Rabu, 07 April 2021

Rahim Ibu

Ku buka album biru. Penuh debu dan usang. Ku pandangi semua gambar diri. Kecil bersih belum ternoda. Pikirku pun melayang. Dahulu penuh kasih. Teringat semua cerita orang. Tetang riwayatku. (Bunda, Melly Goeslaw)

Mungkin kita tidak asing dengan lirik lagu tersebut. Lagu yang selalu terdengar disetiap hari spesial Ibu, baik itu hari nasional atau hanya sekedar hari ulang tahun Ibu. Tentunya bukan hanya sekedar lagu Ibu dari Melly Goeslaw yang terdengarkan, pastinya ada do'a disetiap aktifitas seorang anak untuk Ibunya, agar Ibu selalu dijaga kesehatannya, dilapangkan rezekinya dan selalu diberikan keberkahan dalam setiap niat baiknya. Aamiin.

AISEI kali ini memberi tantangan menulis tentang #isnpirasikartini. Kali ini saya akan mencoba ikut kembali, challenge yang diadakan AISEI. Sebelumnya dua bulan berturut-turut absen menulis untuk challenge AISEI karena berbagai alasan. heheheheh. Tantangan kali ini akan coba saya tuliskan dalam bentuk puisi, semoga puisi yang saya tuliskan menarik! Happy Reading!

Rahim Ibu

Oleh : indrakeren

Katanya...

Didalam sana
Diriku berada.

Katanya, damai suasana
Berada diperut Ibunda
Aktifitas selalu bersama.

Ibunda makan, aku rasa
Ibunda minum, aku juga
Ibunda tidur, aku bersama
Ibunda pergi, aku dibawa.

Sembilan bulan tidak terasa
Suasana nyaman akan tiada
Saatnya keluar dari Rahimnya
Untuk melihat indahnya dunia,

Prosesnya menyakitkan, katanya
Bidan membantu Ibunda
Menyelamatkan buah hatinya.

Oeee... Tangisnya
Tangisan Pertama.

Putranya.

Ciledug, 7 April 2021

Kata mereka diriku selalu dimanja. Kata mereka diriku selalu ditimang. Nada-nada yang indah. Selalu terurai darinya. Tangisan nakal dari bibirku. Takkan jadi deritanya. (...) Oh.. bunda ada dan tiada dirimu. Kan selalu ada di dalam hatiku(Bunda, Melly Goeslaw)

#inspirasikartini, #kurikulumngumpet

Salam Kenal
Salam Literasi
Salam indrakeren
See You


2 Comments: