Minggu, 16 Agustus 2020

Meracik Buku sampai ke Penerbit

 Assalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh

Silaturrahmi itu menambah rezeki, Amin

Selamat Pagi para Pejuang Pendidikan, semoga selalu sehat, semangat, dan bahagia dalam melakukan aktifitas setiap hari serta selamat berwisata membaca di blog sederhana ini.

Terus terang saya mengalami kesulitan untuk mengawali membuat resume malam ini, kenapa ? Karena materi yang diberikan terlalu terstruktur dan ditambah tubuh ini sedang tidak FIT. Untuk membuat resume dengan gaya tulisan yang biasa saya tuliskan rasanya kok sulit yaa, tapi disini tantanganya dan saya siap memasak resume ini agar dapat dihidangkan dalam piring literasi.

Baik kita awali resume ini dengan kesamaan antara saya dan narasumber, boleh percaya boleh tidak, kalau nama saya dan narasumber itu sama. Serius nama saya dan narasumber sama sama Iin, kalau saya Iin Cowok dan narasumber Iin Cewek. Kok bisa saya dipanggil Iin, yaa bisaLah, kan dua huruf awalan nama saya I dan N, jadi kalo dipanggil In, In, In, jadilah Iin. (hihiiiihihii, ..ini serius). Oh.. Iya kakak sepupu saya juga dipanggil Iin. Bagaimana kalo kita buat trio "Iin yang berLiterasi". (Asik... setuju Ibu Narasumber 😁)

Teman-teman jika ingin mengetahui bagaimana proses Ibu Iin menulis hingga diterbitkan oleh penerbit mayor, teman teman bisa melihat prosesnya disini dan disini, kenapa harus disini dan disini ? karena menurut Ibu Iin proses menulis hingga menjadi sebuah buku yang diterbitkan oleh penerbit mayor sama persis dengan yang dilakuakn Cikgu Tere dan Bung Roma. Mereka bertiga adalah Trio Literasi yang diberikan kesempatan dan bimbingan langsung dari Prof. Eko Indrajit. (hmmm, ngomong-ngomong nama kita sama nih Prof, bisa kali...😁 ).

Untuk menghidangkan resume yang spesial di piring literasi, saya akan mengajak teman teman semua berbelanja sebuah info menarik tentang Ibu Iin. Musiin  atau biasa dipanggil Bu Iin oleh orang-orang di sekitarnya memiliki hobi membaca buku, menulis, travelling  dan memasak. Ia lahir di kota Tahu Takwa Kediri pada tanggal 6 Juli 1970  dan merupakan seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak tahun 1998. Itu biodata singkat beliau, mau lagi... info lain tentang Ibu Iin ? tenang saya masih punya banyak. Pendidikan dasar hingga atas beliau tuntaskan semuanya di Kota Kediri, setelah tamat SMA barulah beliau berkelana ke IKIP Malang (S1 Pendidikan Bahasa Inggris), dilanjutkan ke UNS unuk mengambil S2 dibidang yang sama. Terakhir beliau menempuh pendidikan singkat "Short Course" pada tahun 2015 di Singapura, itu beliau lakukan karena rasa cinta yang sangat besar terhadap profesi guru Bahasa Inggris.

Belanjaan sudah lengkap, sekarang waktunya masuk dapur literasi untuk meracik resume keren ini. Teman teman, Ibu Iin menngawali penngalaman mengajarnya menjadi seorang dosen di STKIP PGRI dan STIE Dewantara Jombang. Beliau juga aktif di lingkungan dunia pendidikan sebagai pengembang mata pelajaran bahasa inggris dan tim penilai angka kredit guru di tingkat kabupaten Kediri. Selain mengajar, Ibu Iin juga founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun 1991.Organisasi ini bergerak dalam berbagai bidang. Banyak ya aktifitas Ibu hebat ini, selain hal-hal yang saya sebutkan di atas, Ibu Iin juga merupakan founder PT In Jaya yang bergerak di bidang ekspedisi untuk pendistribusian produksi Indomarco dan Indolakto Pasuruan. Selain itu PT In Jaya merupakan pemasok bahan baku tebu bagi pabrik gula di wilayah Madiun, Malang dan Kediri. Alamaaaakk keren kali Ibu yang satu ini, multitasking istilah kerennya!

