Kamis, 20 Agustus 2020

Rel Menulis dari Mas Akbar

Assalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh

Silaturrahmi itu menambah rezeki, Amin

Selamat Pagi para Pejuang Pendidikan, semoga selalu sehat, semangat, dan bahagia dalam melakukan aktifitas setiap hari serta selamat berwisata membaca di blog sederhana ini.

Kebiasan menulis yang kita lakukan sejak kecil dapat menghasilkan suatu yang akan dikenang selamanya jika dikemas dalam bentuk yang abadi yaitu tulisan yang dibukukan. 

(wisata membaca)
 

Dua Puluh hari yang lalu tulisan pertama saya mengudara di dunia maya. Jika di tarik mundur kebelakang, kegiatan menulis bukan hal baru buat saya, hampir setiap hari dalam aktifitas saya selalu ditemani sebuah spidol untuk menulis di white board. Bahkan kalau untuk sekedar menulis saya sudah memulai sejak saya berani menulis di tembok rumah yang berwarna putih, mungkin sekitar 30 tahun lalu. Tetapi malam ini saya mendapatkan ilmu yang keren dan baru untuk menulis buku yang benar dengan rel TOJTRP, dengan menggunakan Rel TOJTRP kegiatan menulis menjadi lebih hidup dan terarah dalam Rel.

Apa itu Rel TOJTRP ?
Rel adalah jalur moda trasnportasi yang bernama Kereta Api, dalam jalur tersebut Kereta akan melaju tanpa hambatan. Begitu pula dengan Rel TOJTRP yang dikembangkan oleh seorang motivator bernama Akbar Zainal. Pria kelahiran Banyumas 47 tahun yang lalu ini dikenal sebagai trainer dan motivator Man Jadda Wajada. Menurut beliau kegiatan menulis harus dengan rel "langkah-langkah" yang benar dan tepat, agar dapat diselesaikan tepat pada waktunya sehingga bisa diterbitkan. Jadi apa sebenarnya Rel TOJTRP ini ?, TOJTRP merupakan akronim dari Tema, Outline, Jadwal, Tulis, Revisi, Penerbit.

Mari kita lihat Rel TOJTRP secara one by one, cekidot!

TEMA

Sebagai penulis pemula seperti saya, menentukan sebuah Tema sebagai awalan menulis sangat menyulitkan. Terkadang otak yang berfikir tidak bisa diartikan oleh jari yang sedang berada di atas keyboard, atau sebaliknya jari sudah memvisualkan dalam bentuk ketikan, akan tetapi otak masih meragukan apa yang sudah divisualkan. Namun kali ini, Tema merupakan keharusan sebagai awal dalam sebuah tulisan, bisa atau tidak, ragu atau yakin, tulis atau tidak, Tema harus menjadi awal sebuah tulisan yang harus penulis pikirkan. Kenapa? karena dengan adanya Tema, tulisan akan memiliki rel yang tepat.

OUTLINE


Main Map atau daftar isi, ya outline hampir sama seperti main map atau daftar isi. Sebuah kerangka pikiran tentang apa yang ingin penulis tuliskan. Fungsi dari Outline sangat penting dalam sebuah tulisan, dengan adanya outline tulisan akan terfokus dan terarah, terjadwal, dapat menghindari deadlock dalam proses penulisan dan yang paling penting fungsi outline adalah agar tulisan bisa diselesaikan tepat waktu. 

Dua puluh hari saya menulis di blog tidak pernah terfikirkan tentang outline, semuanya mengalir saja seperti air yang turun dari atas dan mengalir ke bawah. Bahkan saya sempat menulis dengan ide sedang mewawancarai narasumber, semua saya tulis tanpa adanya outline tertulis. Bahkan awalnya saya bingung, apa sebenarnya outline itu ? bagaimana membuatnya ?

Semuanya berubah, ketidaktahuan saya terurai tentang outline, karena narasumber yang nyantri di Pondok Modern Gontor ini mengupas tuntas tentang bagaimana outline dibuat. Kuncinya ada di kata tanya atau bisa disingkat dengan 5W + 1H. Konsep  kata tanya dalam membuat outline benar-benar mempermudah menulis dalam mengembangkan Tema yang dipilih. Biasanya penulisan dalam bentuk fiksi, outline diawali dengan beberapa kata tanya sebagai berikut :


Jika Outline tulisan fiksi menggunakan 2W+1H, bagaimana outline tulisan non fiksi.


