Jumat, 14 Agustus 2020

Jadi Enterpreneur, Guru pun BISA !!

Assalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh

Silaturrahmi itu menambah rezeki, Amin

Selamat Pagi para Pejuang Pendidikan, semoga selalu sehat, semangat, dan bahagia dalam melakukan aktifitas setiap hari serta selamat berwisata membaca di blog sederhana ini.


Selamat Ulang Tahun untuk Ibu yang jago berbisnis, semoga selalu diberikan kesehatan, rezeki yang berkah dan tetap memberikan inspirasi untuk Guru Indonesia lewat karya dan pengalaman Enterpreneurnya .

Resume ini saya awali dengan mengutip kalimat terakhir dari beliau semalam "selagi kita bisa berkarya, berkiprah, lakukanlah. Kalau itu memang bagus, hati kecil kita tak mungkin mengingkarinya. lakukanlah apa yang bisa dilakukan. Yang penting kegiatan itu positif dan tidak merugikan orang lain."

Metamorfosis seseorang tidak akan ada yang pernah tahu, sebelum orang tersebut melakukan untuk membuktikannya. Perempuan hebat yang bernama Ibu Betti Risnalenni ini membuktikan sebuah metamorfosis kehidupan yang penuh liku, mulai dari berdagang kue di kantin sekolah, membantu usaha katering keluarga, menjadi guru di sekolah orang lain, membuat kursus, menulis buku dan membuat sekolah (baca lagi, membuat sekolah yaa temen temen....). Kerenkan !!! Mau tahu kisahnya, mari siapkan kopi beserta pisang gorengnya dan baca hingga titik terakhir. Monggo....

Awalnya biasanya saja, namun setelah itu menjadi kebiasaan untuk berbisnis. Ibu Betti memiliki jiwa enterpreuner yang sudah ada dari kecil tapi ya kadang kadang beliau tidak mau disebut tukang dagang, karena tukang dagang itu kurang sekeren guru, katanya.

Perempuan hebat ini kebetulan memiliki ibu yang suka buat kue, Nah,, beliaulah yang suka memasukan atau menawarkan ke toko toko untuk dititipkan. Dulu ketika kecil beliau tinggal  di cempaka putih jakarta. Jadi kue tersebut dititipkan di toko-toko pasar cempaka putih. Berlanjut waktu pindah ke bekasi, kue -kue buatan Ibunya di titipkan di toko-toko di bekasi, termasuk di koperasi sekolah SMA 1 bekasi tempat Ibu Betti mengenyam pendidikan tingkat atas. Ada cerita yang bisa membuat kita senyum-senyum disini, Karena beliau aktf di organisasi sekolah dan tentunya untuk jaga gengsi (cie...) Ibu Betti muda selalu datang sebelum teman-temannya datang. Jadi beliau tidak bertemu dengan teman temannya dan tidak ada yang tau bahwa kue di koperasi itu  adalah kue dagangannya. (Jaga image juga Ibu Betti ini... heheheh)

Kuliah saat yang Indah, tapi beliau malah melebarkan sayap bisnisnya dibidang catering, walaupun masih membantu ibunya. Catering keluarga ini memiliki langganan tetap seperti beberapa kantor dan pabrik. Kesibukannya dalam berbisnis membuatnya jjatuh cinta dengan kegiatan tersbut, akan tetapi semua itu berhenti sementara setelah beliau menikah. Usaha Catering keluarga terpaksa ditutup, Alasaan ditutupnya usaha ini karena sudah capek dan cukuplah berusaha di catering. (Mau bisnis lain mungkin!!

Horeeee... Lulus kuliah, setelah mengemban gelar sarjana barulah Ibu Betti mengajar di sekolah milik orang lain. Menjadi seorang guru disekolah milik orang lain hanya sebagai batu loncatan saja, karena  pada tahun 1996 beliau memberanikan diri mendirikan tempat kursus. Awalnya 1 temat kursus tetapi karena kegigihan beliau tempat kursus tersebut berkembang menjadi 24 cabang. Keereeen...👍

Jiwa enterpreneur Ibu Betti semakin terasah ketika melihat peluang bisnis berupa lomba. Lomba akan diadaakan dipusat perbelanjaan seperti Mall, bekerjasamalah beliau dengan Mall Metropolitan Bekasi. Untuk menelola kegiatan tersebut beliau bekerjasama dengan orang yg ada ditempat kursus. Karena lomba di mal itu lebih ke entertaint. Membuat anak anak senang. Orang tua juga senang. Jadi dana-dana untuk piala dan makan sudah dimasukan ke pendaftaran. Beliau kerjasama lagi dengan makanan siap saji. Disitu beliau dapat keuntungan lagi. (enceeer banget otak bisnisnya.... 👍👍)

Kerja kerasnya untuk selalu menerima tantangan, membawa beliau bekerjasama dengan salah satu pengelola pusat kursus, dimulai dengan mengontrak sebuah rumah untuk membuat TK. Semua buku yang digunakan beserta materi yang akan digunakan di TK tersebut Ibu Betti yg buat, dari mengenal tarik garis, mengenal angka, mengenal huruf dsb. dan tidak terlupakan, Aritmatika adalah unggulannya selain hafalan surat pendek.

