Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri lagerunal. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri lagerunal. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Maret 2023

Cinta Lagerunal

Kisah cinta ini dimulai hampir tiga tahun lalu. Pertemuannya pun tidak seromantis cerita novel pada umumnya. Lomba menulis di blog merupakan cikal bakal pertemuan kami. Lewat grup whatsapp benih-benih ide bermunculan. Chit chat di grup menjadi rutinitas kami berkomunikasi. Sampai akhirnya pengumuman pemenang diumumkan, hore!!!!

Setelah pengumuman pemenang lomba blog muncul keinginan untuk tetap terus bersama. Lewat banyaknya pemikir yang ada di grup lomba menulis di blog, akhirnya tercetus satu ide untuk terus bersama lewat sebuah komunitas. Lagerunal, muncul sebuah kata yang merupakan sebuah akronim luar biasa. Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal), memang terkesan memaksakan akronimnya. Namun, itulah nama komunitas yang terus berkembang hingga sekarang.

Seperti cinta pada umumnya, semua anggota Lagerunal rajin sekali saling bersahutan di grup. Bukan hanya bersahutan, tapi saling mengirimkan tautan tulisan yang tiada hentinya. Bahkan diawal-awal kemunculan Lagerunal spam amat sangat banyak bertebaran. Segala informasi penting hingga yang (tidak) penting muncul tanpa bisa dibendung. Hingga akhirnya!!!! Para anggota memberikan sumbang saran untuk kebersamaan dan perbaikan yang mengasyikkan di Lagerunal.

Perubahan yang disampaikan para anggotanya amat sangat beragam. Mulai dari lomba, cerbung, podcast, webinar, sharing menulis, tema menulis, gerebek blog dan masih banyak lagi ide dari para anggota untuk Lagerunal tercinta. Ide-ide tersebut pada akhirnya harus dibicarakan secara (tidak) santai. Pak Ketua berinisitif untuk melakukan tatap maya kepada beberapa anggota yang memiliki waktu. Yang pada akhirnya pertemuan tatap maya tersebut terselenggara dan menghasilkan program kegiatan ciamik Lagerunal.

Program Senin Blogwolking yang ditujukan kepada semua anggota untuk mengirimkan tulisannya. Diharapkan dengan mengirimkan tautan tersebut akan ada peningkatan kunjungan diblog tersebut dan menambah silaturahmi maya antar anggotanya. 

Pantun Bale atau kalau tidak salah kepanjangan dari Pantau Tulisan Sahabat Lage (semoga ada yang mengoreksi). Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan hari senin, tulisan yang dikirim tautanya di grup oleh para anggota akan diberikan komentar. Tentunya para anggota yang ingin mengikuti kegiatan ini harus memilih satu tulisan yang akan di Pantun Balekan. Seru yaa...!!!!

Untuk hari Rabu, sepertinya saya belum update apakah ada kegiatan di hari tersebut (maafkan ya). Namun kegiatan unggulan di Lagerunal adalah kegiatan yang dilakukan pada hari kamis. Kamis Menulis merupakan program rutin anggota untuk menulis sesuai tema yang diberikan oleh admin Lagerunal. Yang menarik dari kegiatan di kamis menulis adalah adanya hadiah menarik yang akan diundi keesokan harinya. 

Terakhir program Lagerunal adalah Share Video Youtube yang hanya boleh dilakukan pada hari sabtu. Setiap anggota yang memiliki channel Youtube bisa memasukkan tautan videonya ke grup dengan tertib. Kegiatan ini bisa menambah jumlah pengikut di channel Youtube anggota. Lumayan sambil menyelam minum air!!

Terkahir yang coba akan dituliskan adalah adanya kartu kuning. Kartu kuning akan muncul jika ada anggota yang mencoba mengirimkan spam ke dalam grup. Kartu kuning tidak segan-segan dilayangkana atau istilah anggota grup kena "sempriiiit". Jika ada yang mengindahkan kartu kuning tersebut, siap-siap akan dikeluarkan oleh empunya grup. 

Ada kantin di grup, hahahaha... Istilah ini yang sering mnciptakan gelak tawa di dunia maya. Ada saja celetukkan dari para anggota yang dapat menciptakan keriuhan yang panjaaaaaang. Oh yaaa, ada lagi istilah beli gorengan, hehehehe. Beli gorengan adalah istilah yang ditujukan kepada anggota yang tiba-tiba meninggalkan grup Lagerunal pakai permisi. 

Ok segitu dulu sedikit kisah cinta Lagerunal yang ada dimemori otak kecil saya. Jika ada kisah cinta Lagerunal yang terbesit di otak kecil saya, akan saya coba tuliskan diepisode selanjutnya, Sekian dulu ya sobat Lage, terus menulis, terus memberi dorongan dan semangat dan tetap jaga kesehatan yaa.



#salamkenal
#salamindrakeren
#salamliteras

see you tomorrow 😉

Kamis, 22 Desember 2022

Enam Sosok Ibu

Penasaran apa yang diketahui google tentang 22 Desember. Maka jemari iseng menuliskan kata 22 Desember pada google. Apa yang diketahui google? pada posisi pertama di halaman pertama google, google menampilkan tiga link twitter. Satu dari tiga link twitter tersebut menginformasikan tetang kegiatan presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Desember. Dua link lainnya menampilkan informasi yang tidak kalah menarik, yaitu tentang hari Ibu. 

Sejarah Hari Ibu

Selain link twitter, pada posisi kedua di halaman pertama, google menampilakan link wikipedia. Ini menarik, karena setelah link diklik muncul banyak informasi yang jarang dipikirkan banyak orang. Salah satunya menyatakan bahwa 22 Desember merupakan hari ke-357 dalam tahun masehi atau 9 hari lagi menjelang akhir tahun. Hmm....iya juga yaa !

Masih di dalam wikipedia, ternyata salah satu peristiwa penting pada tanggal 22 Desember adalah diadakannya Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta pada tanggal 22-25 Desember 1928. Hebatnya! jika dibaca lebih lanjut, kongres tersebut dihadiri lebih dari 1000 peserta. Selain itu, kongres tersebut diikuti oleh 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Sebenarnya, kongres tersebut dilaksanakan untuk tujuan memperjuangkan hak-hak perempuan, terutama dalam bidang pendidikan dan pernikahan.

Singkatnya, Kongres Perempuan Indonesia ke-25 pada tahun 1953 yang dihadiri oleh Presiden RI Soekarno. Beliau menetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari Ibu Nasional melalui dekret Presiden RI No. 316 tahun 1953. Sejak saat itulah tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari Ibu Nasional di Indonesia dan terus diperingati hingga sekarang.

