Kamis, 04 Maret 2021

4321

Sampai tulisan ini mengudara, saya tidak menyangka bahwa hari ini memiliki keunikan. Masih tidak percaya? Coba lihat Almenak yang ada di rumah. Kalender... kalender, masa tidak kenal Almenak... heheheh 

Pak D Sus yang menyadarkan saya akan tanggal unik ini.
Tantangan di tanggal apik 4 - 3 - 21, begitu chat yang ditulis pada WA Group Lagerunal. 


Bahkan lebih keren lagi saat beliau mengeksekusi tanggal apik ini menjadi puisi PATIDUSA. Yaaa Patidusa (4321)... Cepat sekali otak beliau berfikir dan langsung direspon oleh jemarinya. Dieksekusi dengan puisi yang menarik untuk disimak.


Saya dokumentasikan ide menulis pada tanggal appik 4-3-21 ini di blog sederhana yang saya miliki. Saya yakin akan sulit kita dapatkan kesempatan mendapatkan tanggal apik lagi dimasa yang akan datang. Walaupun tidak menutup kemungkinan akan adalagi sesuatu yang mengejutkan dimasa yang akan datang.

Sebuah Darik 4-3-21

APIK

Oleh : Indrakeren


Laptop kesayangan masih menemani

Jemari semakin lincah menari

Merangkai kata lancar sekali

Sampai sesuatu membuatnya terhenti


Terhenti akan sesuatu

Sesuatu dari PakDSu

Namun masih ragu


Mulai membaca

Memahami serta


Apik


Menarik


Jenius Sekali

Menangkap Literasi


Jeli dan teliti

Menangkap dengan hati

Tertulis, langsung eksekusi


Empat Tiga Dua Satu

Tanggal hari ini, tentu!

Tercipta sesuatu yang baru

Ide yang mahal, Setuju!


Ciledug, 4 Maret 2021


Keuntungan ada di sebuah group menulis adalah akan selalu ada ide baru yang bisa dituliskan. Banyak Sobat Lage yang membantu, bahwa setiap ide akan muncul dari mana saja dan kapan saja. Ide itu dekat sobat, apakah bisa dikatakan seperti itu?

Terimakasih Sobat Lage, Terimakasih PakDSu. Ada Pak Iroen juga yang saya capture namanya.

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren

Malas itu Hambatan yang sebenarnya

MALAS adalah kondisi ketika seseorang menghindari pekerjaan yang seharusnya dapat dikerjakan dengan potensi dan energi yang dimiliki. Malas sering dikaitkan dengan dua perilaku, yaitu prokrastinasi (menunda-nunda) dan idleness (berdiam diri tanpa melakukan apa-apa).

HAMBATAN, adalah usaha yang asalnya dari dalam diri sendiri yang memiliki sifat atau tujuan untuk menghalangi atau melemahkan suatu keinginan atau pun kemajuan yang hendak dicapai.

Siapa yang sedang Malas sekarang? Semoga tidak ada yang sedang Malas yang saat ini, karena jika Malas datang saat ini, maka Anda tidak akan bisa menyelesaikan membaca tulisan sederhana ini.

Baca Juga : Kumpulan Artikel Lagerunal

Seperti yang saya tuliskan pada paragraf awal dan kedua pada tulisan sederhana ini. Malas sudah menjadi hambatan untuk kita semua dalam menjalani hidup ini. Dimulai kita kecil hingga sekarang ini. Percaya tidak jika kita, kami, mereka sudah pernah merasakan malas sejak kecil.

Contoh nyata malas yang menjadi hambatan pada diri penulis :

  1. Malas bangun pagi untuk mengawali aktifitas. Pernah tidak merasakan itu?
  2. Malas mandi, padahal mandi merupakan hal yang menyegarkan. Pernah tidak mengalami ini?
  3. Malas makan, heheheheh... makan saja malas. Iya gak sih ada istilah malas makan!
  4. Malas banget berangkat kerja nih. Heheheh menjemput rezeki malas, pernah tidak?
  5. Ngapa-ngapain malas nih, pengennya rebahan aja. Padalah belum ngapa-ngapain tapi sudah malas. Siapa yang seperti ini selain saya?
  6. Malas pulang dari sekolah/kantor deh, MAGER banget. Nah ini juga lucu, masa malas pulang!
  7. Malas belajar! Dulu saat belum mengetahui istilah Belajar sepanjang hayat, Malas belajar itu selalu datang.
  8. Malas Ibadah. Heheheh.... padahal ibadah itu untuk diri sendiri bukan untuk orang lain, masih saja malas yaa!!
  9. Malas membuat RPP, copy/paste saja. Uppsss!
  10. Malas service motor. Jadi mogok deh...... hahahahahah!!
Apalagi kira-kira malas yang membuat banyak hambatan dalam kehidupan. Tentunya masih banyak lagi, karena malas untuk setiap individu berbeda-berbeda. Apa yang saya tulis diatas saja masih sebagian dari malas yang pernah saya alami.

