Setelah suasana hati tenang, perasaan Cinta bahagia kembali. Meskipun demikian, Juna tahu apa yang Cinta rasakan sebenarnya. Dibalik senyuman yang diperlihakan tersimpan luka yang mendalam, apalagi jika bukan tentang kata "Bunda". Dengan sikap Cinta yang sekarang, paling tidak sudah bisa membuat Juna tenang.
Hidangan terhidang, lengkap, banyak. Semua tinggal pilih serta langsung diniknati. Rendang, Gulai, Tunjang, Ayam dengan berbagai olahan tersaji. Belum lagi lauk lainnya, serta sayur pucuk ubi dan gulai nangka sebagai pelengkap yang memancing selera. Sambal hijau tidak boleh lupa. Mata Juna berputar, melirik seakan bingung mau memilih yang mana. Cinta yang melihatnya hanya tertawa dan mengambilkan sepotong tunjang yang Juna paling suka.