5 Ibu dan 1 Calon Ibu

Sekarang tidak usah lihat google lagi, karena saya yakin google tidak akan tahu tentang sub judul yang saya tulis. Sub Judul tersebut tentang wanita dewasa di hidup saya. Wanita yang sudah menjadi Ibu dan akan menjadi seorang Ibu. Keenam Ibu tersebut merupakan wanita hebat yang saya kenal. Wanita yang memiliki story yang berbeda pada setiap karakternya.

Wanita pertama yang saya panggil Ibu adalah Ibu saya. Semenjak saya dilahirkan hingga saat ini sosok Ibu selalu memberikan ketenangan. Ibu selalu memberikan motivasi tersirat dalam setiap permasalahan yang sedang dialami anak-anaknya. Ibu tidak banyak bicara, tapi ketika seluruh anak-anaknya tidak bicara (tidur), Ibu banyak berbicara kepada Allah swt di dalam sujudnya pada setiap sepertiga malam. Berbicara tentang keselamatan, kesehatan, keberhasilan, keberkahan, kesuksesan, ketenangan dan banyak ke-an - ke-an lain yang dipintanya kepada Allah swt.

Setelah Ibu saya, wanita kedua adalah Ibu mertua saya atau biasa dipanggil Jidah oleh kedua cucunya. Saya mengenal sosok beliau pertama kali tentunya saat saya apel ke rumah mantan pacar (sekarang isteri). Sosok wanita yang gigih untuk memperjuangkan hidupnya, menuju hidup yang lebih baik. Sosok Ibu yang sayang dan sangat mementingkan pendidikan anak-anaknya di atas kepentingan apapun. Sosok istri yang patuh dan tegar dalam setiap tantangan yang dihadapinya. Sehat selalu yaa Jidah!

Ibu ketiga dalam hidup saya merupakan wanita yang paling special dalam hidup saya. Wanita yang dipanggil Ibu oleh anak-anak saya atau dipanggil sayang oleh suaminya 😊. Karakter wanita yang pantang menyerah untuk memperjuangkan sesuatu. Wanita yang tekun dalam belajar dan meraih cita. Sosok Ibu yang amat disayang oleh kedua buah hatinya. Sosok Ibu yang sangat detail dalam keluarga. Wanita yang akan membersamai saya dalam mendidik dan mengurus buah hati kami hingga mereka besar. Dan tentunya wanita yang akan menemani saya hingga rambut ini memutih dengan banyaknya uban dan dipanggil kakek dan nenek oleh cucu nanti. Aamiin!

Bunda, yaa Ibu keempat biasa dipanggil Bunda oleh ketiga anaknya dan tiga ponakannya. Wanita ini adalah adik perempuan saya satu-satunya. Wanita yang diapit oleh kakak dan adik laki-laki. Waktu belum menikah, adik perempuan saya ini adalah wanita pekerja keras, bekerja shift dilakoninya. Sosok wanita yang satu ini merupakan versi wanita tegar menurut saya. Sosok wanita yang merawat ketiga buah hatinya tanpa adanya pengasuh disisinya. Oh iya, adik saya ini merupakan Ibu yang tegas (galak... hehehe) terhadap anak-anaknya, beliau seperti itu karena sayang terhadap buah hatinya dan ingin melihat anak-anaknya sukses di masa yang akan datang. Tetap semangat menjadi Ibu yang baik dan istri yang taat kepada suami yaa... Erniza!


Keempat! Ya keempat tidak salah saya menghitungnya. Wanita keempat dipanggil mama. Wanita yang menikah dengan si bungsu, Rara namanya. Sosok Ibu yang berprofesi sebagai wanita karier, namun tetap fokus dalam mengemban amanah menjadi seorang Ibu dari satu putrinya dan seorang istri. Pekerja keras sudah pasti tergambar dalam salah satu karakternya. Tetap kompak dalam mengurus Naya dengan Irfan, ya Ra! 💪

Wanita terakhir merupakan calon Ibu dari bayi yang sedang dikandungnya. Aunty Tiara, ya Tiara namanya. Aunty yang paling disayang oleh kedua ponakannya. Sosok wanita yang mandiri dan humble dalam pertemanan. Wanita yang memiliki karakter tangguh dalam setiap cobaan yang dihadapinya. Perempuan yang cepat belajar untuk mendapatkan pengalaman terbaik dalam hidupnya. Wanita yang penyayang dan disayang oleh anak-anak. Kak Indra selalu berdoa, semoga Tiara akan menjadi istri, ibu dan guru yang hebat serta kuat. Aamiin.

Selamat hari ibu untuk kalian semua. Walaupun saya tahu, hari Ibu hanya sebatas peringatan yang ditetapkan oleh manusia. Namun, pada hakekatnya setiap hari merupakan hari Ibu. Dimana biarkan setiap hari terus mengingatmu, kusebut namamu setelah kupuji Ilahi Robbi dan shalawat bagi Rasulullah teladanku. Karena Ibu, Diri ini menemukan semangat setiap kuingat tatapanmu, dan kurengkuh sabar setiap kumenampak senyummu. Maka.. biarkan kau.. Ibu menemani hari-hariku setiap waktu. 

Allahummaghfirlaha Warhamha Wa afihi wa'fuanha... Aaamiiin.

***

Tulisan ini diikut sertakan dalam program kamis menulis, Lagerunal 😉

#Salam Kenal
#Salam Literasi
#Salam Indrakeren
See You Tomorrow 😉

Selasa, 23 Agustus 2022

Cuma punya akun Kompasiana!

Setelah lama tidak menulis, kemarin saya putuskan menulis lagi. Tulisan saya sebar luaskan di grup Lagerunal, tempatnya guru ngeblog bersatu ngobrolin apa aja. Program senin BW saya jadikan tempat untuk memulai lagi hobi menulis yang lama tenggelam. Ada sebanyak 12 penulis yang ikut serta dalam program senin BW tersebut. 

bikin sendiri di Canva

Dari ke 12 penulis, saya amati banyak penulis yang menggunakan akun di Kompasiana. Kompasiana memang sering berseliweran dibeberapa grup menulis yang saya ikuti. Namun di grup Lagerunal kini banyak sekali yang memiliki akun Kompasiana. Hal itu membuktikan saya tidak update tentang perkembangan grup Lagerunal. Heheheee.... 

Apa Kompasiana? saya jadi kepikiran pertanyaan tersebut. Kompasiana itu apa yaa? untuk menjawab pertanyaan tersebut saya perlu meminta bantuan google. Kompasiana merupakan sebuah platform blog dan publikasi online yang dikembangkan oleh Kompas Cyber Media sejak tahun 2008. 

Bagaimana cara menulis di Kompasiana? setiap penulis yang ingin menulis di Kompasiana cukup mudah, bahkan sangat amat dimudahkan. Jadi setiap orang yang ingin menulis di Kompasiana hanya perlu memiliki akun di Kompasiana. Cara untuk mendapatkan akunnya pun cukup mudah, hanya mengisi form yang disiapkan dan menunggu data diverifikasi olah admin Kompasiana.