Saya ambil Kutipan dari materi Ibu Betti "Tapi mengelola sekolah itu tidak seperti jualan batik, seperti usaha teman saya itu sebelumnya. Banyak ruginya katanya. Ya memang kalau berhitung untung rugi ya harus mikir mikir buat sekolah."   Kutipan tersbut membuat teman Ibu Betti mengundurkan diri untuk mengelola Sekolah, jadilah Ibu Betti mengelola sekolah tersebut sendiri, dengan kegigihan beliau, biaya operasioanl sekolah bisa ditutupi dari hasil jualan buku kepada tempat tempat kursus.

Pengalaman beliau mengelola sekolah membuat dirinya tertanntang untuk mengikuti lomba Kepala Sekolah berprestasi, mulai dari tingkat kecamatan, hingga tingkat kota. Alhamdulillah pada lomba tersebut beliau diamanahkan sebagai Juara Pertama. Raihan Juara tersebut membuat sang juara harus berlomba lagi di tingkat yang lebih tinggi yaitu provinsi. Harus diakui tingkat provinsi memiliki persaingan yang ketat, sehingga beliau harus puas dan bangga meraih juara harapan ditingkat provinsi. 

Sebelum bergelimang prestasi dari lomba menulis Ibu Betti memang sudah hoby menulis dan dari hoby tersebut sudah menelurkan beberapa buku, bahkan buku yang diterbitkan sudah dipakai diberbagai tempat kursus. Jadi selain menulis buku, Ibu Betty juga sudah mendapatkan hasil dari hobby menulisnya.

Alhamdulillah tahun 2009 Sekolah TK dan SD Insan Kamil yang berlokasi di Bantar Gebang, Bekasi sudah dapat sana BOS, jadi untuk SD sudah sangat terbantu untuk operasionalnya.  Setelah sekolah sudah dapat mandiri dalam masalah finansial. Ibu Betty kembali ke hobby maasa kecilnya yaitu berjualan kue, bedanya sekarang beliau yang membuat sendiri kue-kuenya sebelum dijajakan di toko Kartini Bakeri. 

Bisnis Kuliner yang dikembangkan Ibu Betti sekarang juga bukan dari hasil simsalabim langsung berdiri. Beliau paham betul unntuk mendirikan sesuatu harus dengan belajar, oleh karena sebab itu beliau mengikuti berbagai macam pelatihan didunia per"kue"han. Jadi bisa dikatakan Ibu Betti adalah pembuat kue yang bersertifikat. Hebatkan... selain punya sertifikat pendidik, Ibu Guru dari Bekasi ini juga punya sertifikat wirausaha.

Lima tahun sudah Ibu Betti menggeluti bisnis per"kue"hannya, dengan usia usaha yang satu lustrum ini, usaha Ibu Betty dipilih Dinas Kopersai Bekasi sebagai UMKM binaan Kota tersebut. Satu kutipan materi dari Ibu Betti yang saya pinjam lagi "Saya juga mulai mematenkan merk lewat HaKI, mulai meng " halal " kan produk dan mulai meng " pirt " kan produk." Banyak istilah yang saya tidak pahami dari kutipan tersebut, tapi jika saya simpulkan pasti itu semua Ibu Betti lakukan untuk mengembangkan tingkat kepercayaan pelanggan terhadap produk-produknya.

Teman-teman, itu adalah titik akhir resume saya, resume dari materi yang disampaikan oleh perempuan hebat. Perempuan yang akan banyak menginspirasi Guru-guru di Indonesia, bahwa menjadi Guru adalah profesi yang diamanahkan kepada kita semua, namun Guru juga BISA menjadi Enterpreneur di bidang yang lain. Ibu Bettti sudah memberikan contoh dan bukti nyata kepada kita. Saya akhiri resume saya dengan mengcopy-pastekan kalimat pembuka dari resume saya ini, "selagi kita bisa berkarya, berkiprah, lakukanlah. Kalau itu memang bagus, hati kecil kita tak mungkin mengingkarinya. lakukanlah apa yang bisa dilakukan. Yang penting kegiatan itu positif dan tidak merugikan orang lain."

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Salam Literasi, Salam Indrakeren

8 Comments:

  1. Bila sesuatu itu baik maka lakukanlah.. sperti saat ini, kita berlatih menulis resume.. semangat pak, keren resumenya

    BalasHapus
  2. Apa pun itu temannya selalu keren

    BalasHapus
  3. Menarok sekali tesumenya Pak dan enak dibava...👍👍💪

    BalasHapus
  4. Selagi bisa berkarya, berkiprah lah. Yuk terus berkarya. Terus menulis.

    BalasHapus
  5. Resume nya nhenaa bgt..
    Kereenn👍👍

    BalasHapus