Kamis, 07 Oktober 2021

Vaksin Literasi

Mengeluh dan menyalahkan kesibukan, merupakan dua hal yang sering mengelilingi pikiran. Malas dan lelah selalu menjadi kata yang dipilih untuk beralasan. Menulis sedikit lalu ditinggalkan, bahkan lama kelamaan akan menjadi draf yang akan dihilangkan. Apalagi ketika melihat postingan yang terus berseliweran di beberapa grup, fiiuuuhhh... benar-benar menjadi beban.

Mungkin komitmen literasi juga harus divaksinasi. Berbagai alasan yang muncul dalam berkegiatan literasi membuat jemari dan otak terasa terpapar. Terpapar dengan alibi kesibukan, padahal seharusnya bisa meluangkan waktu sedikit kepada jemari untuk menari. Menari merangkai kata agar komitmet terus ditepati. Namun, ahhh... lagi-lagi alasan datang menahan jemari untuk berkreasi.

Seperti hal nya virus yang kasat mata yang datang kepenjuru bumi. Alasan juga kasat mata bahkan dapat merusak komitmen berliterasi. Perlahan namun pasti, istilah sarang laba-laba kembali muncul disudut-sudut blog menjadi pelipur diri. Yaa... sarang laba-laba datang karena blog lama sekali tidak diisi.

Seharusnya vaksinasi bisa menjadi solusi. Persis seperti tubuh yang divaksinasi akan menimbulkan kekebalan dalam diri. Apakah literasi dapat divaksinasi? semoga! 

Seperti artinya vaksin merupakan "senjata" biologis yang digunakan untuk membantu sistem imun manusia melawan penyakit. Apakah alasan juga merupakan penyakit? mungkin, karena cara kerja vaksin adalah menyuntikkan cairan ke dalam tubuh, kemudian tubuh akan mendeteksi sebagai penyakit yang akan menyerang tubuh. Seketika imun akan memberantas penyakit tersebut dan imun akan selalu mengingat penyakit yang baru saja terdeteksi ke dalam database imun.

Vaksin Literasi

Bagaimana vaksin literasi bekerja? 

Tentunya vaksin ini tidak bekerja seperti vaksin pada umumnya. Tidak perlu juga vaksin literasi disuntikkan ke dalam tubuh. Hahahaa... apa kata imun nanti jika vaksin literasi disuntikkan ke dalam tubuh, Imun pasti bingung mendeteksinya!

Menurut saya vaksin literasi itu ada lima. Kelima vaksin ini dapat meningkatkan kembali semangat berliterasi yang sudah terikat dengan sarang laba-laba, semoga!

1. Berhenti menulis sejenak

Kok berhenti! Tentunya bukan berhenti selamanya, namun cukup berhenti sejenak untuk menghilangkan kejenuhan dengan rutinitas menulis yang padat. Sesekali jemari perlu juga diistirahatkan, asalkan jangan kebablasan dan kegiatan menulis menjadi terlupakan. Wassalam.

2. Membaca buku

Cara kedua asik juga, walaupun minat membaca rakyat Indonesia rendah. Namun hal ini patut dicoba sebagai salah satu vaksinliterasi

3. Cari suasana baru

Hmmm.. Apakah point nomor tiga harus pergi ke suatu tempat? mungkin iya, namun suasana baru juga dapat dilakukan dengan merubah posisi meja dan kursi agar mendapatkan suasana duduk yang berbeda.

4. Mendengarkan lagu

Lagu apa yang kamu suka? silahkan dengarkan sejenak lagu-lagu lawas atau lagu kenangan yang dapat membangkitkan gairah menulis.

5. Menonton film

Nah ini yang pasti seru. Menonton film dapat dijadikan salah satu referensi untuk menulis lagi. Film baru apa yang sedang dipputar di bioskop, mungkin bisa dilakukan diakhir pekan bersama keluarga.

Setelah menuliskan artikel ini, rasanya jemari sudah mulai lincah menari. Otak pun lancar menuangkan ide untuk dirangkai menjadi tulisan yang menarik. Sepertinya vaksin literasi berhasil mengatasi alasan yang selalu datang bertubi-tubi. Sekarang saatnya mempertahankan komitmen yang sudah bangkit kembali. Apa iya bisa? dicoba saja, semoga esok hari, lusa atau nanti akan ada artikel baru setiap hari.

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You Tomorrow


24 Comments:

  1. Apa kabar Mas Indra
    Sudah lama ya...
    Vaksin literasinya mantap
    Sukses untuk Mas Indra

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah terimakasih Bu
      Iyaa nih, sedang berusaha menulis lagi di jarimisterindra

      Hapus
  2. Wah, keren idenya. Thinking out of the box..

    BalasHapus
  3. Kalau dipikir-pikir, emang kendala menulis alasan yang kurang bisa diterima. Hehe.. semoga kembali semangat. Aamiin

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Silahkan Bunda...
      saya pun masih tertatih mencobanya

      Hapus
  5. Setuju pak Indra. Saya perlu vaksin literasi nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan digunakan apa yang sudah saya tuliskan Bun

      Hapus
  6. Nah, ini, punya blog kalau tidak diisi, maka kesannya jadi mubazir. Tetap semangat menulis!

    BalasHapus
  7. Rebutan nggak nih daftar vaksin literasi. Tips yang bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak rebutan Bun, karena ini langsung praktek aja. Gak perlu antriiii

      Hapus
  8. Berkat vaksin, tulisannya keren.

    BalasHapus
  9. Semangat Pak Indra keren. Banyak kesibukan kayaknya

    BalasHapus
  10. Waahhhh... benar-benar keren lima vaksin literasi ya. Terimakasih bang Indra vaksin literasi ya..

    BalasHapus