Sabtu, 28 Februari 2026

Di tengah puasa, Kita bertumbuh

Ramadan selalu mengajarkan satu hal yang tidak tertulis di buku pelajaran: ketahanan.

Bukan hanya ketahanan menahan lapar dan haus. Tetapi ketahanan menjaga fokus, menjaga niat, dan menjaga arah ketika tubuh sedang tidak dalam kondisi paling kuat.


Tanggal 23–27 Februari 2026, siswa-siswi kelas 6 SDN Cipulir 05 melaksanakan TKA (Tes Kemampuan Akademik). Di tengah puasa Ramadan, mereka duduk di depan layar komputer, jemari bersiap di atas papan ketik dan mouse, berusaha mengerahkan pikiran terbaiknya. Konsentrasi diuji. Energi diuji. Mental diuji.

Namun tantangan mereka tidak berhenti di situ. Di sela-sela TKA, ada ujian praktik Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang juga harus diselesaikan. Artinya, mereka bukan hanya belajar memahami soal, tetapi juga belajar mengatur prioritas. Mana yang harus disiapkan lebih dulu. Mana yang tidak boleh terlewat. Mana yang harus tetap dijalani dengan tenang meski rasa lelah mulai terasa.

Di usia mereka yang masih belia, ini bukan hal sederhana. Mereka sedang belajar tentang disiplin. Tentang tanggung jawab. Tentang bagaimana tetap fokus ketika keadaan tidak sepenuhnya nyaman. Dan mungkin, inilah pelajaran Ramadan yang sesungguhnya.

Bapak dan Ibu guru pun menjalani Ramadan dengan versi ujiannya masing-masing. Ramadan memang bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Di balik tenangnya siang hari, pekerjaan datang dengan kekuatan penuh. Laporan keuangan harus diselesaikan. Laporan barang harus dirapikan. Persiapan TKA harus dipastikan matang. Pembelajaran di kelas tetap berjalan. Administrasi tetap menunggu untuk dituntaskan.
Aktivitas tidak berkurang. Justru sering terasa berlipat.

Namun di situlah maknanya. Ramadan tidak menghentikan tanggung jawab. Ramadan justru mengajarkan bagaimana menjalankannya dengan kesadaran yang lebih dalam. Dengan hati yang lebih tertata. Dengan niat yang lebih jernih.

Siswa-siswi belajar mengelola fokus di tengah keterbatasan energi.
Guru-guru belajar menjaga profesionalitas di tengah tuntutan yang tidak sedikit.
Semua sedang diuji.
Semua sedang ditempa.
Semua sedang bertumbuh.

Kelak, hasil TKA itu mungkin akan tertera dalam bentuk kategori-kategori penilaian—ada yang berada di tingkat sangat memuaskan, ada yang baik, ada pula yang cukup. Namun di balik label-label itu, ada proses panjang yang tidak tertulis: perjuangan menahan kantuk, menjaga konsentrasi, dan tetap berusaha memberikan yang terbaik meski kondisi tidak sepenuhnya ideal.

Dan itulah yang patut diapresiasi. Karena keberhasilan bukan hanya tentang apa yang muncul di layar komputer setelah ujian selesai. Ia juga tentang karakter yang sedang dibangun perlahan—tentang ketekunan yang ditempa, tentang tanggung jawab yang dipelajari, tentang daya juang yang tumbuh diam-diam.
Mari kita dukung mereka.
Mari kita kuatkan mereka dengan doa dan apresiasi.

Karena di tengah puasa ini, mereka tidak hanya sedang mengikuti tes kemampuan akademik. Mereka juga sedang belajar menjadi pribadi yang tangguh. Dan mungkin, di balik kesibukan Ramadan tahun ini, Allah sedang menumbuhkan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil ujian.

#menulislagi
#salamkenal
#salamliterasi
#salamindrakeren
#dotai
#saLai

see you tomorrow 😉

0 Comments:

Posting Komentar