Kenapa Kompasiana? Kenapa banyak sobat Lage yang punya akun di Kompasiana? Jawabannya adalah karena keunikan yang terletak pada sisi pengelolaan konten yang dilakukan secara simultan. Setiap konten yang dibuat Kompasianer (sebutan penulis di Kompasiana) dapat langsung tayang dan dapat direspon oleh pembaca.

Kompasiana yang awalnya memiliki slogan "sharing adn connecting" kini mengusung slogan baru "Beyond Blogging". Slogan baru ini merupakan semangat dan tekad menghadirkan sesuatu yang lebih bermakna untuk khalayak blogger. Dengan slogan ini, diharapkan lebih mudah dikenal masyarakat tentang Kompasiana yang merupakan produk media sosial buatan Indonesia. 

Yang istimewa dari Kompasiana adalah platform yang sudah menjadi wadah bagi siapa saja untuk membuat konten yang positif. Selain itu Kompasiana telah menghubungkan banyak produk yang diproduksi dan berinteraksi dengan para Kompasianer. Beragam kegiatan online dan offline seperti kompetisi blog, kompasiana nangkring, visit, blog trip, dan sebagainya.

Ndra, sudah punya akun Kompasiana belum? jawabannya gak perlu tanya google, cukup saya jawab sekarang. Sudah punya, tapi belum pernah menulis disana. Akun Kompasiana yang saya miliki, saya gunakana hanya untuk memberikan komentar atau memberikan reaksi terhadap konten yang diposting oleh Kompasianer.

Besar harapan saya, agar saya dapat juga memberanikan diri untuk menulis di platform nasional tersebut. Bukan hanya sekedar memiliki akun untuk BW disetiap ada link yang disebar di grup. Namun, aktif seperti teman-teman di grup Lage.

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You Tomorrow 😉


Kamis, 31 Maret 2022

Kecebur membangkitkan kreatifitas

Tulisan terakhir yang saya posting pada blog sederhana ini tercatat pada awal bulan Maret 2022. Kalau ada yang tidak percaya silahkan cek sendiri dengan cara membaca tulisan yang berjudul Visi Misi membangun keluarga beriman.

Sebetulnya tulisan tersebut bukan satu-satunya tulisan yang saya tulis. Hanya saja memang blog sederhana ini sedikit terbengkalai di bulan Maret. Sebabnya sederhana, karena saya berpindah kelain hati sejenak. 😁 (sorry blog)

Satu bulan full saya memaksakan jemari untuk merangkai minimal 400 kata setiap hari. Program yang diprakarsai oleh KMO (Komunitas Menulis Online) memacu kreatifitas saya dalam menulis cerita fiksi. Hasilnya tidak mengecewakan (menurut saya), karena 30 judul cerita berhasil dipublikasaikan dalam www.bukulaku.id. Oh yaaa, bagi yang menaruh minat untuk membaca cerita fiksi pertama saya, silahkan bisa membaca cerita tersebut yang saya beri judul Pesan dari Surga.

Kreatifitas sepertinya memang harus dipaksakan. Hal itu saya dapat selama mengikuti pelatihan di KMO. Rasanya malas sekali merangkai cerita karangan secara terus menerus setiap hari. Tapi berkat dorongan peserta lain, kreatifitas itu muncul terus setiap harinya. Postingan teman yang sudah lebih dulu mengudara, membuat saya termotifasi untuk menyelesaikannya juga.

Sedikit mengutip arti dari kreatifitas dari Om Wiki. Daya cipta atau kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada. Berdasarkan kutipan tersebut, benar adanya bahwa kreatifitas harus dipaksakan, karena mental untuk melakukannya yang harus dilatih terus menerus.

Salah satu tempat untuk menempa mental agar menjadi kreatif adalah Lagerunal. Ini bukan sekedar promosi tentang grup kece! Namun, memang seluruh kegiatan di Lagerunal dapat memancing kreatifitas para anggotanya. Senin BW, Pantun Bale, Kamis Menulis, dan Sabtu Youtube merupakan program yang bukan saja memancing kreatifitas, namun dapat menghasilkan kreatifitas yang beragam dari Sobat Lage. 

Sudah berapa Kamis Menulis saya lewati, baru kali ini saya menyempatkan jemari untuk menari lagi. Menyusun beberapa kata yang tidak terasa sudah sampai paragraf ketujuh. Entah sudah berapa banyak kreatifitas yang terangkai dalam setiap kalimat. Atau bahkan tidak ada kreatifitas sama sekali, Masa iya! 😨

Dipenghujung tulisan ini, saya kembali melihat judul yang saya sematkan pada tulisan ini. Kata kecebur, rasanya dapat dikulik menjadi ide yang menarik. KECEBUR, hmmm... karena sebentar lagi bulan Ramadhan, mungkin kata KECEBUR bisa saya akronimkan menjadi Keseruan Cerita Bulan Ramadhan. 😋

Ternyata paragraf di atas bukan yang terakhir. Gara-gara kata kecebur, menantang diri saya untuk membuat tulisan selama bulan Ramadhan. Hmmm... semoga akan ada 30 cerita kreatif yang bertemakan Ramadhan di blog sederhana ini. Semoga! (Biasanya hanya ada idenya saja, actionnya tidak pernah ada) 😌

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You Tomorrow 😉

Selasa, 22 Februari 2022

Tujuh bagus, Enam juga OK!

Hari ini saya bertekad ikut pantun bale untuk pertama kalinya. Seperti yang sudah saya ketahui, pantun bale merupakan akronim dari pantau tulisan sobat lagerunal, semoga benar akronimnya yaa Pak Cip. Kenapa Pak Cip? ya karena Pak Cip empunya pantun bale di Lagerunal. Baiklah kita mulai yaa, pantun bale pertama saya!

Kemarin, saya membaca slah satu tulisan yang dibagikan pada list senin blog walking. Penulis dari tulisan tersebut bernama Ibu Yennita Rahmi. Tulisannya berjudul "SD usia tujuh tahun", dalam tulisan beliau saya mendapatkan beberapa gambaran tentang usia masuk ke seskolah dasar. Yang kebetulan anak saya yang bernama Athar juga akan masuk SD pada tahun ajaran 2022/2023. 

Tulisan beliau juga memasukkan kutipan dari seorang ustad yang berprofesi sebagai psikolog anak bernama Adriano Rusfi. Beliau mengatakan, usia tujuh tahun merupakan usia ideal untuk menempa seorang anak. Di usia tersebut otak anak sudah siap untuk menerima sajian materi pembelajaran di kelas satu SD.