Lalu bagaimana upaya mengatasi hambatan dari rasa malas tersebut? Tentunya lagi-lagi banyak cara untuk menaklukkan rasa malas tersebut. Beberapa hal yang bisa dicoba adalah sebagai berikut : 
  1. Lawan diri untuk tepat waktu
    Kalau Anda sudah merencanakan akan mengerjakan sesuatu pada siang hari, maka mulai lakukan di saat siang hari yang Anda tentukan itu. Jangan memaklumi untuk memulai 30-45 menit setelah waktu yang kamu tentukan.
  2. Lakukan hal produktif
    Temukan minat baru atau lakukan hobimu. Buatlah aktivitas yang terstruktur. Dengan begitu, kamu akan selalu bisa produktif dan menyibukkan diri. Selain itu, Anda juga sekaligus bisa mengembangkan minatmu dan keahlianmu.
  3. Lakukan sekarang! Jangan banyak alasan
    Rasa malas memang tidak ada obatnya. Namun bukan berarti tidak bisa disembuhkan.
  4. Buat jadwal
    Manusiawi dan alami kok kalau kamu harus beristirahat dari pekerjaan, tapi pastikan bahwa semua jadwal ada batas pastinya. 
  5. Membiasakan diri
    Sesuatu yang gak terbiasa memang akan terasa berat di awal, tapi dari membiasakan diri, lama-lama akan terbiasa dan mengalir begitu saja. Bertahanlah terus melakukannya selama paling tidak satu bulan, maka Anda akan menjadi jauh lebih rajin tanpa Anda sadari.
Tidak ada orang di dunia ini yang mau bermalas-malasan, apalagi sampai menghambat beberapa kegiatan aau bahkan menghambat masa depan. Maka marilah melakukan hal yang positif setiap rasa malas datang. Jangan sampai rasa malas bisa mengendalikan diri kita, bahkan sampai menghambat aktifitas dan kinerja kita. Ayo Buang Rasa Malas!!!

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
Ayo Terus Menulis

Kata Kuncinya adalah Berbagi

Aku ingin begini, Aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali. 

Semua.. semua.. semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib.

Siapa yang tidak mengenal lirik opening song dari film cartoon Doraemon. Film tersebu merupakan salah satu film yang sampai saat ini banyak orang sukai. Dari film tersebut dapat memunculkan alat-alat yang bisa digunakan untuk memecahkan suatu masalah.

Setiap permasalah yang muncul akan bisa menjadi triger, pemicu bagi kita semua untuk bisa memecahkan salah satunya adalah dengan melakukan inovasi.

Setiap orang bisa melakukan inovasi sesuai dengan masalah yang dihadapi di dalam kehidupan kita sehari-hari. Untuk melalukan sebuah inovasi maka ilmu dasar yang bisa kita gunakanan adalah ilmu yang kita peroleh dari saat kecil sampai dewasa. Setiap permasalah yang muncul/ timbul memungkinkan kita untuk belajar menghadapinya.

Persoalan/ permasalah yang ada bisa dengan cepat bisa diatasi jika kita memiliki ilmunya. sebaliknya jika ilmu kita tidak memungkinkan maka permasalahan/ persoalan yang ada akan lebih susah untuk kita pecahkan.

Oleh sebab itu ilmu itu sangat penting bagi kita semua untuk bisa melalukan inovasi.

Untuk menjadi seorang yang inovator kuncinya adalah "Belajar, belajar, dan belajar"

Sejak kapan kita belajar, siapa yang bisa menjawab? 



Pak Sigit Suryono memiliki pandangan tentang tiga kata "Belajar, belajar, dan belajar", menurut beliau kita mulai belajar sejak :

