Kamis, 13 Januari 2022

Semangat PTM 100%

Maret 2020, ya seingat saya bulan maret tahun 2020 merupakan terakhir kali melihat seluruh siswa belajar di kelas secara langsung. Sampai akhirnya pandemi menyerang, seluruh kegiatan dimuka bumi berhenti serentak. Semua serba dibatasi, begitupun kegiatan belajar mengajar di sekolah. Cara belajar berubah, teknologi menjadi salah satu cara untuk mendapatkan suasana belajar bersama.

Namun itu dulu pada bulan maret 2020, setelah 2 tahun terlewati, kini masa-masa tersebut sudah berlalu. Hampir semua sendi kehidupan kembali mendekati normal. Roda kehidupan sudah berjalan, namun bukan berarti pandemi sudah berakhir. Tanggung jawab terhadap protokol kesehatan tetap menjadi hal yang paling utama. Semua aktifitas berjalan dalam sebutan baru New Normal.

Isu yang menjadi Nyata!

Seminggu sebelum kegiatan belajar semester 2 dilaksanakan. Isu akan dilaksanakannya pembelajaran tatap muka viral di berbagai media. Media online dan offline memanaskan isu tersebut, sehingga membuat antusias warga sekolah terbakar. Sampai akhirnya surat keputusan benar-benar mengubah isu tersebut menjadi kenyataan. Tanggal 3 Januari 2022 menjadi awal pembelajaran tatap muka 100% akan dilaksanakan.

Pengumuman cepat menyebar, antusias warga sekolah terbakar. Semangat untuk mempersiapkan segala keperluan PTM dilakukan. Kerja bakti menjadi menu utama dalam mempersiapkan PTM tersebut. 

Pada tanggal 2 Januari 2022 yang bertepatan pada hari minggu, disepakati oleh warga sekolah untuk melakukan kerja bakti. Kerja bakti dilakukan pada pukul 09:00 waktu Indonesia bagian Cipulir. Ruangan kelas menjadi agenda utama dalam kerja bakti tersebut. Debu menjadi musuh yang nyata dalam kegiatan tersebut. Debu ada dimana-mana, bangku, meja, kaca, bahkan lantai tidak luput dari serangan debu. Wajar saja debu bertebaran, hampir 2 tahun kelas diabaikan.

Rapat persiapan 100%

Setelah kelas siap dan orangtua siswa yang membantu kembali ke rumahnya masing-masing. Dewan guru bersama kepala sekolah meramu aturan kegiatan pembelajaran tatap muka 100%. Sebenarnya persiapannya sudah ada, karena persiapannya hampir mirip dengan PTM 50%. Hanya saja kali ini perlu kewaspadaan dan antisipasi jika ada penumpukan yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, simulasi kedatangan siswa diatur. Ketika siswa hadir di sekolah pada pukul 6.30, hal pertama yang dilakukan adalah mencuci tangan pada tempat yang sudah disediakan. Setelah itu, siswa melanjutkan ke meja cek suhu tubuh dan melanjutkan perjalanannya menuju ke kelas. Dikarenakan SDN Cipulir 05 masih menerapkan jam sekolah pagi dan siang, maka tidak terlalu banyak anak yang datang berbarengan, sehingga diharapkan penumpukan tidak terjadi.

Hari PTM 100% Pertama

Benar saja orangtua yang mengantar anaknya ke sekolah sangat antusias. Bukan hanya orangtua, para siswa juga membawa aura semangat yang luar biasa. Di depan pintu gerbang sudah siap dua orang guru untuk menyambut kedatangan para siswa. Tempat cuci tangan  dan lokasi cek suhu juga sudah ada pengawasan dari dewan guru.

Awalnya aturan yang dibuat berjalan lancar. Namun semakin siang, semakin banyak siswa yang datang. hal tersebut mengakibatkan antrian yang panjang di tempat cuci tangan. Selain itu yang lebih parah, antrian di lokasi cek suhu benar-benar mengular. Proses pencatatan cek suhu memang memakan waktu yang lama. Selain mencatat suhu, guru yang bertugas juga perlu mencari nama siswa tersebut di daftar kelas, karena hal tersebut maka antrian tidak bisa dihindarkan.

Perlahan antrian yang mengular terurai. Satu per satu siswa masuk ke kelasnya masing-masing. Guru yang bertugas pagi ini, juga sudah siap untuk masuk ke kelas untuk mengajar. Sampai akhirnya bel tanda masuk berbunyi yang menandakan pembelajaran tatap muka 100% dimulai. 

Semangat kelas VI B

Salah satu kelas yang masuk di pagi hari adalah kelas saya. Pada tahun pertama di sekolah baru, saya diamanahkan untuk menjadi wali kelas VI B. Sama seperti siswa lain, siswa kelas VI B juga membawa banyak semangat dari rumah.


Melihat senyum dan semangat mereka secara nyata benar-benar menambah semangat mengajar saya. Pembiasaan dipagi hari, berdoa, menyanyikan lagu Indonesia raya, menyanyikan lagu wajib menjadi kegiatan awal di hari pertama kelas VI B ketika masuk sekolah.


"Selamat pagi anak-anak" menjadi kalimat pertama yang keluar dari mulut saya di hari pertama sekolah. Pertanyaan yang disambut jawaban "baik Pak" secara serentak oleh para siswa. Ahhh.... senang sekali kembali ke sekolah.