Racikan awal dari resume saya kali ini sudah saya sajikan, sekarang siap siap teman teman untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang Ibu Iin dalam mengembangkan tulisannya hingga menjadi sebuha buku yang diterbitkan oleh penerbit mayor. Saya juga akan berbagi tentang sekelumit isi Buku yang ditulis Ibu Iin, ini kisahnya, cekidot....

Group WA arahan Omjay benar benar menelurkan banyak talenta dalam dunia literasi, setelah beberapa pertemuan kita dipertemukan oleh narasumber hebat seperti Ibu kanjeng, Mr Bams, Cikgu Tere, Bung Roma, dan Ibu Betti, sekarang kita dipertemukan dengan Ibu Iin yang hobi memasak 😇. Ibu Iin juga merupakan Alumni WA Group Belajar Menulis bimbingan OmJay dan PGRI, beliau bergabung di gelombang ke 8 (satu angkatan dengan Cikgu Tere dan Bung Roma).

Singkat cerita Ibu Iin juga mendapatkan kesempatan menulis buku di bawah bimbingan Prof. Eko Indrajit, pada prosesnya sama dengan Cikgu dan Bung Roma, hanya berbeda judul saja. Judul yang dipilih Ibu Iin adalah LITERASI DIGITAL NUSANTARA. Langkah awal dalam menulis buku tentunya membuat sebuah outline, dan outline yang dibuat Ibu Iin adalah :

    Outline yang saya sampaikan adalah sebagai berikut:

    1. Pengguna Internet di Indonesia

    2. Media Sosial

    3. Literasi Digital

    4. Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara

    5. Literasi Digital untuk Membangun Digital Mindset Warga +62



Setelah mendapatkan kiriman cover buku dari prof Eko, semangat menulis Ibu Iin sangat berkobar seperti para pejuang di medan perang yang ingin memerdekakan Indonesia (sseeeehhhh). Dengan bekal seadanya atau lebih tepatnya memaksimalkan apa yang dimilikinya, mulailah Ibu Iin menulis kata demi kata untuk menyelesaikan Buku pertamanya. Buku-buku, surat kabar serta berselanjar di Internet lewat mbah google dilakukannya untuk menambah referensi tulisan yang diinginkannya.

Teman teman, patut kita ketahui bersama selama ini Ibu Iin hanya menjadi pembaca yang baik. Seandainya menulis, hanya sekedar menulis PTK, jurnal, proposal, laporan  untuk kepentingan pekerjaan saja, tidak pernah terlintas di benak beliau untuk menulis dan menerbitkan buku apalagi di Penerbit Mayor. Namun, di awal tahun 2020, Ibu Iin membuat perencanaan akan menulis buku di SKP. Dan keajaiban itu datang dengan mengikuti Kelas Menulis Om Jay. Beliau jadi ingat dengan buku yang berjudul  The Secret (Law of Attraction) karya Rhonda Byrne, buku ini bercerita tentang rahasia kekuatan pikiran atau gaya tarik menarik di alam semesta. Pikiran beliau di awal tahun adalah menulis buku, atas kehendak Allah Ibu Iin dituntun mengikuti kelas menulis dan berhasil menulis buku di penerbit Mayor. Alhamdulillah....

Ada yang mau lihat sebagian isi buku yang ditulis Ibu Iin, cius mau lihat....mi apa? 😁

Saya awali dengan kalimat dari Ibu Iin "Dalam kesempatan ini saya akan mengajak Bapak Ibu penulis hebat untuk mengikuti proses memasak buku berjudul LITERASI DIGITAL NUSANTARA. Seandainya buku itu sepiring hidangan, Bapak Ibu saya ajak berbelanja, meracik dan memasaknya. Semoga bisa memberi pengalaman tersendiri".


