Selasa, 25 Januari 2022

Ditilang "diingatkan" polisi bahasa

Polisi bahasa disematkan kepada Pak D oleh anggota grup Lagerunal. Seperti layaknya polisi berseragam coklat yang sering mengingatkan aturan, Pak D juga sering mengingatkan pada anggota grup tentang kaidah-kaidah bahasa dalam menulis. 

Semalam saya kena tilang oleh polisi bahasa. Postingan saya yang berjudul siap-siap vaksin booster kena sempriiit oleh polisi bahasa. Bahkan sempritannya berbunyi berkali-kali, membuat saya jadi introspeksi diri (malu).

Padahal saya tahu, proses menulis itu ada yang namanya editing. Cara editing juga sudah sering diobrolkan di berbagai grup menulis. Salah satu yang sering membuka wacana tentang editing yaa polisi bahasa.

Polisi bahasa juga sering posting tulisan atau video tentang editing. Memang dasarnya malas dan mau cepat, akhirnya tulisan langsung mengudara dan kena sempriittt deh. Oh.. iya tulisan dan video tentang penulisan dari polisi bahasa bisa dilihat di artikel yang berjudul temukan dan perbaiki typo dengan mudah.

Hasil introspeksi diri dari teguran polisi bahasa. Memacu saya untuk menulis lebih baik lagi. Proses menulis juga saya jelaskan di grup yang diamini langsung oleh polisi bahasa.

Sekarang tinggal pribadi penulis yang mau atau tidak menulis dengan baik dan benar. Jika penulis berhasil untuk melakukan editing secara mandiri, polisi bahasa pasti akan senang, karena semakin banyak penulis yang peduli terhadap tulisannya. 

Semua tulisan pasti bisa dibaca, namun tidak semua tulisan enak untuk dibaca.

Salam Kenal Salam Literasi Salam indrakeren See You Tomorrow 😉


4 Comments: