamis, 09 September 2021

Antrean setelah Jeda Nulis

Jeda Nulis, itu hal yang saya lakukan. Sudah hampir tiga minggu saya menjauh dari jarimisterindra. Kegiatan menulis berhenti sesaat, khususnya pada platform blog dan sejenisnya. 

Jeda Nulis sendiri terdiri dari dua kata Jeda dan Nulis. Jeda menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah waktu berhenti (mengaso) sebentar; waktu beristirahat di antara dua kegiatan atau dua babak. Sedangkan Nulis merupakan kegiatan membuat/menyusun huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya).

Jeda Nulis yang saya lakukan bukan tanpa alasan. Walaupun alasan yang saya gunakan hanya sebatas alasan klise yang itu-itu saja. Sibuk, sombong amat! Akhir agustus sampai awal september ini benar-benar menyita waktu. Kegiatan benar-benar terus berdatangan tanpa mengambil nomor antrean. Sehingga, terasa sesak di otak tanpa bisa dikendalikan. Akhirnya yang bisa dilakukan hanyalah menggugurkan kegiatan yang memiliki skala prioritas terendah dari kegiatan yang harus dilakukan. Menulis adalah kegiatan yang harus digugurkan. Berat, namun harus dilakukan.

Satu per satu kegiatan dapat terurai. Kegiatan ANBK di sekolah berhasil dilakukan simulasinya dengan lancar. Selesai ANBK datang pemberkasan Latsar 2021 yang memerlukan konsentrasi penuh agar bisa lolos administrasi yang telah ditentukan. Pemberkasan Latsar sudah centang biru, datang lagi persiapan PTM. Sosialisasi PTM kepada wali murid dan peserta didik, serta mengisi modul asesmen PTM sebagai syarat dibolehkannya pembelajaran tatap muka. Belum lagi membuat soal utuk PTS yang sebentar lagi launching. Namun, Alhamdulillah semua bisa terlewati tepat waktu dan selesai dengan baik.

Kegiatan Jeda Nulis yang dihentikan sesaat, memang dapat memberikan kelonggaran untuk kegiatan yang lain. Namun Jeda Nulis bukan berarti menghilangan kegiatan menulis dalam keseharian. Kegiatan belajar mengajar secara daring perlu dipersiapkan. Menulis menjadi senjata ampuh yang dapat dilakukan. Google Classroom dan WA Grup menjadi pelampiasan. Kata per kata dituliskan agar dapat mempermudah pemahaman siswa dalam memahami materi yang diberikan.

Setelah Jeda Nulis terlewatkan, antrean kegiatan sudah teruraikan. Kini saatnya kembali menuliskan apa yang sudah terlewatkan. Jarimisterindra siap untuk menari diatas tombol huruf pada keyboard yang beberapa saat menganggur tanpa kegiatan. Banyak antrean yang ingin dituliskan, mulai dari tantangan, perlombaan, hingga pengalaman yang mungkin bisa menginspirasi setiap orang yang lewat di blog jarimisterindra.

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See you tomorrow

14 Comments:

  1. Keren ide menulisnya. Antre dalam sisi lain, antre ide menulis. Bagi dong idenya, hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini Bu, saya bagi.... hehehehe
      Terimakasih sudah mampir Ambu

      Hapus
  2. Wahhh,, hebat tuh antrean ide untuk menulis. Ditunggu nih tulisan-tulisan kerennya, ayooo semangat.

    BalasHapus
  3. Banyak ide nih. Enggak kayak saya. Lagi eggak ada ide eh malah mendekonstruksi pentigraf temen-temen. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, itu juga ide yang kreatif Pak...
      Sukses selalu Pak Bianglala

      Hapus
  4. Keren srlalu menginspirasi,sukses ya pak🤲

    BalasHapus
  5. Selamat menyibukkan diri kembali dalam berbagi ide-ide cemerlang.

    BalasHapus
  6. Bener kadang keteteran juga ya Pak. Padahal hampir tiap hari nulis. Halo bukan karena sesuatu hal itu tentunya capek juga nulis. Tapi minimalnya memanfaatkan momen lah seperti Kamis menulis.

    BalasHapus
  7. Setelah melakukan jeda nulis, sepertinya Bang Indera memiliki banyak ide yang ikut mengantre untuk segera dituliskan

    BalasHapus
  8. Perlu jeda juga untuk mengantre ide-ide menulis berjalan mengalir.

    BalasHapus