Teman teman materi yang ditulis Ibu Iin berasal dari materi yang disampaikan Prof. Eko Indrajit pada channel youtubenya yang berjudul Digital Mindset. Materi tersebut Ibu Iin kembangkan dari beberapa literaasi yang didapatkan Ibu Iin dalam berselancar di dunia maya attaupun dari buku buku yang dibeli secara online. Mengapa Ibu Iin tertarik untuk menulis materi tersebut, krena beliau tertarik menulis materi ini karena berdasarkan data yang dirilis Data Statista menunjukkan bahwa Indonesia masuk dalam 10 negara dengan pengguna internet terbesar di dunia. Indonesia berada di peringkat kelima dengan pengguna internet sebanyak 143,26 juta per Maret 2019 (bayangkan teman teman 143,26 Juta pengguna internet, dan salah satunya pasti saya Indrakeren 😊)

Dalam menulis materi untuk buku yang sedang disusunnya Ibu Iin benar benar melakukan pencarian yang detail, tujuannnya agar data yang dituangkan dalam tulisan benar benar akurat, tajam dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai contoh data yang didapatkan bersumber dari survey APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia)

Ibu Iin benar benar memperhatikan keakuratan data, Survei yang dikeluarkan APJII digunakan sebagai dasar pengamatan dan referensi utama dalam penulisannya. Bayangkan teman teman dari survei yang dikeluarkan APJII berupa infografis dapat kita lihat pada gambar di bawah ini :


Dari survei tersbut terlihat grafik penggunan internet didominasi oleh generasi Z, serta ada kemungkinan selama PJJ generasi Alpha juga akan meramaikan dominasi pengguna internet di Indonesia. Pembahasan pengguna internet berdasarkan usia dan karakteristik pengguna sangat menarik,  karena berdasarkan usia dan karakteristik sangat mempengaruhi perilaku dalam berinternet.

Sebagai contoh saya akan kutip paparkan dari Ibu Iin, sebagai berikut :

Generasi yang lahir antara tahun 1995-2010 adalah Generasi Z atau dikenal dengan iGeneration atau Generasi Net.Mayoritas anggota generasi ini masih di bangku sekolah dan kuliah, hanya sebagian kecil saja yang masuk ke dunia kerja. Gadget dan internet telah menjadi bagian dari kehidupan mereka sejak kecil. Implikasinya mereka menyukai hal yang instan, kenyamanan dan multi tasking. Popularitas diperoleh di berbagai media sosial melalui unggahan-unggahan yang menunjukkan style mereka. Hedonisme sudah menjadi urat nadi yang tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari. Mereka menyukai berbelanja secara online sekaligus pelaku industri ekonomi kreatif di dunia maya. Uang tidak lagi untuk investasi seperti yang dilakukan generasi sebelumnya, namun untuk keperluan fashion, travelling dan kuliner.

dan berdasarkan survei APJII untuk generasi X, alpha dan beta mendapatkan hasil sebagai berikut  :

Berdasarkan hasil survei APJII tahun 2018, alasan warganet +62 menggunakan internet adalah berkomunikasi, bermedia sosial dan mencari informasi tentang pekerjaan. Murid-murid saya jika diajak menggunakan platform Google Classroom dalam pembelajaran selalu mengatakan bahwa paketan yang dibeli adalah paketan media sosial.

Menarik ya teman teman isi buku yang ditulis oleh Ibu Iin, masih ada lagi yang ingin saya beritahukan tentang Ibu Iin perihal buku yang diterbitkannya, sebelumnya sebelum lupa, nanti tulis komentar dikolom komentar blog saya yaa... 😂. Lanjutt...

Teman teman, data yang digunakan Ibu Iin sebagai dasar pengamatan dan referensi bukan hanya APJII saja, ada juga data yang digunakan Ibu Iin dari We Are Social, Hootsuite, sebuah survei tentang pengguna media social di dunia. Ada kutipan yang menarik dari Ibu Iin tentang kejahatan digital di media social, "penggunaan internet yang tidak dimbangi dengan kecerdasan digital akan mengakibatkan pengguna internet menjadi korban kejahatan digital atau bahkan menjadi pelaku kejahatan digital. Di Indonesia UU yang mengatur tentang Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik disebut dengan UU ITE. Jadi kita harus saling menjaga dan mengingatkan akan pentingnya berselancar sehat di dunia maya.