Kutipan tersebut diperkuat dengan pengalaman penulis saat masih aktif mengajar. Ibu Yennita Rahmi pernah menemukan kasus pada siswa kelas satu yang masih berusia kurang tujuh tahun. Siswa tersebut mengalami kendala dalam proses pembelajaran. 

Sudut pandang saya

Dalam tulisan yang ibu Yennita Rahmi, saya menuliskan komentar yang berisi "Info banget nih buat saya, kebetulan anak saya usianya 6 tahun 6 bulan ketika tahun ajaran 2022/2023. Tulisan ini akan saya bawa sebagai bahan diskusi dengan istri. Terimakasih atas artikelnya, sehat selalu."

Terus terang saya mengamini apa yang ditulis Ibu Yennita Rahmi. Namun, pada kenyataannya matang atau tidaknya otak seorang anak tidak bisa dipukul rata diusia tujuh tahun. Kenapa? karena, selama pengalaman 7 tahun saya mengajar di sekolah swasta. Calon siswa kelas satu yang diterima di sekolah tempat saya mengajar tidak harus berusia 7 tahun. Lalu bagaimana tingkat pemahamannya mereka terhadap materi pembelajaran? Alhamdulillah pemahaman mereka terhadap pembelajaran sangat baik.

Jadi pandangan saya terhadap usia ideal masuk sekolah dasar tetap 7 tahun. Namun, tingkat kematangan otak siswa dalam menerima materi pembelajaran tidak bisa dikatakan seperti itu. Karena usia dan penerimaan materi pembelajaran adalah dua hal yang berbeda.

Lingkungan sangat berpengaruh

Kepala sekolah saya pernah memberikan pandangan tentang lingkungan belajar yang nyaman. Kenyamanan lingkungan belajar akan mempengaruhi penerimaan materi pembalajaran kepada siswa. Misalnya, 

  1. Suasana kelas dibuat nyaman.
  2. Penyampaian materi yang menarik
  3. Kegiatan belajar yang menyenangkan
  4. Warga sekolah percaya setiap anak adalah unik dengan kecerdasan yang disukainya.
  5. Tugas rumah yang tidak terlalu banyak.

Lima hal di atas tidak baku, hal tersebut hanya saya tuliskan berdasarkan pengalaman saja. Pengalaman yang saya dapatkan selama saya mengajar. Oh.. iya tahun ini saya mengajar di sekolah dasar negeri, di sekolah ini tidak ada satupun siswa kelas satu yang berusia di bawah tujuh tahun. Hal ini terjadi karena sistem komputerisasi yang menyortir usia paling tua yang diterima di sekolah dasar negeri. 

So, ini pandangan saya. Semoga tidak bisa diterima. Hehehehee.....

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You Tomorrow 😉

Selasa, 25 Januari 2022

Ditilang "diingatkan" polisi bahasa

Polisi bahasa disematkan kepada Pak D oleh anggota grup Lagerunal. Seperti layaknya polisi berseragam coklat yang sering mengingatkan aturan, Pak D juga sering mengingatkan pada anggota grup tentang kaidah-kaidah bahasa dalam menulis. 

Semalam saya kena tilang oleh polisi bahasa. Postingan saya yang berjudul siap-siap vaksin booster kena sempriiit oleh polisi bahasa. Bahkan sempritannya berbunyi berkali-kali, membuat saya jadi introspeksi diri (malu).

Padahal saya tahu, proses menulis itu ada yang namanya editing. Cara editing juga sudah sering diobrolkan di berbagai grup menulis. Salah satu yang sering membuka wacana tentang editing yaa polisi bahasa.

Polisi bahasa juga sering posting tulisan atau video tentang editing. Memang dasarnya malas dan mau cepat, akhirnya tulisan langsung mengudara dan kena sempriittt deh. Oh.. iya tulisan dan video tentang penulisan dari polisi bahasa bisa dilihat di artikel yang berjudul temukan dan perbaiki typo dengan mudah.

Hasil introspeksi diri dari teguran polisi bahasa. Memacu saya untuk menulis lebih baik lagi. Proses menulis juga saya jelaskan di grup yang diamini langsung oleh polisi bahasa.

Sekarang tinggal pribadi penulis yang mau atau tidak menulis dengan baik dan benar. Jika penulis berhasil untuk melakukan editing secara mandiri, polisi bahasa pasti akan senang, karena semakin banyak penulis yang peduli terhadap tulisannya. 

Semua tulisan pasti bisa dibaca, namun tidak semua tulisan enak untuk dibaca.

Salam Kenal Salam Literasi Salam indrakeren See You Tomorrow 😉


Rabu, 01 Desember 2021

Silahkan Order disini

Izinkan saya menuliskan kata lega sebagai kata yang mengawali perasaan saya. Terus terang saya merasa tenang saat melihat beberapa kiriman saya sampai tujuan. Berbicara tentang kirim mengirim, saya benar-benar baru kali ini melakukannya. Biasanya saya hanya disuruh mengirimkan barang ke ekspedisi. Namun kemarin saya benar-benar mengirimkan barang yang saya miliki pribadi ke sobat lage. Rasanya takut barang tidak sampai ke tujuan dengan selamat. Namun apa yang saya takutkan tidak terjadi, Alhamdulilah.

Barang yang saya kirim berupa kaos dan MUG bertuliskan Lagerunal. Lagerunal sebuah komunitas menulis yang baru saja berulang tahun. Nah... pada acara ulang tahun itulah saya memberikan doorprize berupa Kaos dan MUG kepada sobat Lage yang hadir.

Ada empat sobat Lage yang beruntung pada malam itu. Yang pertama ada Ibu Helwiyah (Bekasi) dan Ibu Yusni (Musi Rawas) yang mendapatkan MUG. Serta yang mendapatkan Kaos adalah Pak Cipto (Jakarta) dan Ibu Nur Cholifah (Semarang). 

Selain empat sobat Lage yang beruntung tersebut, saya juga mengirimkan merchandise kepada Pak Bianglala (Lombok) dan Ibu Kamila (Sulawesi). Khusus untuk Pak Bianglala, saya pernah menjanjikan kepada beliau akan mengirimkan kaos. Kaos dikirim karena Pak Bianglala mengikuti challenge yang saya buat di blog www.jarimisterindra.blogspot.com. Saat itu Pak Bianglala beserta beberapa sobat Lage ikut challenge tentang tulisan saya yang bertemakan huruf C.

Baca juga :
Ada Apa dengan C**** (Bukti Pak Bianglala ikut challenge)
D Jadi deg-degan (Bukti Pak Bianglala menjadi pemenang)
8 design media promo Lagerunal (Saya pernah juga promo produk Lage)

Nah... terakhir Ibu Kamila. Kok bisa Ibu Kamila juga dapat kiriman dari saya. Sebelum panjang kali lebar saya menjelaskan, izinkan saya minta maaf kepada beliau. Mengapa saya harus minta maaf, karena Ibu Kamila merupakan pemenang Kamis Menulis. Pada saat Ibu Kamila memenangkan edisi Kamis Menulis saat itu, pemberi hadiahnya adalah saya. Parahnya saya belum kirimkan hadiahnya, tertunda sangat berlarut-larut. Maaf yaa Ibu Kamila. 