Seperti yang disampaikan dalam paparan Mas Akbar, Apapun Tema yang diambil, Outline akan memudahkan kita dalam menyelesaikan tulisan kita terutama jika otak kita sedang hank/error/ngblank, Outline akan mencarikan jalan keluarnya dan kita akan menulis kembali.

JADWAL

Semua hal jika terjadwal pasti memudahkan. Sebagai gambaran, jika Outline sudah tersusun proses penulisan harus benar-benar harus terjadwal, misal jika outline yang dibuat ada 30, mulailah membuat secara nyata, tertulis jika perlu print dan tempel di tempat yang mudah terlihat, agar kita akan sering lihat dan sering menulis. Contoh outline dapat diketik pada Ms Word atau Ms Excel seperti contoh di bawah ini :

Jadwal sering terabaikan, sering dinomor dua kan, padahal dengan adanya jadwal segala aktifitas dapat terprediksikan.

TULIS


Tuliskan!, sudah kita lakukan!!, sudah kita lakukan!!!, sudah kita lakukan!!!!. Seperti yang saya tulis dalam wawancara dengan Mba Nora kemarin,  Tuliskan adalah hal yang paling penting dalam menulis. 

Tema ada tapi tidak ditulis yaaa gak akan jadi tulisan. Outline lengkap, tapi tidak ditulis, yaa kapan selesainya. Jadwal sudah tertempel di dinding kamar, tapi menulis selalu "tarsok, tarsok, tarsok" maka kata-kata OmJay "Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi" tidak akan ada yang terjadi!!!!. 

Disiplin dan konsisten akan menentukan tulisan kita selesai atau tidak, jangan terpaku tulisan harus langsung bagus, tulis, tulis, tulis saja dulu. Tulis dan Selesaikan !!!

REVISI


Revisi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah melakukan peninjauan ulang untuk memperbaiki atau memperbaharui. Tulisan yang sudah sampai pada proses revisi berarti tulisan yang sudah hampir selesai dalam bentuk draf. Kenapa hampir selesai? karena pada proses inilah tulisan akan diperiksa kembali dari berbagai sisi, bisa diperiksa dalam hal penulisan data dan informasi, tata kalimat, gaya bahasa atau bisa juga pemeriksaan judul-judul agar lebih menarik lagi

PENERBIT



Hal yang paling dibayangkan, dipikirkan, diinginkan oleh setiap penulis adalah menerbitkan buku yang ditulis. Tentunya setelah melewati tahap yang ada dalam rel TOJTRP. Hal yang menjadi perhatian penerbit dalam menerbitkan buku adalah laku atau tidaknya buku tersebut. Penerbit sangat mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

1. Siapa yang akan membaca buku tersebut ?
2. Apakah pembaca butuh buku kita ?
3. Berapa banyak orang yang butuh ?
4. Buku kita menjawab kebutuhan apa ?

Semakin besar kebutuhan masyarakat terhadap buku kita, maka semakin besar buku kita akan diterbitkan oleh penerbit. 

Penulis juga bisa memahami tentang buku yang ditulisnya, dari hal-hal yang disebut di atas, jangan sampai penulis tidak paham dengan apa yang ditulisnya. Paham disini memiliki arti untuk siapa buku ini ditulis. 

Pembeda, buku yang kita tulis dan ingin diterbitkan harus memiliki pembeda dari buku-buku sejenis. Penerbit juga menginginkan penulis berperan aktif dalam proses pemasaran buku tersebut, misalkan penulis mempromosikan bukunya lewat media sosial, seminar, pelatihan, webinar, diskusi buku, membangun komunitas agar buku kita tersiarkan secara lisan maupun tulisan, secara langsung atau tidak langsung.

Pertanyaan bagi penulis pemula seperti saya, bagaimana proses penerbitan buku sampai berwujud buku? Naskah dikirim ke Penerbit dalam bentuk print out dan soft copy (dalam CD atau Flash disk), proses pengecekan memakan waktu kurang lebih 3 bulan, sampai penulis akan mendapatkan kabar bahwa tulisannya akan dibukukan.

Pertanyaan kedua bagi penulis pemula seperti saya, Apakah memerlukan biaya untuk menerbitkan buku di penerbit ? Tidak perlu membayar ke Penerbit !!!, Bahkan jika buku kita sudah diterbitkan, kita akan mendapatkan ROYALTI, rata-rata royalti yang akan penulis dapatkan 10% dari setiap buku yang terjual.