Sebagai akhir dari paparan narasumber semalam, Ibu Iin memberikan daftar kejahatan yang sering terjadi di dunia digital. Daftar ini bisa kita gunakan untuk meningkatkan kewaspadaan kita, keluarga, saudara, kerabat, dan teman teman saat berselancar di dunia maya. 

Berakhir sudah 2 bab pada buku hasil karya dari Ibu Iin, semoga bisa memberikan pengetahuan tambahan kepada kita terhadap Digital Literasi. Kok sudah akhir saja mister indra, mana bab 3, 4, 5, dst? Penasaran yaaa, memang tema yang dituliskan Ibu Iin membuat kita ingin membacanya hingga akhir, bagi yang ingin tahu ada apa pada bab selanjtnya, teman teman bisa beli bukunya di toko buku terdekat atau klik link ini. (Endorse terselubung.....hihihih 😋)

Pada akhirnya resume ini sampai pada tahap akhir, sebuah kalimat motivasi dari sebuah pertanyaan yang dijawab oleh Ibu Iin bahwa TIDAK ADA KATA TERLAMBAT untuk memulai sesuatu yang baik. Bapak Ibu semua pasti bisa menghasilkan karya yang yang akan dikenang anak cucu dan generasi mendatang.  Ide menulis bisa dari mana saja, dari lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat. Selalu semangat dan yakin bahwa ada karya dari tangan Bapak Ibu.

.

Teman-teman, semua isi resume yang saya tulis adalah daftar belanjaan dan racikan yang diberikan Ibu Iin kepada kita dalam menyajikan sepiring literasi yang bisa diterbitkan oleh penerbit mayor. Tunggu apalagi ayooo teman teman bakar semangat di hari kemerdekaan RI ini agar kita juga bisa meracik hingga memasak karya yang diterbitkan oleh penerbit mayor.

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


Salam Literasi, Salam Indrakeren


34 Comments:

  1. dalam liyerasi, bagus resumenya

    BalasHapus
  2. Judul nya sdh menggelitik, intronya greget mas Iin he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iin itu nama waktu kecil saya Bu..... hehehehehe

      Hapus
  3. bagus dan beda, monggo singgah di https://penacantikrip.wordpress.com/2020/08/16/lidi-nusantara-bu-iin-dalam-belajar-menerbitkan-buku/

    BalasHapus
  4. mantab... semoga para penulis yang awalnya menulis di blog bisa sampai menerbitkan buku. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantappp...
      tetap semagat nyusunnya rekan sejawat....hehe

      Hapus
  5. Balasan
    1. Terimakasih senior yang banyak menginspirasi....

      Hapus
  6. Keren melebihi dari resume 👍👍👍

    BalasHapus
  7. Balasan
    1. Pasti, Ini istri saya ...

      Terimakasih Ibunya anak anak

      Hapus
  8. semoga lahir para penulis baru setelah emndapatkan pencerahan dari bu Iin Kediri

    BalasHapus
  9. Wah, lain dari yang lain nih. Trims. Mencerahkan. Dan, dikomen Big Teacher. Top, dah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata kata Pak Susanto di Group benar nyata adanya...

      Sayapun merasakan rasa bahagianya jika tulisan kita dikunjungi dan dikomentari sama teman teman semua, apalagi dikomentari oleh para senior yang hebat hebat...

      Ayooo terus menginspirasi Pak D Susanto...

      Salam Literasi, Salam Indrakeren

      Hapus
  10. Lanjutkan Mas, tulisannya menginspirasi.

    🤝📖Salam Literasi

    BalasHapus

  11. mantul resumenya....lanjut pak Iin...

    BalasHapus
  12. Lengkap dan gaya bahasa yg khas dan menarik Pak Iin..🙂

    BalasHapus
  13. Masya Allah, keren resumenya Pak Indra. 👍

    BalasHapus