Pelajaran pertama di hari pertama sekolah untuk kelas VI B adalah PJOK. Dalam pelajaran PJOK materi disampaikan secara teori. Hal ini dilakukan untuk menghindari kontak fisik antara teman sebaya di lapangan. Jadi belajar PJOK masih melatih otot jari dalam menulis. heheheheehe....! Selanjutnya setelah 60 menit berlalu, siswa kelas VI B melanjutkan pelajaran Bahasa Inggris.

Pemilihan Pejabat Kelas VI B

Setelah istirahat barulah waktu saya untuk mengajar. Seharusnya materi yang saya ajarkan adalah matematika, namun karena hari pertama sekolah, maka pemilihan pejabat kelas menjadi agenda utama saya.

"Setiap siswa memiliki kesempatan untuk dipilih atau memilih calon ketua kelas" ucap saya menjelaskan aturan pemilihan ketua kelas. Potongan kertas kecil sudah disiapkan untuk dibagikan kepada para siswa. Goresan peta menandakan sebuah nama dituliskan. Kertas yang digulung menandakan pilihan sudah ditentukan.

Gulungan kertas yang sudah dimasukkan ke dalam wadah kotak segera dibacakan. Empat gulungan pertama selalu mengeluarkan nama yang berbeda. Setelah, gulungan kesepuluh dibuka, salah satu calon sudah berjarak lima suara dengan calon lainnya.

Hingga gulungan terakhir nama Yuslim mendapatkan suara terbanyak, diikuti oleh Raya ditempat kedua. Akhirnya disahkan, ketua kelas dan sekretaris di kelas VI B adalah Yuslim (Ketua) dan Raya (Sekretaris). Hasil tersbut disambut tepuk tangan oleh seluruh warga kelas VI B dengan penuh semangat. 

Gawat, Penumpukan!!

SDN Cipulir 05 masih melakukan pembelajaran pagi dan siang. Hal ini dilakukan karena sekolah tersebut melakukan penggabungan dari 2 sekolah menjadi 1 sekolah. Sehingga ruang kelas yang terbatas dan banyaknya jumlah peserta didik.

Akibat dari kelas pagi dan siang, maka terjadi penumpukan ketika proses pemulangan kelas pagi dan kedatangan kelas siang. Kepanikan terjadi disaat penumpukan terjadi, bahkan ada salah satu orang tua yang melakukan protes dengan situasi tersebut. Pada akhirnya penumpukan terurai, siswa pagi pulang dan siswa siang masuk. 

Proses belajar kelas siang hampir sama dengan kelas di pagi hari, yang membedakan hanya waktu belajarnya saja. Pembiasaan di awal pembelajaran, berdoa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dilakukan oleh semua kelas. Jam istirahat juga diberlakukan pada kelas yang masuk pada siang hari.

Penumpukan siswa terjadi lagi ketika kelas siang pulang. Waktu keluar kelas yang bersamaan menjadi pemicu antrian pulang. Orangtua yang menjemput pun dibuat tidak sabar, sehingga orangtua murid merangsek masuk ke dalam sekolah. Hal tersebut menambah penumpukan yang semakin banyak. Memang pada akhirnya antrian pasti terurai, namun hal tersebut menjadi catatan yang perlu dicarikan solusinya.

Evaluasi PTM 100%

Setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Dewan guru dan kepala sekolah mengadakan rapat evaluasi kegiatan PTM hari pertama. Beberapa catatan dicarikan solusinya, salah satunya adalah penumpukan kedatangan dan pemulangan siswa.

Solusi yang dilakukan pada saat kedatangan adalah kegiatan cek suhu hanya memeriksa suhu siswa saja. Proses pencatatan suhu nanti akan dilakukan di kelas masing-masing bersama wali kelas. Hal tersebut diharapkan dapat mengurai antrian lebih cepat.

Kepulangan siswa pagi diatur berjarak 10 menit antar kelas. Sehingga penumpukan siswa dipintu gerbang sesuai dengan kelasnya masing-masing saat kepulangan. Untuk kedatangan siswa siang dijadwalkan datang setelah sholat zuhur (sebelumnya jadwal kedatangan kelas siang pukul 11.00). Diharapkan dengan adanya pengaturan kepulangan dengan jarak 10 menit setiap kelas akan menjadikan kepulangan lebih tertib.

***

Nano-nano merupakan perasaan yang tepat pada hari pertama PTM. Antusias siswa dan orangtua sangat terlihat. Semangat para guru untuk mengajar secara langsung sangat terpancar. Aura positif bertebaran di hari pertama sekolah di SDN Cipulir 05.

Tidak terasa kobaran semangat PTM 100% sudah memasuki akhir minggu kedua di awal tahun baru ini. Besar harapan seluruh warga sekolah agar kegiatan PTM 100% dapat tetap berlangsung.

Tugas seluruh warga sekolah sekarang adalah memastikan protokol kesehatan dipatuhi secara ketat. Sehingga penyebaran covid 19 dapat ditekan dan kegiatan PTM dapat berjalan terus. Insyaallah, bismilllah.



Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You Tomorrow 😉

2 Comments:

  1. Nah, kan, pada akhirnya bisa PTM juga. Setelah pandemi yang menguras pikiran, kapan bisa PTM lagi, sekarang sudah bisa! Mantap!

    BalasHapus
  2. Semangat PTM 100% harus selalu diikuti kesadaran prokes ketat. Semoga lancar dan sehat selalu.

    BalasHapus