Sebagai permintaan maaf saya, selain buku solo pertama saya yang dikirimkan. Saya juga mengirimkan salah satu merchandise Lagerunal, semoga Ibu Kamila berkenan atas kiriman tambahannya dan yang paling penting Ibu Kamila memaafkan keterlambatannya. Maaf ya Bu.... 

Ohh iyaa, bagi sobat Lage yang ingin memiliki merchandise Lagerunal berupa Kaos dan MUG, dapat menekan link di bawah ini untuk pemesanan.

Terima Pesanan Cetak dengan Design Pribadi

Yuuppp... terakhir dari postingan saya kali ini adalah. Yukkk sobat Lage diorder merchandise nya melalui link di atas yang berwarna biru😁😁😁😁😁😂😂😂😂😂. Bapak Ibu Admin Lagerunal mohon izin untuk promo yaaa... Mohon izin yaaa, Terimakasih

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You Tomorrow 😉

Kamis, 28 Oktober 2021

Kemarin Hari Blogger Nasional

Awal Agustus sampai ketemu Agustus lagi ditambah dua bulan. Jika dihitung hari, maka sudah 454 hari saya menulis di blog. Setelah saya cek secara sengaja, ternyata sudah ada 392 tulisan yang sudah mengudara di blog sederhana ini. Hmmm, delapan tulisan lagi akan bulat menjadi 400 tulisan. Ternyata penulis ecek-ecek ini sudah banyak juga menulis di dunia maya.

Namun amat disayangkan dua bulan belakangan ini, keinginan menulis sedang terjun bebas. Jika ditanya kenapa, pasti jawabannya hanya alasan saja, hehehehe. Ketika saya lihat, memang pada bulan september dan oktober, saya hanya menulis 60 artikel, namun angka nol nya gelinding entah kemana, hadeeehh! Kok bisa yaa, ya bisalah! Kenapa ya? paling jawabannya beralasan lagi. 😋

Hari Blogger di lagerunal

Dua paragraf awal yang saya tulis merupakan kondisi literasi saya saat ini. Dua paragraf tersebut terlihat pasang surut kegiatan literasi saya. Oleh karena itu, Katanya kemarin hari blogger nasional, serius! Jika iya, berarti selama ini saya sudah dua kali mengalami hari blog nasional, keren banget ya saya! Apa sih Ndra! 😂

Ok, serius sekarang! Bertepatan dengan hari blogger kemarin saya bertekad untuk on lagi ngeblog, bisa gak yaa!! Keinginan saya tersebut berjalan beriringan dengan grup WA kesayangan Lagerunal yang riuh dengan chat yang beragam. Keriuhan tersebut membicarakan tentang hari blogger nasional. Terus terang walaupun saya sudah melewati dua kali hari blogger nasional, saya baru ngeh kemarin. Tahun lalu sepertinya gaungnya tidak sampai di nomor WA saya. Sepertinya saya kurang jauh mainnya. hehehehe 😅

Semakin serius sekarang! Setelah saya membaca postingan Pak D dan Bu Pitosaurs (saya kali ini tidak mencari di google, karena di Lagerunal sudah ada) ternyata menurut postingan mereka berdua (cieee...) pada tahun 2007 diadakan ajang bertajuk Pesta Blogger 2007 yang berhasil menarik minat Iebih 500an blogger dan komunitas blogger di seluruh Indonesia serta mendapatkan dukungan penuh dari menkominfo, Muhammad Nuh. Secara spontan pada pidato pembukaanya Menkominfo mendeklarasikan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional. (tulisan bercetak miring tersebut saya dapat dari blog mereka berdua, cieee...).

Kopdar (Katanya akronim dari Kopi Daring)

Dari keriuhan di wa grup lagerunal, tercetuslah ide untuk bertatap maya antar anggota di hari blogger nasional kemarin. Keriuhan atas ide tersebut ditangkap dan difasilitasi oleh Pak ketua lagerunal dengan janji akan disiapkan link kopdarnya. Muncullah harapan untuk bertemu sobat lage dari seluruh penjuru Indonesia di layar maya. Pasti seru kan!! gak sabar jadinya nih!!

Saya sempat melirik jumlah anggota lagerunal, ternyata jumlahnya hampir 200 orang. Jumlah yang banyak untuk sebuah grup yang usianya hampir satu tahun. Penasaran gak sih, kapan ulang tahun Lagerunal! Lagerunal lahir pada tanggal 21 November 2021 (ini juga saya lihat di blog Bu Pipit), jadi bulan depan Lagerunal ulang tahun, yeeeyyy... hmmm ayoo siapkan kado untuk Lagerunal.

Baiklah, mari kita serius lagi! Dari jumlah anggota yang hampir 200 orang, ternyata anggota yang hadir kemarin malam juga hampir 20 orang. heheheh! lumayanlah! Padahal besar harapan saya untuk bertemu sobat lage lebih banyak, namun ya sudahlah! ini kenyataanya, nikmati saja.

Obrolan bebas, namun hangat!

Pada bagian ini saya akan tuliskan tentang apa yang kami bicarakan semalam. Tidak ada rahasia, ini semua jujur saya bercerita untuk anda. So, fokus! stay read! 

Diruang google meet kami berjumpa, bertatap maya dengan sobat lage nusantara. Dari sumatera hingga sulawesi hadir untuk bersilaturahmi. Saling sapa dan saling guyon menjadikan suasana malam yang dingin jadi sedikit hangat. Hampir 20 peserta saling menyapa, hingga keramaian terasa. Namun, cukup lama juga guyon tanpa arah terlaksana. Sampai akhirnya Pak Ketua membuka acara.

Topik random dimulai dengan dijadikannya hari blogger nasional tema kamis menulis. Suasana agak kaku diawal-awal acara, mungkin karena acara dadakan (seperti tahu), maka harap dimaklumi. Untungnya ada lemparan pertanyaan dari Pak D (Ups!), tentang sulitnya menghidupkan komunitas blogger di daerah padahal sudah ratusan guru dilatih membuat blog pada tahun 2020.

Lemparan pertanyaan dari Pak D berhasil membuat ruang maya bergairah kembali. Beberapa anggota lage yang hadir memberikan respon positif atas pertanyaan Pak D. Respon dari sobat lage secara lengkap bisa dibaca pada postingan Pak D. Heheehee... silahkan blogwalking.