  1. Belajar bisa kita dapatkan dari semua yang ada di dunia ini, dari ayah bunda yang menanamkan pendidikan sejak kita kecil, pengalaman berharga pasti akan kita dapatkan dari mereka.
  2. Belajar dari teman, masyarakat, dan lingkungan sekitar akan mengajarkan pada kita untuk bisa berbagai dan berkolaborasi dengan saling menghargai semua karya cipta dari mereka akan memunculkan ilmu dan problem solving pada diri kita.
  3. Saat sudah mulai sekolah kita akan mendapatkan banyak ilmu dari guru kita, dosen kita, dan tentu sahabat sahabat kita. Mereka tempat kita menggali ilmu, tempat kita berdebat dan berdiskusi dengan berbagai permasalahan, tempat mencurahkan isi hati, dan ilmu kita dalam menghadapi persoalan di ruang kelas, maupun di ruang sosial kemasyarakatan.
  4. Dunia kerja dan lingkungan kerja kita akan memunculkan inovasi-inovasi baru bagi diri kita karena permasalahan yang ada. Saat kita berkerja dituntut untuk menyelesaikan berbagai masalah pekerjaan kita, sebagai guru inovasi yang bisa kita munculkan ada di sekitar kita. Ada siswa, ada rekan guru, ada kepala sekolah, ada pengawas, ada dinas pendidikan, ada peraturan pemerintah, ada lomba, ada peningkatan kompetensi kepribadian, ada peningkatan kompetensi sosial, ada kompetensi pedagogik, ada kompetensi profesional yang itu semua adalah ladang inovasi bagi kita.
Masalah-masalah di dunia kerja yang kita hadapi itu adalah tempat kita berinovasi untuk bisa mengatasi masalah, atau untuk meringankan beban kerja, atau bisa untuk memunculkan ide baru agar pekerjaan kita menjadi lebih ringan, lebih bermanfaat, dan juga bisa dirasakan hasilnya oleh semua orang. Jika perasaan itu ada pada diri kita... maka bapak ibu adalah "guru inovator"

Kunci berikutnya untuk menjadi seorang yang inovatif setelah belajar adalah berkolaborasi.

"Kolaborasi" penting sekali untuk mempercepat suatu proses inovasi. Dengan kolaborasi dengan rekan sejawat, guru-guru inovator yang lainnya apalagi dalam kumpulan teman-teman penulis sebuah karya akan bisa diselesaikan dengan lebih cepat daripada diselesaikan sendiri. Dengan kolorasi kita bisa saling mengingatkan, saling membantu dikala ada masalah, saling berbagi ide pemecahan masalah, saling menguatkan di kala susah, dan tentu saling menginspirasi untuk berinovasi.
Kata kunci berikutnya adalah berbagi.

Yaa... Berbagi! Seperti film Doraemon. Doraemon selalu berbagi alat untuk membantu setiap permasalahan yang dihadapi Nobita dan teman-temannya. 

Aku ingin terbang bebas di angkasa... heeyyyyy baling-baling bambu

La... la.. laa... Aku sayang sekali Doraemon

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren

Selasa, 02 Maret 2021

SIM Kehidupan.

Assalamualaikum Sobat Literasi.

Apakah Anda mengetahui tentang SIM? Tentu Saya yakin banyak yang akan menjawab tahu. Yaa... seperti yang kita ketahui bersama SIM adalah sebuah akronim dari Surat Izin Mengemudi. Menurut Saya SIM adalah sebuah surat agar kita boleh mengendarai kendaraan bermotor. 

Menurut www.polri.go.id SIM (Surat Ijin Mengemudi) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseoraang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan trampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Penggunaan Golongan SIM

Menurut Pasal 211 (2) PP 44/93, SIM memiliki beberapa golongan, diantaranya :

Golongan SIM A
SIM untuk kendaraan bermotor roda 4 dengan berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3.500 Kg.

Golongan SIM A Khusus
SIM untuk kendaraan bermotor roda 3 dengan karoseri mobil (Kajen VI) yang digunakan untuk angkutan orang / barang (bukan sepeda motor dengan kereta samping)

Golongan SIM B1
SIM untuk kendaraan bermotor dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1.000 Kg.

Golongan SIM B2
SIM untuk kendaraan bermotor yang menggunakan kereta tempelan dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1.000 Kg.

Golongan SIM C
SIM untuk kendaraan bermotor roda 2 yang dirancang dengan kecepatan lebih dari 40 Km / Jam

Golongan SIM D
SIM khusus bagi pengemudi yang menyandang disabilitas/berkebutuhan khusus.

SIM Kehidupan

Dari keenam SIM yang diterbitkan oleh POLRI paling tidak kita minimal memiliki satu buah SIM, bahkan ada kemungkinan ada yang tidak memiliki sama sekali. Namun pada kesempatan tertentu (Alm) H. Abdullah Ubaid pernah bercerita kepada Saya. Bahwa ada satu SIM yang harus/wajib dimiliki oleh semua orang. SIM tersebut beliau sebut SIM D, SIM D disini bukan diperuntukkan bagi peyandang disabilitas. SIM D disini merupakan sebuah akronim dalam menjalani kehidupan. Apa SIM D tersebut?