Bagi saya, menulis adalah tentang membuat hidup kita lebih hidup. Menulis adalah tentang bagaimana membangunkan semua potensi dalam diri secara maksimal. Dimulai dari tulisan ini. Niatkan dan bangun komitmen bahwa kita akan memulai menulis. Agar diri kita lebih bermanfaat bagi diri kita, keluarga, anak didik, dan masyarakat secara luas. Tantangan terbesar itu dari diri kita sendiri. Semakin kita bisa mengalahkan diri kita, semakin cepat kita bisa menulis. Hilangkan semua kekhawatiran karena biasanya ada dalam pikiran. Kalau kita sudah melangkah, semua ketakutan dan kekhawatiran itu akan hilang. Semuanya sekarang kembali kepada diri kita. Apakah kita ingin membuat perubahan dalam hidup kita atau kita membiarkan waktu terus berjalan dan mengalahkan kita. Saatnya kita tidak hanya membaca kesuksesan orang lain, saatnya menuliskan sejarah kesuksesan kita sendiri.

(Akbar Zainudin, Penulis buku Motivassi Man Jadda Wajada)




Teman-teman rel sudah disediakan, lokomotif sudah dipanaskan, kita sebagai masinis berpangkat penulis tinggal menjalankan, Bagaimana MAU atau TIDAK membuat tulisan? Jawaban ada dalam diri teman-teman sekalian. Malas, Bosan, ingin Berhenti pasti menjadi hambatan, kawan! paling tidak kita bisa jalankan secara perlahan, tak mengapa perlahan yang penting jalan. Ayo teman kita perjuangkan !!!

Wassaalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Salam Literasi, Salam Indrakeren




22 Comments:

  1. Waow, mantap betul nih resumenya, keren pokoknya...penuh kreatifitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. hatur nuhun Pak Etik,

      Pokoknya semangat untuk semuanya

      Hapus
  2. Indatkeren memang keren .Pertanyaan nya pas belajar semalam juga cetar

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe... si Ibu bisa aja

      yang jawab pertanyaan dari saya, yang lebih cetar, karena bisa menginspirasi kita semua

      Semangat Literasi

      Hapus
  3. Luar biasa ilmunya fan semakin bersangat utk menulis

    BalasHapus
  4. Keren, ilustratif. Membacanya tidak lelah meskipun yang diuraikan panjang. Bisa diduplikasi, nih. Menginspirasi untuk menjelaskan sesuatu: uraian ditambah ilustrasi. Hanya masalahnya kadang kita terbentur ketika menambah ilustrasi ada copyrigt tidak, lukisan atau logo biasaya diklaim sebagai milik yg jika digunakan harus mencantumkan sumbernya. Salam persahabatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini dia Pak D yang kritis dalam berkomentar..
      nuhun komentarnya

      NOTE : memang untuk mengambil gambar dari dunia maya perlu kehati2an, takutnya yang punya gambar tidak berkenan. Mungkin solusi yang saya gunakan pada gambar gambar yang saya gunakan adalah tetap menge"tag" gambar yang saya pakai ke alamat http-nya (coba deh klik gambarnya, nanti akan dibawa kepada yang punya gambar)

      Terimakasih sarannya Pak D
      salam Literasi

      Hapus
  5. Resume ini benar2 keren... Mantap deh...

    BalasHapus
  6. Membaca resume keren ini saya merasa sedang berwisata di tempat yang mempesona. Wisata literasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sering sering wisata kesini yaa Bu, enak disini GRATIS gak pakai tiket... heheheheeh

      Hapus
  7. Idenya sungguh cemerlang. Mas Indra belajar di mana bisa sekeren itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belajarnya kan bareng bareng sama Ibu dan teman teman juga, di WAG Belajar menulis bimbingan OmJay dan PGRI gelombang 15

      Hapus
  8. Idenya sungguh cemerlang. Mas Indra belajar di mana bisa sekeren itu?

    BalasHapus
  9. aq kok sang soyo minder yen maca resume bang indra, keten abis dah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita sama sama belajar Pak, ayoo saling menyemangati satu sama lain....

      Semangat Pak
      Salam Literasi

      Hapus
  10. Di tangan Pak Indra, resume materi jadi keren banger, Saya suka

    BalasHapus