Harapan dan Sayonara

Setiap perjumpaan pasti ada perpisahan. Hal itu pula yang terjadi semalam. Pertemuan dadakan harus segera diakhiri, karena acara sudah berlangsung 2 jam lebih. Sungguh terasa menyenangkan bertemu maya dengan sobat lage semua, yang tulisannya sering saya baca di senin blogwalking, kamis menulis dan saling subscribe, like and share link Youtube. 

Saya harapkan pada ulang tahun lagerunal dapat dibuat acara semacam ini. Tentunya dengan konsep yang lebih matang dan tema yang juga menarik untuk diperbincangkan. Selanjutnya mungkin saya boleh berharap lebih kepada anggola lage yang tidak hadir semalam, yukkk belajar bareng-bareng di lagerunal dengan cara aktif menulis. Mungkin ada dari sobat lage yang lain memiliki ilmu yang bisa dishare kepada anggota lage. Saya tunggu gerakannya, ini serius!

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You Tomorrow 😉


Kamis, 19 Agustus 2021

Wisata Literasi

Gunakan mata Anda untuk berwisata pada tulisan ini. 
-indrakeren-

Kata wisata memiliki arti sebuah aktifitas yang dilakukan oleh perorangan atau berkelompok yaitu dengan bepergian yang bertujuan untuk bersenang-senang memperluas pengetahuan dan sebagainya.

Selama pandemi, wisata bukan lagi prioritas dalam beraktifitas. Pandemi mengharuskan setiap orang untuk menghindari keramaian. Jangankan untuk pergi berwisata, tempat-tempat wisatanya pun harus ditutup sementara. 

Solusi yang dapat diambil untuk berwisata pada masa pandemi adalah wisata literasi. Gunakan mata Anda untuk menjelajah sudut dunia hanya dengan sekali klik. Sesekali boleh juga menggunakan scroll untuk berwisata literasi. 

Selain klik dan scroll, wisata literasi juga bisa dilakukan dengan cara menyentuh, memegang serta membalik lembaran buku. Buku adalah jendela ilmu, merupakan kalimat yang dapat menarik minat untuk menggalakkan wisata literasi ini.

Seperti malam ini, sebelum tidur saya berkunjung ke Lagerunal untuk berwisata literasi. Sampai tulisan ini mengudara, sudah ada 15 link wisata yang bisa saya nikmati dengan ditemani secangkir teh hangat buatan istri.

Wisata Literasi

Pertaama Drive and Listen, terus terang wisata literasi pertama saya kali ini harus saya katakan wow. Pengalaman baru berwisata dengan menggunakan teknologi pada sebuah website yang benar-benar bisa membawa saya menuju berbagai kota di dunia. Wow!!!

Saya langsung coba jalan-jalan ke Seoul

Setelah puas berwisata dengan drive and listen dari Pak Risky, saya melanjutkan berwisata literasi. Kali ini saya ditemani oleh Dul Kemplu, seorang yang memiliki selera humor yang tinggi melebihi tinggi badannya yang sudah tinggi.

Dul Kemplu, kalau tidak salah asli purbalingga. Jadi, Dul Kemplu mengajak saya ke berbagai tempat wisata di sekitaran Purbalingga, kebetulan memiliki banyak sekali tempat wisata. Objek wisata Dumbes di Purbalingga bisa dijadikan tujuan utama, menurut Dul Kemplu lokasi tersebut dekat dengan rumah Ibu Suyati.

Saya masih ditemani Dul Kemplu, sebenarnya saya sedikit memaksa untuk ditemani. Kali ini saya berkunjung ke Blitar. Kata Pak Hariyanto, Blitar memiliki objek Tiga Tempat Wisata The Best Sejarah Bung Karno di Kota Blitar. Di kota ini, selain berwisata kita bisa mengenal lebih jauh tentang Bung Karno, Bapak Proklamator Indonesia.

Masih di pulau jawa, namun kali ini Dul Kemplu tidak ikut bersama. Tujuan saya adalah Anyer, yuppp... sebuah pantai yang indah disepanjang mata memandang. Salah satu pantai yang istimewa adalah pantai carita. Seperti yang diceritakan Pak Marinan kepada saya.

Jika berbicara tentang pantai, maka tidak akan ada habisnya di Indonesia. Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, sudah pasti memiliki banyak pantai. Selain Pantai Carita di Anyer, ada juga Pantai Pasir Padi yang keindahannya dilukiskan dalam sebuah puisi oleh Ibu Rosminiati.

Selain Anyer dan Pasir Padi, wisata literasi saya kali ini tambah menyenangkan dengan pengealaman mengenal pantai yang bernama Pantai Takisung. Pantai yang berada di Kalimantan Selatan diceritakan oleh Bunda Nini dengan sangat apik.

Selanjutnya kasih di selatan. Kali ini Sulawesi Selatan, tepatnya daerah Tolitoli. Objek wisatanya banyak dan sedang berkembang. Namun, sayang seribu sayang menurut Pak Muliadi ada beberapa objek wisata yang dikelola Pemda setempat tidak terurus dengan baik. Semoga Pemda setempat membaca tulisan hebat Pak Muliadi.

Masih mau berwisata literasi lagi? tenang masih banyak kata yang bisa kita baca dalam wisata literasi ini. Selepas melihat keindahan pantai yang ada di Indonesia. Mari kita ikut Pak WinAnsar untuk mengetahui apa sih itu "Jalin". Kata beliau "Jalin" merupakan sebuah kota di Aceh yang memiliki panorama yang memanjakan mata. Yukkk.. kita kesasa untuk berwisata literasi.

Masih berdekatan dengan daerah Pak Win Ansar (jika dilihat dari Peta). Maka, tujuan kita berikutnya adalah Musi Rawas. Sebuah daerah yang ditinggali oleh Pak D, yang tidak henti-hentinya memperkenalkan Musi Rawas kepada siapa saja yang ingin mengetahuinya.

Apakah ada yang lapar? jika ada yang lapar, tahan sedikit keinginan makannya, karena kita akan pergi ke Negeri di atas Awan. Ibu Maesaroh menceritakan objek wisata yang seakan-akan kita berada di atas awan. Pasti seru sekali jika kita berada di objek wisata ini, swafoto pasti akan menghasilkan jepretan yang ciamik.

Siapa tadi yang teriak lapar? sekarang saatnya kita di traktir makan oleh Ibu Pipit. Kata Ibu Pipit ada sebuah pasar di Malang yang letaknya di tengah hutan, Seru banget kan!! Pasar yang bernama Wit-witan tersebut hanya buka setiap hari minggu. Jadi, jika kita pada suatu hari nanti ke Malang, jangan lupa untuk mampir ke pasar tersebut.

Bagaimana, enak makanannya? Saya suka sekali Gatot dan Tiwulnya, bagaimana dengan Anda? Setelah perut kenyang, Ibu Endahwin mengajak saya untuk melihat-lihat hamparan taman bunga di Santera de Laporte. Lumayan untuk menurunkan makanan yang baru disantap di Pasar Wit-witan tadi. Jangan terkecoh dengan nama lokasi tersebut yaaa, walalupun namanya Santera de Laporte, tetap keberadaannya ada di Indonesia.

Hampir dipenghujung wisata literasi kita kali ini. Sebagai penutup kita berharap pandemi segera pergi, hilang dan berganti dengan kesegaran serta ketenangan dalam kesehatan. Sehingga kita bisa berwisata untuk menambah pengetahuan dan bersenang-senang, seperti yang puisi yang dituliskan Ambu dengan penuh penghayatan.

Bagaimana wisata literasi yang saya tuliskan? serukan!! Masih mau yang lebih seru lagi wisata literasinya. Mau yang lebih kreatif wisata literasinya? Saya punya satu untuk dituliskan pada tulisan ini. Ibu E. Hasanah namanya, beliau membuat kreatifitas dalam berkreasi. Sesuai dalam pengertian wisata yang saya tuliskan diawal, wisata adalah bersenang-senang, maka yang dilakukan Ibu E. Hasanah bersama murid-muridnya dapat dicontoh. Apa yang dibuat Ibu E. Hasanah?

Berikut Link Wisata Literasi yang saya ceritakan pada tulisan sederhana ini :

List Kamis Menulis 19 Agustus 2021. Tema "Tempat Wisata"

1. Rizky Kurnia Rahman

https://rizkykurniarahman.com/wisata-keliling-dunia-di-sini-tempatnya/ 

2. Nini 

https://ninibelajar.blogspot.com/2020/06/tiga-puluh-hari-meronce-untaian-cita_7.html

(Postingan lawas, ikut meramaikan Kamis Menulis🙏)

3 Pa D

https://blogsusanto.com/berwisata-ke-musi-rawas/

4. Mister Beje 

http://misterbejebelajarpenjas.blogspot.com/2021/08/kamis-menulis-edisi-19-agustus-2021.html

5. Rosminiyati

https://rosminiyatiberbagi.blogspot.com/2021/08/pantai-pasir-padi.html

6. Marinan

https://marinan80.blogspot.com/2021/08/pantai-cerita.html

7. Suyati

https://suyatibinyo.blogspot.com/2021/08/otonomi-daerah-memberikan-kesempatan.html

8. Pipit

https://pipitfiharsi.blogspot.com/2021/08/pasar-wit-witan-destinasi-kuliner.html

9. Maesaroh

https://maydearly.blogspot.com/2021/08/negeri-di-atas-awan.html

10. Ansar Salihin

https://www.winansar.com/2021/08/wisata-jalin-jantho-aceh-besar.html

11. Endahwin

Santera de Laponte

Beneran indah... Dan ada di Indonesia

https://endahwin04.blogspot.com/2021/08/santera-de-laponte-malang.html?m=1

12. E. Hasanah

https://hasanahhalima.blogspot.com/2021/08/wisata.html

13. Ambu Tini

https://ambuguru.blogspot.com/2021/08/keindahan-yang-terpasung.html

14. Muliadi

https://muliadimatika.blogspot.com/2021/08/dilema-wisataku.html?m=1

15. Hariyanto

https://hariyanto17.blogspot.com/2021/08/tiga-tempat-wisata-best-sejarah-bung.html?m=1

Terimakasih sudah membaca hingga titik terakhir. Mari kita tingkatkan gerakan wisata literasi dimasa pandemi ini.

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You Tomorrow

Kamis, 29 Juli 2021

Silahkan dinikmati

Tantangan kamis menulis. Biasanya Pak Bianglala, admin kamis menulis sudah memberi tantangan pada pergantian malam. Namun, hari ini harus ada colekan dari Pak Rizky untuk memantik Pak Bianglala membuat tema kamis menulis. Tidak butuh waktu lama pak guru yang tinggal di Lombok merespon colekan dari Pak Rizky dengan sebuah gambar.

Kamis menulis memang salah satu program favorit di Lagerunal. Baru saja gambar ditampilkan, langsung disambar oleh Ambu dengan sebuah pertanyaan. "Btw, yang dimangkuk itu apa? Gulai ikan kah?" tanya Ambu tidak lama gambar mengudara. Pak Bianglala yang masih stand by seakan tahu akan ada yang bertanya tentang gambar tersebut, "Sop Ikan, Ambu" jawab Pak Bianglala singkat. 

Saya yang menyimak hanya menuliskan "siap laksanakan" seraya meyakinkan diri harus dapat menaklukkan tantangan kali ini. Ibu Sriwati senada dengan saya, hanya saja beliau menggunakan sticker jempol untuk mengatakan siap.

Pak Rizky yang mencolek Pak Bianglala ikut penasaran juga. Beliau menanyakan hidangan yang diletakkan pada piring, "pecel" tulis beliau. Ambu semakin panas sepertinya, pertanyaan Pak Rizky disambut jawaban perkiraan oleh Ambu "kayaknya pecel, trus piring yang satunya oseng-oseng" tulis Ambu penuh tanda tanya.

Pak Bianglala memang tanggung jawab, beliau tidak meninggal begitu saja gambar yang baru diposting pada grup WA. Beliau menjawab "yang ada kacang gorengnya: pelecing kangkung. Piring satunya deket pepaya, beberoq". Hmm, langsung saja kata beberoq menambah rasa penasaran Saya, Ambu dan Pak Rizky.

"Beberoq" kata Pak Rizky.

"Apakah mirip karedok, di Sunda?" sambung Ambu.

"beberoq! hmm, harus tanya google nih" tulis saya setelahnya.

Beberok Terong atau timun artinya adalah terong bundar bukan terong panjang atau mentimun muda yang disajikan dalam keadaan mentah dan diris kecil yang diberikan sambal tomat yang rasanya pedas namun sedikit masam karena adanya tomat didalamnya, sedangkan untuk pemilihan terong digunakan terong yang masih muda sehinggi bijinya tidak terpisah dari kulitnya. Itu arti beberok yang saya temukan, setelah berdiskusi dengan mbah google.

Ternyata Ambu juga mencari arti beberok di dunia maya. "Hmm, yayaya..setelah betselancar di google,  terbayang nikmatnya makan siang dg menu2 tersebut" tulis Ambu seakan sudah siap melahap menu yang ada di gambar.

Rasa penasaran saya tertuju pada kuah yang ditaruh pada wadah berwarna hijau. Letaknya persih diantara tempat nasi dan segelas es segar berwarna hijau. Rasa penasaran saya membawa saya bertanya kepada Pak Bianglala, "Penasaran dengan kuah yang ada dimangkuk dekat nasi? apakah itu Pak Bianglala..." tulis saya yang ditujukan langsung ke Pak Bianglala.

Cukup lama Pak Bianglala menjawab pertanyaan saya. Hampir 25 menit waktu yang saya perkirakan, hingga akhirnya Pak Bianglala menjawab rasa penasaran saya terhadap kuah coklat dimangkung hijau. "Sayur lebui, Pak Indra" tulis Pak Bianglala singkat yang langsung memuaskan hati saya.

Diskusi ringan tentang tema yang diberikan, akhirnya diakhiri dengan tiga tulisan dari Ibu RahmaWt, Pak Rizky dan Pak Guru Penjas (Mr. Beje). "Makanan khas mana itu? Lingsar kah?" tulis Ibu RahmaWt. Ambu masih sempat menjawab pertanyaan Ibu Rahma, "Lombok, Bu.." tulis Ambu, sebelum dilanjutkan dengan tanya oleh Ambu "eh, Lingsar bagian Lombok yah?" tulis Ambu dengan tambahan emoticon nyengir pertanda bahagia.

"Wah, menu2 asing" tulis Pak Rizky yang juga saya amini dari dalam hati. Pak Beje yang sejak tadi terus typing, tulisannya akhirnya mengudara, "Interpretasi boleh benar boleh keliru. Begitukah Bang?" tulis Pak Guru Penjas alias Mr Beje. "Iya, Mr. Beje" jawab Pak Bianglala menutup diskusi ringan tentang gambar pagi ini.

***

Sampai tulisan ini mengudara sudah ada sekitar 9 (sembilan) sobat lage yang sudah memposting tulisannya. Rasanya saya ingin juga memerintahkan jemari dan otak untuk berpartisipasi, namun entah rasa kantuk dan lelah benar-benar mengurungkan perintah tersebut.

Akhirnya saya hanya bisa memposting kembali link tulisan sobat lage pada blog seberhana ini. Mohon izin yaa sobat lage, kalian luar biasa. Kobarkan semangat berliterasi, walaupun diawali dengan sebuah gambar menu makanan dari Lombok NTB.

LIST POSTINGAN #KamisMenulis Edisi 29 Juli 2021:

1. Mazmo 

https://eigendomo.com/maafkan-aku-nak/

2. Iis Yuliati 

https://buahpenailalang.blogspot.com/2021/07/kehangatan-yang-kian-memudar.html

3. Indri

https://yukindrimenulis.blogspot.com/2021/07/selamat-makan.html

4. Ambu Tini

https://ambuguru.blogspot.com/2021/07/menahan-godaan.html

5. Endah Win                                                                                                     https://endahwin04.blogspot.com/2021/07/kisah-di-balik-daun-pandan-foto.html 

6. E. Hasanah

https://hasanahhalima.blogspot.com/2021/07/teleletkamis-menulis.html

7. Rizky Kurnia Rahman

https://rizkykurniarahman.com/kisah-fiktif-dua-istriku-berdamai-karena-ini/

8. Ai Setiawati 

https://aisetiawati2019.blogspot.com/2021/07/status-palsu-yang-menyedihkan.html

9. Pipit 

https://pipitfiharsi.blogspot.com/2021/07/tempat-kembali.html


Lanjut!

Saya berharap bisa menuliskan nama saya pada urutan nomor 10. Semoga bisa terkabul dan terlaksana keinginan saya tersebut. Oh iya, tema kamis menulis kali ini adalah gambar bercerita. Gambarnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini. 


Menggugah selera bukan! kira-kira apa yang bisa saya tulis dengan tema gambar seperti di atas. Irisan pepaya berbentuk dadu, pelecing kangung, Beberok, Sop Ikan, Ikan goreng, Air es kelapa berwarna hijau, Sayur Lebui, Nasi, Kerupuk dan kotak tisu dipojok meja makan. Hmm, segini dulu tulisan dari saya, semoga saya mendapatkan ide untuk mengeksekusi tantangan kamis menulis yang sudah tereksekusi. Aamiin

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You Tomorrow

Selasa, 20 Juli 2021

Puisi Telelet, Namanya!

Beberapa hari ini grup menulis dibanjiri dengan jenis puisi baru. Awalnya jika saya tidak salah menyimpulkan, puisi telelet diposting oleh Ibu Kanjeng. Ibu Kanjeng sempat memposting puisi teleet yang ditulisnya beberapa kali di beberapa grup.

Sampai akhirnya puisi telelet sampai di rumah Lagerunal, kenapa saya sebut rumah? karena grup ini yang memiliki aturan jelas akan postingan yang ingin diinformasikan. Jadi tidak sembarang posting, jika salah posting akan disempriiiiit oleh tim admin.

Ok, kembali ke puisi telelet. Kenapa namanya telelet? Terus terang, saat pertama kali membaca kata telelet, tidak pernah terpikir kata tersebut adalah nama sebuah jenis puisi. Menurut Ibu Anis telelet memiliki arti Tiga Empat Lima Enam Lima Empat Tiga. Ibu Anis menjelaskan hal tersebut pada grup puisi telelet yang dibidani oleh Ibu Aam.

Contoh Telelet buatan Bu Anis


Masih menurut Ibu Anis, Puisi Telelet diciptakan oleh Bapak Dr. Marjuki, M.Pd. Berawal dari beliau ingin menulis puisi dengan kata-kata yang mudah dipahami. Akhirnya beliau mencoba membuat puisi dengan jumlah bait 7 dan memiliki konfigurasi menarik.

Menariknya lagi Ibu Anis menjelaskan, bahwa puisi telelet ini diciptakan khusus untuk pemula. Para pemula yang sulit membuat puisi yang berkualitas dengan nilai satra tinggi. Puisi ini dipilih bahasa sederhana tidak harus tinggi bahasa sederhana yang mudah dipahami tetapi jika dirangkai akan memiliki keindahan sendiri.

Puisi ini mensyaratkan rima akhir kalimat dua huruf yg sama, hal ini tentu berbeda dengan puisi pada umumnya. Rima tidak boleh berasal dari kata yang sama dalam puisi. Namun, kata yang dijadikan rima boleh diulang-ulang di awal atau tengah baris.

Selain itu ada istilah landai serta terjal. Ada-ada saja istilah yang digunakan dalam telelet ini. Saya terus terang bingung mengartikannya, karena memang sulit masuk kedalam logika otak kecil saya. Namun, lagi-lagi Ibu Anis memberikan gambar yang dapat mengartikan rasa bingung saya.

Terus terang saya juga masih bingung dibuatnya. Semoga info tentang telelet bertebaran di dunia maya. Sehingga bisa dipelajari bersama dengan seksama. Pada akhirnya telelet akan menjadi rsalah satu eferensi puisi buatan kita.

Salam kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You Tomorrow