  1. S (Sabar)
    Sabar dalam setiap permasalahan yang datang, karena sesuai dalam kalimat berbahasa arab As Shobru minal iman, sabar adalah setengah dari iman. ... Seorang hamba yang mampu memadukan dan menggabungkan sabar dan syukur, maka dia telah menggenggam kebahagiaan sejati dalam hidupnya. Ia akan damai dan tenang untuk hidup di mana saja, karena ia telah menyempurnakan imannya untuk mendapatkan keridaan Allah Ta'ala.

  2. I (Ikhlas)
    Kata ikhlas berasal dari bahasa Arab yang berbunyi akhlasa yang memiliki arti bersih, lurus dan suci. Sementara itu, ikhlas berarti mengerjakan suatu kebaikan dengan niat, hanya untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

    Ikhlas merupakan salah satu perilaku terpuji yang memang sudah seharusnya diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Pengertian ikhlas menurut Islam dan contohnya itu sangat banyak.

    Segala sesuatu yang kita lakukan juga harus didasarkan dengan ikhlas. Janganlah melakukan sesuatu karena memang terpaksa atau hanya mengharap imbalan saja.

  3. M (Maafkan)
    Manusia tidak pernah luput dari kesalahan, karena itu Islam mengajarkan setiap manusia untuk saling memaafkan. Allah SWT memuliakan orang yang bersedia memaafkan kesalahan orang lain, bahkan Allah sudah menyiapkan segudang pahala untuk orang tersebut.
  4. D (Doakan)
    Salah satu sunnah yang mungkin sangat jarang kita lakukan adalah mendoakan saudara muslim kita semisal teman, sahabat, guru dan lain-lain tanpa sepengetahuan dia. Kita doakan dia dengan ikhlas dan tulus agar dia mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.

    Tidak mudah melakukan sunnah ini, karena butuh keimanan yang tinggi serta hati yang tulus dan ikhlas. Hal ini karena sifat dasar manusia yang hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri saja. Setelah semua kebutuhan manusia terpenuhi, barulah dia memperhatikan orang lain. Oleh karena itu, para ulama menjelaskan bahwa sunnah ini adalah tanda jujurnya keimanan seseorang.
So.. itu merupakan SIM D warisan dari (Alm) H. Abdullah Ubaid. Hal tersebut bisa dipraktekkan dalam menjalani kehidupan. Diawali dengan kesabaran dan keikhlasan, dilanjutkan dengan Memaafkan serta mendo'akan. Keempat bekal kehidupan tersebut jika diamalkan insyaallah akan mendapatkan keberkahan, insyaallah! Aamiin

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren

Senin, 01 Maret 2021

Membuat Daftar Isi pada Microsoft Word

Selamat pagi teman-teman. Pagi ini kembali hadir sebuah tutorial retjeh, tutorial sederhana dalam aplikasi Microsoft Word. 

Baca Juga : Membuat Halaman pada Microsoft Word

Tutorial kali ini masih tentang editing sebuah tulisan agar siap cetak. Sempat mengalami kesulitan ketika akan membuat sebuah daftar isi pada Microsotf Word. Kesulitan terjadi karena membuat daftar isi masih menggunakan cara manual, yaitu dengan cara menekan tombol titik berkali-kali dan diakhiri dengan letak halaman. Hal tersebut tidak salah dan boleh-boleh saja, namun ternyata ada cara yang lebih praktis serta menghasilkan tampilan yang lebih rata jarak antar titiknya.

Daftar isi tidak rata

Cara membuat daftar isi titik-titik terlihat rapih dan rata.

  1. Pastikan daftar isi sudah dibuat pada aplikasi Microsoft Word
  2. Seleksi/block seluruh teks pada daftar isi 
  3. Klik kanan pada teks daftar isi tersebut
  4. Pilih Paragraf
  5. Pada tampilan kotak dialog paragraf pilih Tabs (ada pada kiri bawah)


  6. Pada tampilan kotak dialog tabs isi seperti gambar di bawah ini. (Pada kolom Tab stop positions, bisa disesuaikan dengan settingan Microsoft Word masing-masing)

Setelah menekan tombol OK pada kotak dialog Tabs, maka setting pembuatan daftar isi sudah berhasil. Sekarang tinggal mengeksekusi settingan yang baru saja kita buat. Cara mengeksekusinya cukup mudah, agar terlihat lebih mudah cara mengeksekusi daftar isi bisa dilihat pada video sederhana di bawah ini.


Demikian tutorial retjeh kali ini, semoga ada manfaatnya. Terimakasih

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren