Kamis, 18 November 2021

Inklusivitas di dunia digital

Pengetahuan saya terhadap kata inklusi masih sangat cetek. Pengertian inklusi yang saya tahu selama ini hanya dapat diterapkan dalam pengertian anak berkebutuhan khusus. Tidak salah memang, namun ternyata kata inklusi dapat diartikan secara luas. Luasnya penggunaan kata inklusi tergantung dengan kata/kalimat/suasana apa yang mengikutinya.

Inklusivitas sendiri berasal dari kata inklusi, kata ini diambil dari kata “inclusion” yang berarti mengajak masuk atau mengikutsertakan. Lawan kata inklusi adalah eksklusif atau eksclusion, artinya menegasi atau mengeluarkan. Dengan demikian inklusivitas merujuk kepada sikap menerima atau mengajak kepada siapa saja tanpa melihat perbedaan dalam konteks sosial.

Sebagai sebuah sikap, inklusivitas senantiasa dikaitkan dengan sikap masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat digital. Mengapa kita harus bersikap inklusif di era digital?

Masyarakat digital identik dengan kebiasaan interaksi dengan media baru melalui konsep metode baru dalam berkomunikasi di dunia digital dan memungkinkan orang-orang dari kelompok-kelompok kecil berkumpul secara online, berbagi, menjual, dan menukar barang serta informasi. 

Dengan banyaknya kemungkinan yang terjadi, maka ada beberapa alasan yang dapat digunakan mengapa masyarakat digital harus inklusif.

1. Internet bukan barang baru di Indonesia

Dari data yang ada, tercatat Indonesia sebagai salah satu pengguna smartphone terbesar di dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia menjadi salah pengguna internet terbesar. Berdasarkan data internetworldstats, pengguna internet Indonesia mencapai 212,35 juta jiwa pada Maret 2021. Sementara rata-rata waktu yang digunakan untuk mengakases internet adalah 8 jam 52 menit atau sekitar 75% dari waktu yang tersedia. Ini luar biasa, mengingat hampir 3/4 waktu dihabiskan hanya untuk mengamati perangkat digital yang ada. Sebagian besar pengguna memanfaatkan media sosial untuk berinterkasi, berkomunikasi, atau sekedar mencari informasi. Tercatat aplikasi yang paling banyak digunakan secara berturut-turut yaitu youtube, whatsapp, instagram, facebook, lalu twitter

2. Dunia digital cenderung mempertajam perbedaan dan mempeluas keragaman.

Keberagaman baik dari aspek fisik maupun pandangan, sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan sosial. Oleh sebab itu, perlu disikap secara bijak dan benar, berbagai contoh perpecahan atau perkelahian antara warga terjadi hanya akibat penggunaan media sosial.

3. Keunikan yang hadir sebagai sebuah keniscayaan.

Dunia digital perlu mendapat perlakuan yang proporsional sesuai kondisi keunikannya sehingga mereka dapat menikmati layanan dan kebutuhan sebagaimana layaknya anggota masyarakat digital lainnya.

4. Hak untuk memperoleh akses layanan dan kebutuhan di dunia digital untuk berbagai keperluan seharusnya mampu menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.

Masyarakat digital harus dapat mampu bersimpati dan berempati kepada berbagai keunikan akibat keterbatasan fisik atau mental yang diwujudkan dengan menyediakan instrument atau aplikasi yang ramah kepada penyandang disabilitas agar setiap orang dengan segala keterbatasannya dapat menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mengembangan diri

Dari alasan pertama sampai keempat mengungkapkan bahwa kita tidak bisa menghindari era digital. Hanya ada dua pilihan ikut atau ditinggalkan.  Lantas bagaimana sebaiknya kita menghadapinya? Setiap anggota masyarakat berhak mendapatkan layanan internet untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan sumber daya manusianya.

***

Dunia digital yang sekarang terus berkembang, mengharuskan kita dalam kehati-hatian dalam menerimanya. Jangan sampai kecanggihan teknologi yang didapat membawa kita kepada hal yang negatif. Banyak hal positif yang dapat didapat dalam dunia digital. Oleh karena itu hal laagi-lagi bijaklah bermain dalam dunia digital. Jari kita akan membawa kita dalam hal positif atau negatif, tergantung kita yang mengarahkannya.

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam Indrakeren
See You Tomorrow πŸ˜‰



6 Comments: